POJOKSATU.id — Membeli buku saat ini memang jauh lebih praktis karena dapat dilakukan baik secara online maupun offline.

Beragam pilihan judul tersedia dengan mudah di marketplace, toko buku fisik, hingga media sosial penjual buku.

Namun, di balik kemudahan tersebut, pembaca tetap perlu lebih teliti sebelum membeli.

Baca Juga: Profil Universitas Al-Khairiyah Cilegon, Kampus Swasta Pertama yang Jadi Kebanggaan Warga Banten

Pasalnya, masih banyak buku bajakan yang beredar di pasaran dengan tampilan sekilas menyerupai buku original atau ori sehingga sulit dibedakan jika tidak diperhatikan secara saksama.

Tidak sedikit pembeli yang akhirnya merasa kecewa karena tergiur harga murah tanpa memahami perbedaan kualitas antara buku asli dan buku bajakan.

Padahal, mengenali ciri-ciri keduanya sangat penting agar tidak salah membeli dan tetap memperoleh pengalaman membaca yang nyaman.

Baca Juga: Bupati Bandung Siap Dampingi Kiai Audiensi ke Pusat, Desak Kejelasan Implementasi UU Pesantren

Buku original umumnya memiliki kualitas lebih baik, mulai dari cetakan, jenis kertas, hingga daya tahan fisik buku.

Salah satu perbedaan paling mudah dikenali terletak pada kualitas cetakan. Buku ori biasanya memiliki tulisan yang tajam, jelas, dan nyaman dibaca dalam waktu lama.

Warna cover juga tampak lebih hidup dengan detail gambar yang rapi serta hasil cetak yang presisi.

Baca Juga: Universitas Salakanagara Hadir dengan Kuliah Fleksibel dan Peluang Kerja hingga Jepang

Sebaliknya, buku bajakan sering menunjukkan kualitas cetak yang kurang maksimal.

Tulisan terkadang tampak sedikit buram, ilustrasi kurang tajam, atau warna sampul terlihat terlalu pudar maupun terlalu gelap.

Dalam beberapa kasus, halaman buku bajakan juga tampak miring, tinta tembus hingga ke halaman belakang, bahkan hasil cetaknya terlihat seperti hasil scan ulang.

Selain cetakan, jenis dan kualitas kertas juga menjadi pembeda yang cukup mencolok.

Baca Juga: Hasil Kunjungan Prabowo, Dewan Bisnis Indonesia-Prancis Capai Kesepakatan Bisnis Rp62 Triliun

Buku asli umumnya menggunakan standar bahan kertas tertentu sesuai ketentuan penerbit.

Teksturnya cenderung nyaman disentuh, tidak terlalu tipis, dan kualitasnya seragam dari halaman awal hingga akhir.

Sementara itu, buku bajakan kerap memakai bahan yang lebih murah untuk menekan biaya produksi.

Akibatnya, kertas terasa lebih tipis, terlalu kusam, atau justru terlalu putih menyerupai hasil fotokopi.

Baca Juga: Daftar Ulang SNBT 2026 Universitas Syiah Kuala Dibuka, Berikut Jadwal, Syarat UKT, hingga Ketentuan KIP Kuliah

Ketebalan antarhalaman pun terkadang tidak konsisten.

Perbedaan berikutnya dapat dilihat dari bagian jilidan dan finishing buku.

Buku ori biasanya dibuat dengan lem dan jahitan yang kuat sehingga halaman tidak mudah terlepas meskipun sering dibuka.

Potongan halaman terlihat rapi, simetris, dan cover menempel dengan baik.

Baca Juga: Hasil Kunjungan Prabowo ke Prancis, 4 Kesepakatan Komersial Bidang Pertahanan Energi dan Perdagangan

Sebaliknya, buku bajakan cenderung memiliki kualitas finishing yang kurang presisi.

Tidak jarang lem mudah mengelupas, cover cepat tertekuk, atau halaman mulai copot setelah beberapa kali digunakan.

Harga jual juga bisa menjadi indikator penting dalam membedakan buku asli dan bajakan.

Jika sebuah buku yang umumnya dijual di kisaran Rp150 ribuan ditawarkan dengan harga jauh lebih murah.

Baca Juga: Daftar 10 Universitas Terbaik di Malang Versi EduRank, UB dan UM Masih Jadi Favorit

Misalnya Rp30 ribu hingga Rp50 ribu, pembeli patut meningkatkan kewaspadaan.

Buku original biasanya dijual mengikuti harga resmi penerbit atau toko terpercaya.

Sementara buku bajakan sering dipasarkan dengan harga sangat murah untuk menarik minat pembeli.

Di samping itu, pembeli juga dapat mengecek ISBN dan informasi penerbit sebagai langkah awal memastikan keaslian buku.

Baca Juga: Blak-blakan Kecewa selama Saksikan Konser Reuni F4 di Jakarta, Kirana Larasati: Segitu Harga Tiketnya, tapi Pas Nonton Zonk Banget

Buku original lazimnya memiliki nomor ISBN yang jelas, disertai identitas penerbit lengkap seperti logo, tahun terbit, hingga informasi cetakan.

Pada buku bajakan, detail tersebut kadang tampak buram, tidak lengkap, atau bahkan ditemukan kesalahan penulisan.

Ketika membeli buku secara online, cara penjual mempromosikan produk juga patut diperhatikan.

Beberapa penjual buku bajakan sering menggunakan istilah seperti “print ulang”, “versi ekonomis”, “mirip asli”, atau “kualitas premium” tanpa mencantumkan informasi penerbit resmi.

Baca Juga: Perdana Tembus Semifinal Super 750, Ini Calon Lawan Alwi Farhan di 4 Besar Singapore Open 2026

Karena itu, pembeli disarankan untuk membaca ulasan pelanggan, meminta foto detail buku, serta memastikan reputasi toko sebelum memutuskan membeli.

Lebih dari sekadar persoalan kualitas, membeli buku bajakan juga memiliki dampak terhadap penulis dan penerbit.

Penjualan buku ilegal membuat penulis tidak memperoleh royalti sebagaimana mestinya.

Jika terus terjadi, kondisi ini dapat memengaruhi keberlangsungan industri penerbitan dan menghambat lahirnya karya-karya baru.

Baca Juga: Revans Sempurna Atas Naraoka, Alwi Farhan Tembus Semifinal Singapore Open 2026

Dengan memahami berbagai perbedaan antara buku ori dan bajakan, pembaca dapat lebih cermat dalam memilih sebelum membeli.

Ketelitian kecil sebelum checkout bisa membantu menghindari risiko mendapatkan buku dengan kualitas yang tidak sesuai harapan sekaligus mendukung karya asli para penulis.***