POJOKSATU.id - Mengkhatamkan Alquran merupakan salah satu amalan yang memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Ibadah ini menjadi semakin istimewa ketika dilakukan pada bulan Ramadan.
Ramadan dikenal sebagai bulan yang penuh berkah dan menjadi momen bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah.
Selain menjalankan ibadah wajib, banyak umat Muslim juga menambah berbagai ibadah sunnah agar mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
Salah satu amalan yang sering dilakukan pada bulan suci ini adalah membaca Alquran hingga khatam.
Tidak sedikit umat Islam yang membuat target khusus untuk menyelesaikan bacaan Alquran selama Ramadan.
Hal ini tidak lepas dari sejarah turunnya Alquran yang terjadi pada bulan Ramadan.
Karena itu, membaca dan mengkhatamkan Alquran pada bulan ini dianggap sebagai momentum yang sangat tepat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Mengutip dari buku Bekal Ramadhan dan Idhul Fitri 2 karya Saiyid Mahadhir, kegiatan tadarus Alquran memang banyak dilakukan oleh umat Islam selama Ramadan.
Aktivitas ini bisa dilakukan secara individu maupun secara berkelompok di masjid atau musala.
Banyak orang yang rutin membaca Alquran pada bulan tersebut biasanya juga membuat target untuk menamatkan bacaan mereka hingga khatam.
Meski demikian, perlu dipahami bahwa mengkhatamkan Alquran pada bulan Ramadan bukanlah kewajiban.
Ibadah ini termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan.
Didoakan oleh Para Malaikat
Salah satu keutamaan mengkhatamkan Alquran adalah mendapatkan doa dari para malaikat.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ad-Darimi:
Dari Abdah berkata: "Jika seseorang mengkhatamkan Alquran pada siang hari, maka malaikat akan mendoakannya hingga sore hari.
Dan jika dia menyelesaikannya ketika malam hari, maka malaikat akan mendoakannya hingga Subuh." (HR Ad-Darimi)
Hadis ini menunjukkan bahwa membaca Alquran hingga selesai merupakan amalan yang sangat dimuliakan.
Baca Juga: Makna Perintah “Iqra” pada Peristiwa Nuzulul Quran, Membaca Bukan Sekadar Teks
Doa Lebih Mudah Dikabulkan
Keutamaan lainnya dari mengkhatamkan Alquran adalah doa yang dipanjatkan setelahnya diyakini memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
Dalam Kitab Fadhail Al-Qur’an karya Al-Qasim bin As-Salam dan Ibnu Ad-Dharris disebutkan sebuah riwayat dari Abdullah bin Mas’ud yang mengatakan:
"Siapa yang mengkhatamkan Alquran maka doanya mustajab."
Selain itu, Imam At-Thabrani juga meriwayatkan hadis yang berbunyi:
"Barang siapa yang selesai melaksanakan salat fardhu, maka baginya doa yang mustajab. Dan barang siapa yang selesai membaca Alquran maka baginya juga doa yang mustajab." (HR At-Thabrani)
Karena itu, banyak ulama menganjurkan agar seseorang memperbanyak doa ketika selesai membaca Al-Qur’an hingga khatam.
Baca Juga: 27 Sekolah Kedinasan Buka Pendaftaran untuk Lulusan SMK 2026, Kuliah Gratis dan Peluang Jadi CPNS
Turunnya Rahmat Allah
Beberapa ulama juga menjelaskan bahwa khataman Alquran menjadi momen turunnya rahmat Allah SWT.
Mujahid, Abdah bin Abi Lubabah dan sejumlah ulama lainnya menukil sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa rahmat Allah hadir ketika seseorang mengkhatamkan Alquran.
Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas membaca Alquran bukan sekadar ibadah membaca, tetapi juga menjadi jalan untuk mendapatkan keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.
