POJOKSATU.id - Jelang Hari Raya Idul Fitri seperti saat ini, tradisi mudik ke kampung halaman kembali ramai dilakukan masyarakat.
Perjalanan jauh pun tak terhindarkan, baik menggunakan transportasi darat, laut, maupun udara.
Dalam Islam, bepergian jauh bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga dianjurkan untuk disertai doa.
Baca Juga: Fakta Baru Kasus Andrie Yunus, Lebih dari Dua Pelaku dan Peran Berlapis
Nabi Muhammad saw bahkan mengajarkan doa khusus saat seseorang hendak melakukan perjalanan.
Doa tersebut dibaca ketika melepas kerabat atau sahabat yang akan bepergian, termasuk saat mudik Lebaran. Berikut bacaan doanya:
زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Zawwadakallâhut taqwâ, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta.
Baca Juga: PKS Purwakarta Siapkan Posko Mudik 24 Jam di Jalan Ahmad Yani
Artinya: “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam jalan kebaikan di mana pun kau berada.”
Sebagaimana dilansir NU Online, doa ini dijelaskan oleh Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), Ustadz Alhafiz Kurniawan, dalam tulisannya berjudul Doa Rasulullah ketika Orang Mudik Berpamitan.
Baca Juga: Masjid Pathok Negara, Penanda Batas Kerajaan dan Pusat Keagamaan di Yogyakarta
Disebutkan bahwa doa tersebut berasal dari riwayat Imam At-Tirmidzi dari sahabat Anas ra.
Dalam riwayat itu diceritakan, seorang sahabat datang kepada Rasulullah saw dan meminta bekal doa untuk perjalanan.
Rasulullah kemudian mendoakannya: "Zawwadakallâhut taqwâ."
Sahabat itu meminta tambahan, lalu Rasulullah melanjutkan: "Wa ghafara dzanbaka."
Baca Juga: Masjid Negara IKN: Masjid Raya Nusantara yang Disiapkan Menjadi Ikon Ibu Kota Baru
Saat diminta lagi, beliau menutup dengan: "Wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta."
Imam At-Tirmidzi menilai hadis ini sebagai hadis hasan, sebagaimana juga tercantum dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi.
Menurut Alhafiz Kurniawan, doa ini sangat dianjurkan dibaca saat melepas orang yang hendak bepergian jauh, termasuk saat mudik maupun arus balik.
Baca Juga: Sejarah Politeknik Negeri Bali: Dari Politeknik Universitas Udayana hingga Kampus Vokasi Unggulan
"Sahabat dan keluarga itu dianjurkan untuk melepas mereka yang mudik dengan doa Rasulullah," ujarnya.
Lebih dari sekadar doa, makna yang terkandung di dalamnya juga sangat dalam.
Doa ini mengingatkan agar seseorang tetap menjaga ketakwaan, menjauhi dosa, dan selalu berada di jalan kebaikan selama perjalanan.
Menariknya, doa ini juga boleh dilafalkan dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat.
Baca Juga: Staycation Lebaran Anti-Ribet: Nikmati Sisi Tenang Ibu Kota di Ascott Kuningan Jakarta
Di tengah padatnya perjalanan mudik, doa sederhana ini menjadi pengingat bahwa perjalanan bukan hanya soal sampai tujuan, tetapi juga tentang menjaga diri tetap dalam lindungan dan kebaikan di setiap langkah.***




