POJOKSATU.id – Roti jala kuah kari menjadi salah satu makanan khas puasa di Kota Medan yang selalu dinanti saat Ramadan tiba.
Sajian ini bukan sekadar menu berbuka, tetapi juga bagian dari tradisi kuliner yang menghadirkan kehangatan dan kebersamaan di meja makan.
Di tengah suasana Ramadan yang penuh harapan, aroma kuah kari yang kaya rempah terasa begitu menggugah selera.
Roti jala dengan motif khasnya disajikan bersama kuah kari ayam yang gurih dan lembut, menciptakan perpaduan rasa yang membekas di lidah.
Cita Rasa Rempah yang Kuat dan Hangat
Kuah kari pada hidangan ini menggunakan daging ayam sekitar 500 gram yang dimasak bersama kentang, daun salam, daun jeruk, serai, lengkuas, tomat, dan santan.
Kombinasi rempah seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai, kunyit, jahe, ketumbar, dan lada bubuk menghasilkan rasa yang kaya dan mendalam.
Baca Juga: Ramadan 2026 Datang, Saatnya Manfaatkan 5 Peluang Bisnis Ini untuk Tambah Cuan
Proses memasaknya dimulai dengan menumis bumbu halus hingga harum. Setelah itu, ayam dan kentang dimasak hingga empuk sebelum santan dan tomat dimasukkan.
Hasilnya adalah kuah kari yang kental, gurih, dan terasa hangat saat disantap setelah seharian berpuasa.
Menariknya, rasa kuah kari ini tidak terlalu pedas, sehingga cocok dinikmati seluruh anggota keluarga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Roti Jala dengan Motif Unik
Roti jala dibuat dari campuran tepung terigu, telur, santan, minyak goreng, dan sedikit garam. Adonan kemudian disaring agar halus dan dibagi menjadi dua bagian dengan pewarna kuning dan hitam.
Adonan dimasukkan ke dalam botol berlubang kecil, lalu disemprotkan ke atas pan teflon panas membentuk pola jaring. Setelah matang, roti dilipat dan digulung rapi.
Motif jala inilah yang menjadi ciri khas sekaligus daya tarik visual dari hidangan ini.
Baca Juga: Dicoret dari PBI Meski Cuma Dapat Rp30 Ribu Sehari, Tukang Es Ini Dipaksa Bayar BPJS Mandiri
Warna kuning melambangkan kehangatan dan semangat Ramadan, sementara warna hitam memberi sentuhan estetika yang unik di atas piring saji.
Simbol Kebersamaan Saat Berbuka
Jika ditarik ke konteks lebih luas, roti jala kuah kari bukan hanya soal rasa.
Di Kota Medan, menu ini kerap hadir dalam momen berbuka bersama keluarga besar maupun komunitas.
Sajian hangat ini seolah menjadi simbol kebersamaan dan dekap hangat antaranggota keluarga setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Tradisi menyantap roti jala saat Ramadan juga menunjukkan kekayaan kuliner Sumatera Utara yang sarat pengaruh budaya Melayu dan India dalam penggunaan rempah-rempah.
Cara Membuat Roti Jala Kuah Kari
Berikut cara membuat roti jala kuah kari:
1. Tumis bumbu halus bersama daun salam, daun jeruk, lengkuas, dan serai hingga harum.
2. Masukkan ayam dan kentang, masak hingga empuk.
3. Tambahkan tomat dan santan, masak hingga mendidih dan kuah mengental.
Baca Juga: Geger! Anggaran MBG Tembus Rp335 Triliun, Satu Dapur SPPG Saja Habiskan Rp4,5 Miliar!
4. Campur semua bahan roti jala, aduk rata, lalu saring.
5. Bagi adonan, beri pewarna, lalu semprotkan di atas teflon panas hingga membentuk jala.
6. Lipat dan gulung, sajikan bersama kuah kari hangat.
Hidangan ini paling nikmat disantap dalam keadaan hangat, tepat saat azan Magrib berkumandang.
Baca Juga: Sudah Jadi PPPK, JHT Tak Bisa Cair? Ternyata Karena Ini! Simak Penjelasan Resmi BPJS
Roti jala kuah kari bukan sekadar menu buka puasa. Ia adalah warisan kuliner yang menyatukan rasa, tradisi, dan kebersamaan masyarakat Kota Medan.
Di setiap gulungan roti dan setiap sendok kuah kari, ada cita rasa yang membara sekaligus menghadirkan kedamaian di bulan suci. ***
Untuk informasi lengkap seputar ramadan 2026 bisa kunjungi website ramadhan pojoksatu.id.




