POJOKSATU.id — Masih banyak orang yang menganggap introvert sama dengan antisosial.

Padahal, keduanya merupakan hal yang berbeda.

Kesalahpahaman ini sering muncul karena orang introvert cenderung lebih senang menghabiskan waktu sendiri dibanding berada di tengah keramaian.

Baca Juga: Tips Lolos Beasiswa Dalam dan Luar Negeri, Peluang Kuliah Gratis yang Wajib Dicoba Mahasiswa

Dalam ilmu psikologi, introvert adalah tipe kepribadian yang memperoleh energi dari waktu yang dihabiskan untuk diri sendiri.

Sebaliknya, aktivitas sosial yang terlalu ramai atau berlangsung lama dapat membuat mereka merasa lelah secara mental sehingga membutuhkan waktu untuk memulihkan energi.

Namun, bukan berarti introvert tidak suka bergaul atau tidak memiliki teman.

Baca Juga: Cara Menentukan Topik Skripsi yang Tepat agar Tidak Salah Pilih dan Cepat Selesai

Banyak orang introvert tetap menikmati interaksi sosial, memiliki hubungan pertemanan yang dekat, aktif bekerja dalam tim, bahkan mampu tampil di depan umum dengan baik.

Hanya saja, mereka biasanya lebih menyukai percakapan yang mendalam dibanding obrolan ringan dengan banyak orang sekaligus.

Sementara itu, istilah antisosial memiliki makna yang berbeda.

Baca Juga: PDIP Singgung Dugaan Uang untuk Mahasiswa Usai Bertemu Gibran, Deddy: Jangan Asal Tuduh Gerakan Mahasiswa

Dalam psikologi, perilaku antisosial merujuk pada kecenderungan mengabaikan norma sosial, hak orang lain, atau aturan yang berlaku dalam masyarakat.

Perilaku ini dapat terlihat dari tindakan seperti berbohong, manipulatif, agresif, atau tidak memiliki empati terhadap orang lain.

Karena itu, seseorang yang introvert tidak otomatis antisosial.

Justru banyak introvert yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar dan mampu menjalin hubungan sosial yang sehat.

Baca Juga: Raffi Ahmad Siapkan Cipungland hingga AI, RANS Incar Dana IPO Rp429 Miliar untuk Ekspansi Besar

Ada beberapa ciri yang umum ditemukan pada individu introvert.

Mereka biasanya lebih nyaman bekerja dalam suasana tenang, senang melakukan refleksi diri, memiliki lingkar pertemanan yang tidak terlalu besar tetapi dekat secara emosional, serta lebih suka berpikir sebelum berbicara atau mengambil keputusan.

Sebaliknya, seseorang yang antisosial belum tentu introvert.

Ada orang yang terlihat aktif dan mudah bergaul, tetapi tetap menunjukkan perilaku yang merugikan orang lain atau melanggar norma sosial.

Baca Juga: Kemensos Buka Peluang Regulasi Daerah untuk Sesuaikan Data Kemensos di Yogyakarta

Para ahli psikologi menegaskan bahwa introvert dan ekstrovert bukanlah kategori baik atau buruk.

Keduanya merupakan variasi kepribadian yang normal.

Setiap individu memiliki cara berbeda dalam memperoleh energi, berinteraksi, dan merespons lingkungan sosial.

Oleh karena itu, menganggap introvert sebagai pribadi yang antisosial merupakan kesimpulan yang keliru.

Introvert hanya memiliki cara berbeda dalam mengelola energi dan hubungan sosial.

Mereka tetap dapat menjadi teman yang baik, rekan kerja yang kompeten, serta anggota masyarakat yang aktif dan peduli terhadap orang lain.***