POJOKSATU.id — Banyak pelajar dan mahasiswa sering mengalami kesulitan untuk tetap fokus saat belajar dalam waktu lama.

Tidak sedikit yang akhirnya terdistraksi oleh media sosial, notifikasi ponsel, atau rasa bosan yang muncul ketika harus membaca materi dalam jumlah banyak.

Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satu teknik yang banyak digunakan di berbagai negara adalah metode Pomodoro.

Baca Juga: Raffi Ahmad Siapkan Cipungland hingga AI, RANS Incar Dana IPO Rp429 Miliar untuk Ekspansi Besar

Teknik manajemen waktu ini dinilai mampu membantu seseorang belajar lebih fokus, produktif, dan terhindar dari kelelahan mental akibat belajar tanpa jeda.

Metode Pomodoro pertama kali diperkenalkan oleh Francesco Cirillo pada akhir tahun 1980-an.

Nama "Pomodoro" berasal dari bahasa Italia yang berarti tomat.

Baca Juga: Geologi, Jurusan yang Mempelajari Struktur dan Sejarah Bumi

Nama tersebut terinspirasi dari timer dapur berbentuk tomat yang digunakan Cirillo saat mengembangkan teknik ini.

Secara sederhana, metode Pomodoro membagi waktu belajar menjadi beberapa sesi fokus yang diselingi dengan waktu istirahat singkat.

Tujuannya adalah menjaga konsentrasi tetap optimal tanpa membuat otak bekerja terlalu keras dalam waktu yang panjang.

Baca Juga: Ilmu Forensik, Jurusan yang Mengungkap Fakta di Balik Kejahatan

Dalam penerapannya, seseorang cukup menentukan tugas yang akan dikerjakan, kemudian mengatur timer selama 25 menit.

Selama periode tersebut, fokus hanya diberikan pada satu pekerjaan tanpa gangguan apa pun.

Setelah 25 menit selesai, pengguna dapat beristirahat selama lima menit.

Waktu istirahat ini bisa dimanfaatkan untuk berdiri, berjalan ringan, minum air putih, atau sekadar meregangkan tubuh.

Baca Juga: Kriminologi, Jurusan yang Mempelajari Perilaku Kejahatan dan Sistem Sosial

Siklus tersebut diulang sebanyak empat kali.

Setelah menyelesaikan empat sesi Pomodoro, seseorang dianjurkan mengambil waktu istirahat yang lebih panjang, biasanya sekitar 15 hingga 30 menit.

Metode ini memiliki sejumlah manfaat.

Salah satunya adalah membantu meningkatkan fokus karena otak hanya perlu berkonsentrasi dalam durasi yang relatif singkat.

Baca Juga: Kemensos Buka Peluang Regulasi Daerah untuk Sesuaikan Data Kemensos di Yogyakarta

Selain itu, adanya jeda istirahat dapat mengurangi risiko kelelahan mental dan menjaga motivasi belajar tetap tinggi.

Teknik Pomodoro juga membantu seseorang mengelola waktu dengan lebih baik.

Tugas yang awalnya terasa berat dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil sehingga lebih mudah diselesaikan secara bertahap.

Bagi pelajar yang sering menunda pekerjaan atau mengalami prokrastinasi, metode ini dapat menjadi solusi yang efektif.

Baca Juga: Truk Pengangkut Besi konstruksi Terguling di Flyover Tomang, Berujung Tumpah ke Jalan dan Bikin Macet

Ketika target belajar dibatasi hanya 25 menit, seseorang biasanya lebih mudah memulai pekerjaan dibanding harus membayangkan belajar selama berjam-jam.

Meski demikian, durasi Pomodoro tidak harus selalu 25 menit.

Beberapa orang menyesuaikannya menjadi 30 menit fokus dan lima menit istirahat, atau 50 menit fokus dan 10 menit istirahat sesuai kebutuhan masing-masing.

Kunci utama keberhasilan metode Pomodoro bukan terletak pada lamanya waktu belajar, melainkan kemampuan menjaga fokus penuh selama sesi berlangsung.

Baca Juga: Panduan MPLS Ramah SMA-SMK 2026, Asesmen Literasi, Numerasi, Kenali Bakat hingga Larangan Perpeloncoan

Karena itu, penting untuk mematikan notifikasi, menjauhkan gangguan, dan menyiapkan lingkungan belajar yang nyaman.

Dengan penerapan yang konsisten, metode Pomodoro dapat menjadi salah satu cara sederhana, tetapi efektif untuk meningkatkan konsentrasi, menyelesaikan tugas lebih cepat, serta membuat proses belajar terasa lebih ringan dan menyenangkan.***