POJOKSATU.id – Memasuki bulan Agustus, suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di berbagai sekolah.
Selain upacara bendera dan pentas seni, berbagai lomba menjadi agenda yang paling dinantikan siswa.
Berbagai perlombaan itu menjadi kegiatan yang mampu menumbuhkan semangat nasionalisme, sportivitas, kreativitas, dan kebersamaan di kalangan peserta didik.
Tahun ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bahkan juga menggelar lomba nasional bertema pendidikan yang dapat diikuti guru, tenaga kependidikan, murid, hingga masyarakat.
Kemendikdasmen Gelar Lomba Nasional HUT RI ke-81
Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kemendikdasmen menghadirkan dua kategori lomba, yakni Wajah Pendidikan dan Cerita Pendidikan.
Kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat menunjukkan praktik baik, kreativitas, serta inspirasi dunia pendidikan melalui karya visual maupun tulisan.
Kategori Wajah Pendidikan
Peserta dapat memilih salah satu tema berikut:
-
Menghias Sekolah (Sekolah ASRI).
-
Inspirasi Kemerdekaan.
-
Menggambar di IFP.
-
Revitalisasi Sekolah.
Baca Juga: Pendaftaran Jelajah Mandiri Rumah Pendidikan Batch 2 Dibuka, Guru dan Tendik Bisa Dapat Sertifikat
Kategori Cerita Pendidikan
Peserta dapat memilih salah satu tema berikut:
-
Surat untuk Presiden.
-
Inspirasi Kemerdekaan.
-
Menulis Cerita tentang IFP.
-
Menulis Cerita tentang Revitalisasi Sekolah.
Lomba tersebut terbuka bagi guru dan tenaga kependidikan, murid, serta masyarakat umum. Informasi lengkap beserta ketentuannya dapat diakses melalui laman resmi Kemendikdasmen.
Link pendaftaran:
-
Wajah Pendidikan: Formulir Wajah Pendidikan
-
Cerita Pendidikan: Formulir Cerita Pendidikan
Agar perayaan HUT RI ke-81 tahun 2026 tidak monoton, panitia sekolah juga bisa menghadirkan lomba-lomba yang tidak hanya menghibur, tetapi juga aman, mendidik, dan melatih kerja sama antarsiswa.
Berikut 15 ide lomba 17 Agustus yang cocok dilaksanakan di lingkungan sekolah, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP.
1. Lomba Senam Wajah dengan Biskuit
Permainan ini selalu mengundang gelak tawa.
Setiap peserta meletakkan biskuit di atas dahi, kemudian harus menggerakkan otot wajah hingga biskuit masuk ke mulut tanpa menggunakan tangan.
Selain melatih koordinasi wajah, permainan ini juga menghibur penonton karena ekspresi para peserta yang lucu.
Baca Juga: Pemerintah Buka Peluang Evaluasi Harga BBM Nonsubsidi Mengikuti Tren Minyak Dunia
2. Balap Karung Jongkok
Balap karung tetap menjadi favorit setiap perayaan 17 Agustus.
Agar lebih aman di lingkungan sekolah, lomba dapat dilakukan di atas lapangan rumput atau halaman yang datar. Peserta mengenakan karung hingga dada lalu melompat menuju garis finis.
Panitia juga dapat menambahkan pelindung kepala bila diperlukan, terutama untuk peserta usia dini.
3. Lomba Memindahkan Kacang dengan Sumpit
Permainan ini melatih konsentrasi dan ketelitian siswa.
Peserta harus memindahkan kacang hijau atau benda kecil lainnya menggunakan sumpit dalam waktu tertentu.
Pemenangnya adalah peserta yang berhasil memindahkan benda terbanyak.
4. Lomba Mengambil Koin dari Buah
Sebagai alternatif yang lebih higienis, panitia dapat menancapkan koin pada potongan semangka atau pepaya yang telah diberi olesan cokelat.
Peserta mengambil koin menggunakan mulut tanpa bantuan tangan.
Pastikan seluruh peralatan yang digunakan bersih dan aman bagi anak.
5. Menggiring Bola dengan Pandangan Terbatas
Peserta mengenakan corong dari karton atau plastik sehingga pandangan menjadi terbatas.
Selanjutnya mereka harus menggiring bola menuju garis finis atau memasukkannya ke gawang kecil.
Permainan ini melatih fokus sekaligus mengundang tawa karena peserta sering kehilangan arah.
Baca Juga: Transformasi TelkomGroup Mulai Berbuah, InfraNexia Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
6. Memadamkan Lilin dengan Bandul
Peserta mengenakan stocking atau ikat kepala yang diberi bandul ringan di bagian depan.
Tugas mereka adalah mengayunkan bandul hingga mampu memadamkan lilin tanpa menggunakan tangan.
Untuk keamanan, gunakan lilin kecil dan selalu berada dalam pengawasan guru atau panitia.
7. Lomba Tiup Bola Pingpong
Panitia menyiapkan beberapa gelas plastik berisi air.
Peserta meniup bola pingpong agar berpindah dari satu gelas ke gelas berikutnya hingga mencapai garis akhir.
Permainan sederhana ini sangat cocok untuk siswa sekolah dasar.
8. Estafet Karet Gelang Menggunakan Sedotan
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
Setiap peserta menggigit sedotan, kemudian memindahkan karet gelang kepada teman di sebelahnya tanpa menggunakan tangan.
