POJOKSATU.id - Universitas Salakanagara (UNSAKA) hadir sebagai salah satu perguruan tinggi yang fokus mencetak lulusan siap kerja dengan sistem pembelajaran fleksibel dan adaptif.

Kampus ini merupakan hasil penggabungan Akbid Karya Bunda Husada yang berdiri sejak 2004 dan Akper Abdi Florensia yang berdiri pada 2011.

UNSAKA sendiri telah mendapatkan izin operasional resmi dari Kemendikbud Ristek melalui SK Nomor: 229/E/O/2024.

Baca Juga: Hasil Kunjungan Prabowo, Dewan Bisnis Indonesia-Prancis Capai Kesepakatan Bisnis Rp62 Triliun

Kehadiran kampus ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi dengan konsep belajar yang lebih mudah dan menyesuaikan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Menariknya, ratusan lulusan dari institusi yang kini bergabung menjadi UNSAKA sudah banyak diterima bekerja di berbagai sektor, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan yang diterapkan memang berorientasi pada kebutuhan industri dan perkembangan lapangan kerja.

Baca Juga: Daftar Ulang SNBT 2026 Universitas Syiah Kuala Dibuka, Berikut Jadwal, Syarat UKT, hingga Ketentuan KIP Kuliah

Sistem pembelajaran di UNSAKA didesain dengan konsep adaptif, menyenangkan, mudah, fleksibel, dan minim kendala.

Mahasiswa juga dijanjikan bisa lulus tepat waktu. Nah, konsep ini tentu cocok banget untuk mereka yang ingin tetap kuliah sambil bekerja tanpa harus meninggalkan aktivitas utama.

Kurikulum yang diterapkan juga terus disesuaikan dengan perkembangan dunia kerja modern.

Program studi yang dibuka memiliki peluang kerja luas dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Baca Juga: Hasil Kunjungan Prabowo ke Prancis, 4 Kesepakatan Komersial Bidang Pertahanan Energi dan Perdagangan

Tak hanya fokus pada teori, mahasiswa juga dibekali kemampuan praktik agar siap bersaing setelah lulus.

Setiap mahasiswa UNSAKA mendapatkan Continuiting Education Program yang membekali mereka dengan kemampuan hard skill dan soft skill.

Program ini menjadi bekal penting agar mahasiswa lebih siap memasuki dunia profesional dengan kemampuan yang lengkap.

Baca Juga: Hasil Kunjungan Prabowo ke Prancis, 4 Kesepakatan Komersial Bidang Pertahanan Energi dan Perdagangan

Khusus mahasiswa kelas reguler, tersedia pula kesempatan penempatan kerja ke luar negeri, termasuk Jepang melalui Program Ginoujisshusei dan Tokuteiginou dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Program ini menjadi daya tarik tersendiri karena membuka peluang karier internasional sejak masih duduk di bangku kuliah.

Tak hanya fokus pada pendidikan, UNSAKA juga memiliki identitas visual yang sarat makna.

Baca Juga: Daftar 10 Universitas Terbaik di Malang Versi EduRank, UB dan UM Masih Jadi Favorit

Logo kampus dengan bentuk oval dan lima garis lengkung melambangkan semangat religius, tanggung jawab, serta kebersamaan seluruh civitas akademika dalam menjalankan visi dan misi kampus.

Warna biru, biru muda, dan merah pada logo juga memiliki filosofi mendalam.

Ketiganya melambangkan nilai edukatif-ilmiah, religius, dan nasionalisme yang menjadi fondasi kehidupan kampus.

Selain itu, warna tersebut juga menggambarkan nilai Dzikir, Fikir, dan Amal Saleh.

Baca Juga: Perdana Tembus Semifinal Super 750, Ini Calon Lawan Alwi Farhan di 4 Besar Singapore Open 2026

Sementara simbol buku terbuka menggambarkan UNSAKA sebagai tempat berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni untuk mencetak generasi yang berakhlak mulia dan profesional.

Adapun simbol intan merah melambangkan semangat kebangsaan, keberanian berpikir, dan ilmu yang memberi manfaat bagi banyak orang.

Di tengah kebutuhan pendidikan yang semakin dinamis, kehadiran UNSAKA menjadi pilihan menarik bagi generasi muda yang ingin kuliah dengan sistem fleksibel namun tetap memiliki peluang karier luas.

Sebab pada akhirnya, pendidikan bukan hanya soal gelar, tetapi tentang bagaimana seseorang dipersiapkan menghadapi masa depan dengan percaya diri dan kemampuan nyata.***