POJOKSATU.id - Pemerintah melihat peluang tambahan penerimaan negara seiring meningkatnya kontribusi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut angka yang akan diterima negara mencapai sekitar Rp120 triliun.

Nominal tersebut dinilai cukup menarik jika dibandingkan dengan dividen yang selama ini diterima pemerintah.

Purbaya menyebut penerimaan dari dividen pada tahun-tahun sebelumnya berada di kisaran Rp90 triliun.

Baca Juga: Purbaya Sebut Ekonomi Harus Tumbuh 6,7 Persen agar Fresh Graduate Terserap Kerja

Dengan angka baru tersebut, pemerintah berpotensi memperoleh penerimaan lebih besar.

Purbaya bahkan berharap keuntungan yang dihasilkan Danantara dapat terus tumbuh sehingga kontribusinya kepada negara ikut meningkat.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya saya cuma dapat Rp90 triliun dari dividen. Kalau meningkat, Rp120 kan bagus meningkat, malah jadi saya enggak rugi, pemerintah enggak rugi, pendapatan enggak rugi, malah nambah," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat 28 Agustus 2026.

Pemerintah sendiri sudah menetapkan besaran kontribusi sekitar Rp120 triliun tersebut.

Baca Juga: HUAWEI Pura 90 Series Resmi Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000 mAh dan Fast Charging

Menurut Purbaya, keputusan itu merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Rp120 triliun itu yang diputuskan oleh Presiden (Prabowo)," ujarnya.

Saat ini, persoalannya bukan lagi mengenai kepastian nominal.

Pemerintah tinggal menanti kapan Danantara melakukan pencairan dana tersebut.

Purbaya mengatakan kontribusi itu akan dicatat dalam pos penerimaan negara bukan pajak (PNBP) lainnya.

Dengan demikian, tambahan dana dari Danantara akan masuk sebagai bagian dari penerimaan fiskal pemerintah.

"PNBP yang lain-lain," jelas Purbaya.

Baca Juga: Muktamar NU Jombang Rekomendasikan Orientasi Kopdes Merah Putih Berbasis Komunitas Masyarakat

Meski kontribusi tahun ini sudah memiliki angka, pemerintah belum membahas besaran dana yang akan diberikan Danantara untuk tahun depan.

Menurut Purbaya, keputusan mengenai kontribusi berikutnya masih sangat bergantung pada kebijakan Presiden.

Ia juga menilai besarnya penerimaan negara pada masa mendatang akan berkaitan dengan kemampuan Danantara dalam menghasilkan keuntungan.

Semakin besar keuntungan yang diperoleh, semakin terbuka pula peluang kontribusi kepada negara meningkat.

Karena itu, kinerja investasi Danantara menjadi salah satu hal yang bakal menarik perhatian dalam melihat potensi penerimaan pemerintah ke depan.***