Diangkat Derajatnya oleh Allah
Keutamaan lainnya dari membaca dan mengkhatamkan Alquran adalah diangkat derajat seseorang oleh Allah SWT.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah SWT akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur'an), dan dengannya pula Allah akan merendahkan kaum yang lain." (HR Muslim)
Hadis tersebut menjelaskan bahwa kedudukan seseorang dapat menjadi mulia karena kedekatannya dengan Alquran.
Baca Juga: Tiga Hari Sebelum Penyiraman Air Keras, Dua OTK Terpantau Awasi Asrama KontraS di Jakpus
Amalan yang Dicintai Allah
Membaca Alquran hingga khatam juga termasuk amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT.
Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa seseorang pernah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW:
"Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?"
Beliau menjawab, "Al-hal wal murtahal."
Orang tersebut kembali bertanya, "Apa itu al-hal wal murtahal?"
Rasulullah SAW menjawab, "Yaitu orang yang membaca Alquran dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai, ia mengulanginya lagi dari awal." (HR Tirmidzi)
Makna hadis ini menunjukkan bahwa membaca Alquran secara terus-menerus hingga khatam lalu mengulanginya kembali merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
Baca Juga: Natalius Pigai Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku Penyiraman Air Keras Wakil KontraS
Menjadi Syafaat di Hari Kiamat
Alquran juga diyakini akan menjadi pemberi syafaat bagi orang yang rajin membacanya.
Hal ini disebutkan dalam hadis dari Abu Umamah, di mana Rasulullah SAW bersabda:
"Bacalah Alquran, sebab Alquran akan datang pada hari kiamat sebagai sesuatu yang memberikan syafaat kepada orang-orang yang membacanya." (HR Muslim)
Karena itu, membaca Alquran hingga khatam bukan hanya memberikan pahala di dunia, tetapi juga menjadi penolong bagi seorang muslim di akhirat kelak.
Doa Setelah Khatam Al-Qur’an
Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa sahabat Anas bin Malik biasa berdoa setelah mengkhatamkan Alquran.
Ketika selesai membaca Alquran, beliau bahkan mengumpulkan anggota keluarganya untuk berdoa bersama memohon kebaikan kepada Allah SWT.
Baca Juga: Natalius Pigai Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku Penyiraman Air Keras Wakil KontraS
Sementara itu, Imam Malik juga menyebutkan bahwa membaca doa setelah khatam Alquran merupakan amalan yang dilakukan oleh para sahabat Nabi.
Namun para ulama menjelaskan bahwa membaca doa khatam Alquran di dalam salat tidak memiliki dasar yang kuat dalam sunnah.
Hal ini juga dijelaskan oleh para ulama, termasuk dalam keterangan yang dinukil oleh Ustaz Abdul Somad dalam bukunya 37 Masalah Populer.
Meski demikian, membaca doa setelah khatam Alquran di luar salat tetap dianjurkan oleh sebagian ulama, termasuk oleh Imam Ahmad dari mazhab Hanbali.
Meski bukan dasar sunnah yang kuat, salah satu doa yang biasanya sering dibaca setelah khatam Al-Qur’an:
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَا نُسِّيتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Allhummarhamni bilquran. Waj'alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rohmah. Allhumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa 'allimnii minhu maa jahiltu warzuqnii tilawatahu aana-allaili wa'atrofannahaar waj'alhu li hujatan ya rabbal 'alamin.
Artinya:
"Ya Allah, belas kasihanilah aku karena Alquran. Jadikanlah Alquran sebagai imamku, petunjuk dan rahmat. Ya Allah, ingatkan aku dengannya bila aku lupa dan ajarilah aku apa yang tidak aku ketahui darinya. Berilah aku kemampuan untuk membacanya pada waktu malam dan siang. Jadikanlah ia sebagai hujjah bagiku wahai Tuhan semesta alam."
Baca Juga: Motif Pembunuhan Rahmadani Siagian Diduga Didasari Pertengkaran Keduanya Saat Nginap di Kamar
Ibadah ini juga menjadi cara bagi seorang muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup setiap hari. ***




