POJOKSATU.id - Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah 2026 tidak lagi sekadar kegiatan penyambutan peserta didik baru.
Kemendikdasmen menjadikannya sebagai bagian dari proses pengenalan karakter, pemetaan kebutuhan belajar, penguatan profil lulusan, hingga pengembangan minat dan bakat murid sejak hari pertama masuk sekolah.
Melalui Panduan MPLS Ramah Jenjang SMA/SMK/Sederajat, sekolah diarahkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang aman, menyenangkan, inklusif, dan bermakna bagi seluruh peserta didik baru.
MPLS Ramah Dilaksanakan Tanpa Perpeloncoan
Kemendikdasmen menegaskan bahwa MPLS Ramah tidak boleh diisi dengan kegiatan yang mengandung unsur kekerasan, perundungan, perpeloncoan, tugas tidak masuk akal, maupun penggunaan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif.
Seluruh kegiatan harus berorientasi pada pengembangan karakter, adaptasi lingkungan sekolah, penguatan rasa aman, dan pembentukan budaya belajar yang positif.
Hari Ketiga MPLS: Kenali Diri, Raih Prestasi
Salah satu materi penting dalam panduan adalah rangkaian kegiatan Hari Ketiga MPLS yang mengusung tema "Kenali Diri, Raih Prestasi".
Fokus utamanya adalah membantu murid mengenali potensi diri, memahami kebutuhan belajar, serta mengenal kurikulum dan kegiatan sekolah.
Tujuan kegiatan meliputi:
-
Menumbuhkan dan menguatkan karakter serta profil lulusan.
-
Mengenali karakteristik dan kebutuhan perkembangan murid baru.
-
Membantu murid memahami kurikulum satuan pendidikan.
Murid Akan Mengikuti Asesmen Literasi dan Numerasi
Dalam MPLS Ramah, peserta didik baru akan mengikuti Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi yang terdiri atas 24 soal, yakni 12 soal literasi membaca dan 12 soal numerasi dengan durasi maksimal 60 menit.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa asesmen ini bukan ujian dan bukan dasar pemberian nilai atau peringkat siswa. Hasilnya juga tidak digunakan untuk mengukur kemampuan murid secara utuh.
Sebaliknya, asesmen digunakan untuk membantu guru memahami kebutuhan belajar peserta didik sehingga pembelajaran dapat disesuaikan sejak awal tahun ajaran.
Beberapa ketentuan penting yang perlu dipahami:
-
Hasil asesmen tidak berupa ranking.
-
Sekolah tidak boleh berlomba memperoleh skor tertinggi.
-
Murid harus mengerjakan secara mandiri dan jujur.
-
Guru tidak boleh memberikan latihan khusus atau kunci jawaban sebelum asesmen.
-
Hasil asesmen menjadi bahan internal sekolah dan tidak perlu disampaikan kepada pihak lain.
Literasi dan Numerasi yang Dinilai Bukan Hafalan
Dalam panduan dijelaskan bahwa literasi membaca adalah kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah serta mengembangkan kapasitas individu sebagai warga negara.
Sementara numerasi merupakan kemampuan menggunakan konsep dan alat matematika untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari dalam berbagai konteks.
Karena itu, asesmen tidak berfokus pada hafalan, melainkan pada kemampuan berpikir dan pemecahan masalah.
Baca Juga: Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah, Pemprov Jabar Kebagian Pembangunan dan Perbaikan 14,25 Km
Murid Diajak Mengenali Minat dan Bakat
Selain asesmen, peserta didik juga akan mengikuti kegiatan eksplorasi diri untuk mengenali potensi yang dimiliki. Dalam sesi ini, murid diajak mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan melalui analisis SWOT sederhana.
Guru akan memandu peserta didik menjawab pertanyaan sederhana seperti:
-
Apa yang disukai?
-
Apa yang membuat penasaran?
-
Kegiatan apa yang terasa mudah dilakukan?
-
Hal apa yang ingin dipelajari lebih lanjut?
Melalui proses tersebut, murid diharapkan mulai memahami potensi dirinya sebelum menentukan aktivitas yang ingin dikembangkan selama bersekolah.
Baca Juga: Milad ke-109 Aisyiyah, KDM Ajak Kader Turun Tangan Atasi Tawuran hingga Anak Broken Home
Kenali Beragam Ekstrakurikuler Sekolah
Dalam MPLS Ramah, sekolah juga diwajibkan memperkenalkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia.
Pilihan kegiatan yang diperkenalkan dapat mencakup:
-
Akademik: KIR, klub sains, matematika, bahasa, dan debat.
-
Seni: paduan suara, tari, teater, jurnalistik, fotografi, desain grafis, hingga kaligrafi.
-
Olahraga: sepak bola, basket, voli, futsal, karate, pencak silat, dan renang.
-
Kepemimpinan dan sosial: Pramuka, PMR, Paskibra, Rohis, Rohkris, serta pecinta alam.
-
Keterampilan: robotik, komputer, tata boga, kriya, hingga daur ulang.
Baca Juga: Milad ke-109 Aisyiyah, KDM Ajak Kader Turun Tangan Atasi Tawuran hingga Anak Broken Home
Tujuannya agar murid dapat menghubungkan minat dan bakat yang dimiliki dengan kegiatan yang tersedia di sekolah.
Ada Latihan Kesiapsiagaan dan Evakuasi Bencana
Panduan MPLS Ramah juga memuat kegiatan penguatan kesiapsiagaan bencana.
Murid akan dikenalkan pada jalur evakuasi, titik kumpul aman, serta praktik penyelamatan sesuai risiko yang dihadapi sekolah masing-masing.
Kegiatan ini bertujuan membangun kesiapan peserta didik agar mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat.
Baca Juga: TNI-Polri dan Forkopimda Bandung Perkuat Sinergi lewat Olahraga Bersama dengan Persib Legend
Unduh Panduan Resmi MPLS Ramah SMA/SMK
Bagi guru, kepala sekolah, orang tua, maupun peserta didik yang ingin mempelajari panduan lengkap MPLS Ramah Jenjang SMA/SMK/Sederajat, dokumen resmi dapat diunduh melalui tautan berikut:
https://sma.kemendikdasmen.go.
Panduan tersebut memuat contoh kegiatan harian, asesmen MPLS hingga berbagai aktivitas yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. ***




