POJOKSATU.id - Bangun sahur memang jadi tantangan tersendiri, terutama bagi yang terbiasa begadang atau sulit terjaga pada dini hari.

Tak sedikit yang akhirnya melewatkan sahur dan tetap berpuasa hingga azan maghrib berkumandang.

Sebagian lainnya mencoba menyiasati dengan makan dalam porsi besar sebelum tidur, berharap rasa kenyang bertahan sampai sore.

Baca Juga: 10 Resep Kue Kurma untuk Lebaran, Manisnya Pas Bikin Kumpul Makin Hangat

Lalu, sebenarnya aman atau justru berbahaya berpuasa tanpa sahur?

Dokter Tegaskan Puasa Tanpa Sahur Tidak Aman
Seorang Dokter dan Ahli Gizi Masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M. Hum., menegaskan bahwa berpuasa tanpa sahur tidak aman untuk kesehatan.

"Tidak aman, makanya dianjurkan sahur oleh agama. Karena enggak masuk akal kalau perut kosong lebih dari 18 jam." terangnya saat dikonfirmasi Kompas.com (18/3/2025).

Baca Juga: 15 Kreasi Olahan Kurma yang Anti Bosan, dari Wedang Hangat sampai Bubur Ketan

Ia juga menjelaskan bahwa makan dalam porsi besar saat berbuka lalu melewatkan sahur tetap berisiko bagi tubuh. Pasalnya, proses pencernaan rata-rata hanya berlangsung sekitar tiga jam.

"Apalagi jika berbuka dengan yang manis setelah berpuasa 18 jam, terjadilah Yo-yo insulin akibat pola makan Yo-yo," tambahnya.

Pola makan Yo-yo atau diet yoyo adalah kondisi ketika berat badan naik turun drastis dalam waktu singkat. Pola ini mirip dengan kebiasaan puasa tanpa sahur lalu langsung mengonsumsi makanan manis saat berbuka.

Baca Juga: RESMI! SKTP Februari 2026 Sudah Terbit di Info GTK, Estimasi TPG Cair 24–27 Februari dan Ini Perbedaan ASN vs Non ASN yang Wajib Dipahami

Efeknya, lemak dalam tubuh justru meningkat ketika berat badan bertambah. Saat berat badan turun, jumlah sel lemak cenderung tetap, hanya ukurannya yang mengecil.

Dalam jangka panjang, sel lemak bisa mengalami hipertrofi (pembesaran ukuran sel) dan hiperplasia (penambahan jumlah sel).

Lemak tersebut bisa menumpuk di organ vital seperti liver dan pankreas, dikenal sebagai lemak visceral atau lemak perut.

Baca Juga: Kartu Prakerja 2026 Dipastikan Hoax! Kemnaker Resmi Ganti dengan Program Baru

Jika tidak terkontrol, risiko gangguan metabolisme hingga penyakit kardiovaskular bisa meningkat. Di sinilah letak bahayanya pola makan yang tidak teratur selama Ramadan.

Efek Puasa Tanpa Sahur bagi Tubuh
Selain risiko gangguan metabolisme, puasa tanpa sahur juga membawa sejumlah dampak lain bagi kesehatan.

1. Dehidrasi
Tanpa asupan cairan saat sahur, tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi. Kondisi ini membuat tubuh lemas, sulit fokus, hingga tekanan darah menurun.

Baca Juga: Angkat Warisan Kuliner Deli, Grand Cityhall Medan Suguhkan 8 Siklus Menu Ramadan

Saat sahur dianjurkan minum minimal dua gelas air putih ukuran 230 ml per gelas, serta mengonsumsi makanan berkuah dan buah-buahan yang kaya air.

2. Kekurangan energi
Tidak adanya asupan energi membuat tubuh cepat lelah dan kurang bertenaga.

Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, dan kentang dianjurkan saat sahur karena membantu menjaga energi lebih lama. Jika terus-menerus dilewatkan, berat badan bisa turun drastis dan berdampak pada kesehatan.

Baca Juga: Beasiswa Astra 2026 Dibuka! Kuliah Gratis 100 Persen di AstraTech, Dapat Uang Saku dan Asrama

3. Menurunkan daya tahan tubuh
Kurangnya nutrisi membuat sistem kekebalan tubuh melemah. Akibatnya, tubuh lebih rentan terkena penyakit seperti diare, nyeri tenggorokan, sembelit, hingga flu.

4. Risiko hipoglikemia
Sahur berperan penting menjaga kadar gula darah tetap stabil. Tanpa sahur, risiko hipoglikemia meningkat dengan gejala seperti pusing, gemetar, keringat dingin, lemas, bahkan penurunan kesadaran.

Baca Juga: Untuk Pertama Kali Tau Rasanya Mencari Duit, Perjalanan Magang Nasional MagangHub di PT Pojoksatu Indonesia

Selain itu, puasa tanpa sahur juga bisa memicu asam lambung naik, menurunkan massa otot, dan mengganggu keseimbangan tubuh secara keseluruhan.

Sahur bukan sekadar formalitas sebelum berpuasa, melainkan bagian penting dari pola makan sehat selama Ramadan.

Tubuh yang dirawat dengan baik akan membuat ibadah terasa lebih ringan dan khusyuk. Jangan sampai niat baik berpuasa justru mengorbankan kesehatan yang seharusnya dijaga.***