Lomba ini melatih kerja sama, koordinasi, dan kekompakan tim.
9. Joget Balon Berpasangan
Dua siswa menjepit balon menggunakan dahi atau perut.
Saat musik diputar mereka harus bergerak mengikuti irama tanpa menjatuhkan balon.
Ketika musik berhenti, pasangan yang masih mampu mempertahankan balon tetap berada di tempat menjadi pemenang.
Baca Juga: Mayat Pria Dimutilasi Dibuang Dalam Karung di Pancoran Mas Depok, 2 Kaki Hilang Mulai Pangkal Paha
10. Estafet Sarung
Setiap tim berbaris sambil bergandengan tangan.
Satu buah sarung harus dipindahkan dari peserta pertama hingga terakhir tanpa melepaskan pegangan tangan.
Permainan ini mengajarkan koordinasi sekaligus kerja sama antarpeserta.
11. Estafet Tepung
Peserta memindahkan tepung menggunakan piring dari depan ke belakang tanpa melihat ke belakang.
Di akhir permainan, tim yang memiliki sisa tepung terbanyak menjadi pemenang.
Untuk menjaga kebersihan sekolah, panitia dapat mengganti tepung dengan potongan kertas atau bola kapas.
12. Memindahkan Air Menggunakan Spons
Setiap peserta mencelupkan spons ke ember berisi air, kemudian berlari menuju botol di garis finis untuk memerasnya.
Kelompok yang berhasil mengumpulkan air paling banyak dalam waktu tertentu menjadi pemenang.
Lomba ini cocok dilaksanakan di lapangan sekolah saat cuaca cerah.
13. Memasukkan Pensil ke Botol
Pensil diikat menggunakan tali pada bagian pinggang peserta.
Tanpa menggunakan tangan, peserta harus memasukkan pensil ke dalam botol yang berada di belakangnya.
Agar lebih seru, panitia dapat memutar musik. Ketika musik berbunyi, peserta wajib berhenti dan mengikuti gerakan sederhana sebelum melanjutkan permainan.
Baca Juga: Man City Bidik Pedro Neto, Chelsea Siap Lepas Jika Tawaran Fantastis Datang
14. Lomba Cerdas Cermat Kebangsaan
Lomba ini cocok untuk jenjang SD hingga SMP dan menggabungkan unsur edukasi dengan semangat nasionalisme.
Panitia dapat menyiapkan pertanyaan seputar sejarah kemerdekaan Indonesia, Pancasila, UUD 1945, lambang negara, lagu nasional, tokoh perjuangan, hingga pengetahuan umum tentang Indonesia.
Format lomba dapat dibuat perorangan maupun beregu. Selain melatih kemampuan berpikir cepat, lomba ini juga mendorong siswa semakin mengenal sejarah bangsa dan nilai-nilai kebangsaan.
15. Lomba Mirip Karakter Pahlawan Indonesia
Lomba ini dapat menjadi ajang kreativitas sekaligus mengenalkan tokoh-tokoh nasional kepada peserta didik.
Siswa diminta mengenakan kostum sederhana yang menyerupai pahlawan Indonesia, seperti Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, R.A. Kartini, Ki Hajar Dewantara, Jenderal Soedirman, Cut Nyak Dien, Pangeran Diponegoro, Bung Tomo, Dewi Sartika, atau tokoh pahlawan lainnya.
Agar lebih menarik, setiap peserta juga diminta memperkenalkan tokoh yang diperankan, menceritakan perjuangannya secara singkat, atau menyampaikan kutipan inspiratif dari tokoh tersebut.
Penilaian dapat meliputi kemiripan kostum, penguasaan karakter, kreativitas, serta kemampuan menyampaikan informasi tentang pahlawan yang diperankan.
Baca Juga: Desas Desus Kapolri Jenderal Sigit Diganti, Ketua Komisi III DPR RI : Tidak Benar
Tips Menyelenggarakan Lomba 17 Agustus di Sekolah
Agar kegiatan berlangsung aman dan menyenangkan, panitia dapat memperhatikan beberapa hal berikut:
-
Menyesuaikan jenis lomba dengan usia peserta.
-
Mengutamakan keselamatan dibanding tingkat kesulitan permainan.
-
Menyiapkan guru atau panitia sebagai pendamping di setiap arena lomba.
-
Menggunakan peralatan yang aman dan mudah diperoleh.
-
Menentukan aturan lomba secara jelas sebelum pertandingan dimulai.
-
Menyiapkan hadiah atau piagam penghargaan untuk meningkatkan semangat siswa.
-
Mengutamakan nilai sportivitas, kebersamaan, dan pendidikan dibanding sekadar mencari pemenang.
Baca Juga: Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Bersejarah PM Thailand di Istana Merdeka
Perayaan HUT Kemerdekaan di sekolah bukan sekadar ajang mencari juara lomba.
Kegiatan ini menjadi media pembelajaran yang menanamkan semangat nasionalisme, gotong royong, sportivitas, kreativitas, dan rasa cinta tanah air kepada peserta didik.
Dengan memilih lomba yang kreatif, aman, edukatif, dan sesuai usia siswa, peringatan 17 Agustus dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat karakter generasi muda Indonesia. ***




