POJOKSATU.id - Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam bulan Ramadan.

Dalam Alquran disebutkan bahwa malam ini lebih baik daripada seribu bulan, sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah untuk meraihnya.

Menariknya, malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan mulai malam ini.

Banyak umat Muslim pun mulai semakin bersungguh-sungguh menghidupkan malam dengan shalat, membaca Alquran, berzikir, hingga memperbanyak doa.

Meski waktu pastinya dirahasiakan oleh Allah SWT, para ulama menjelaskan beberapa tanda yang dapat dirasakan oleh seseorang yang memperoleh keberkahan malam Lailatul Qadar.

Baca Juga: Bupati Rejang Lebong Minta Fee 15 Persen Dinas PUPR, Tandai Rekanan Pemenang dengan Kode Huruf

Kapan Malam Lailatul Qadar?

Dikutip dari NU Online, Allah SWT menganugerahkan Lailatul Qadar sebagai bentuk rahmat besar bagi umat Nabi Muhammad SAW.

Para sahabat dahulu sempat merasa khawatir karena usia umat Islam lebih pendek dibandingkan umat-umat terdahulu.

Melalui malam Lailatul Qadar, ibadah seorang Muslim dapat bernilai sangat besar. Ibadah pada malam ini bahkan disebut setara dengan ibadah selama 1000 bulan.

Lailatul Qadar diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.

Baca Juga: BCA Sesuaikan Jadwal Operasional Cabang pada Libur Nyepi dan Idulfitri 2026

Jika merujuk pada awal Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, maka kemungkinan malam-malam ganjil tersebut adalah:

  • Malam 21 Ramadan: Selasa, 10 Maret 2026 malam

  • Malam 23 Ramadan: Kamis, 12 Maret 2026 malam

  • Malam 25 Ramadan: Sabtu, 14 Maret 2026 malam

  • Malam 27 Ramadan: Senin, 16 Maret 2026 malam

  • Malam 29 Ramadan: Rabu, 18 Maret 2026 malam

Artinya, malam ganjil pertama pada sepuluh malam terakhir Ramadan dimulai malam ini.

Baca Juga: TPG Guru Agama Mulai Dicairkan Bertahap, 209 Ribu Lebih Guru PAI Termasuk Lulusan PPG 2025 Terima Tunjangan

Ciri Orang yang Mendapatkan Lailatul Qadar

Dirangkum dari NU Online, beberapa ulama termasuk Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menjelaskan tanda orang yang mendapatkan ucapan salam dan berjabat tangan dengan malaikat Jibril.

وعلامة ذلك اقشعرر جلده و ترقيق قلبه و تدميع عينيه
Wa ‘alaamatu dzaalik iqsyi‘raaru jildihi wa tarqiiqu qalbihi wa tadmii‘u ‘ainaihi.

Artinya: Tanda seseorang yang mendapatkan salam dan berjabat tangan dengan malaikat Jibril adalah gemetar kulitnya, hatinya menjadi lembut, dan air matanya senantiasa bercucuran. (Al-Jailani, II/23)

Selain tiga tanda tersebut, para ulama juga menjelaskan beberapa tanda lain yang sering dirasakan oleh orang yang mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar.

Baca Juga: Akademisi Bongkar Fakta tak Terbantahkan di Balik Stockpile Batubara dan Konflik Ruang Pembangunan di Jambi

1. Menjadi Semakin Baik

Salah satu tanda seseorang mendapatkan malam Lailatul Qadar adalah bertambahnya kebaikan dalam dirinya.

Ada perubahan menuju pribadi yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT. Hatinya menjadi lebih damai dan tenteram.

Ia mengalami perubahan dari ragu menjadi yakin, dari lalai menjadi lebih ingat kepada Allah, dari riya menuju keikhlasan, dari lemah menjadi lebih teguh, serta dari sikap sombong menjadi lebih rendah hati.

2. Merasa Tenang

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa salah satu ciri Lailatul Qadar adalah suasana penuh kedamaian yang berlangsung hingga terbit fajar.

Baca Juga: Dana BOS Madrasah Swasta 2026 Mulai Cair Rp4,5 Triliun, Bisa untuk Bayar Guru Non-ASN

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam ayat terakhir Surah Al-Qadr:

سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ
Salaamun hiya hattaa mathla‘il fajr.

Artinya: Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

Ketenangan ini bukan hanya suasana malam yang terasa damai, tetapi juga ketenteraman batin yang dirasakan oleh orang yang beribadah pada malam tersebut.

3. Semakin Bertakwa kepada Allah SWT

Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar biasanya merasakan peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ia menjadi lebih sadar akan kebesaran Allah, lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan, serta semakin kuat dorongan untuk menjauhi maksiat dan memperbanyak amal saleh.

Perubahan ini tidak hanya dirasakan pada malam itu saja, tetapi juga berlanjut dalam kehidupan setelahnya.

Baca Juga: Kasus Kanker Usus Besar Naik pada Usia Muda, Peneliti Soroti Pentingnya Skrining Sejak 45 Tahun

4. Khusyuk dan Nikmat dalam Beribadah

Pada malam Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi atas izin Allah SWT sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Qadr.

Karena itu, orang yang mendapatkannya sering merasakan kekhusyukan dan kenikmatan tersendiri ketika beribadah.

Salah satu amalan utama yang dianjurkan adalah mendirikan shalat malam. Imam An-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Man qaama lailatal qadri iimaanan wahtisaaban ghufira lahu maa taqaddama min dzanbih.

Artinya: Siapa saja yang mendirikan salat pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq Alaih)

Baca Juga: Jelang Lebaran, Bandung Siapkan Liang Lahat Baru di TPU Rancacili dan Cibiru

Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan ibadah pada malam tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi umat Islam untuk menghidupkan malam-malam Ramadan dengan penuh keimanan.

Meski demikian, Syaikh Khalid Al-Mushlih menjelaskan bahwa tidak ada ciri pasti yang dapat memastikan seseorang mendapatkan Lailatul Qadar.

Pendapat serupa juga disampaikan Imam At-Thabari. Ia menegaskan bahwa tidak ada tanda mutlak yang membedakan malam tersebut dari malam lainnya.

Siapa pun yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah pada malam-malam itu, berpeluang besar meraih kemuliaan Lailatul Qadar. ***