POJOKSATU.id - Niat puasa Ramadan masih dapat dilakukan meskipun tanda imsak telah berbunyi, selama belum masuk waktu Subuh atau belum terbit fajar shadiq.

Penegasan ini penting untuk meluruskan anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa imsak adalah penanda dimulainya puasa.

Puasa Dimulai Sejak Terbit Fajar Shadiq

Secara syariat, waktu puasa dimulai sejak terbit fajar shadiq hingga matahari terbenam. Ketentuan ini merujuk langsung pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 187:

"uḫilla lakum lailatash-shiyâmir-rafatsu ilâ nisâ'ikum, hunna libâsul lakum wa antum libâsul lahunn, ‘alimallâhu annakum kuntum takhtânûna anfusakum fa tâba ‘alaikum wa ‘afâ ‘angkum, fal-âna bâsyirûhunna wabtaghû mâ kataballâhu lakum, wa kulû wasyrabû ḫattâ yatabayyana lakumul-khaithul-abyadlu minal-khaithil-aswadi minal-fajr, tsumma atimmush-shiyâma ilal-laîl, wa lâ tubâsyirûhunna wa antum ‘âkifûna fil-masâjid, tilka ḫudûdullâhi fa lâ taqrabûhâ, kadzâlika yubayyinullâhu âyâtihî lin-nâsi la‘allahum yattaqûn".

Baca Juga: TPG Guru Non ASN Mulai Cair Februari 2026, SKTP Jadi Kunci Utama

Ayat ini memiliki arti;

"Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu.

Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu.

Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar.

Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa".

Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Sekolah Ramadan 2026, Belajar di Rumah hingga Libur Panjang

Ayat ini menegaskan bahwa batas dimulainya puasa adalah terbitnya fajar, bukan imsak. Fajar shadiq inilah yang kemudian menjadi penanda masuknya waktu Subuh, yang dalam praktik sehari-hari biasanya ditandai dengan azan Subuh atau azan kedua.

Imsak Bukan Penanda Mulainya Puasa

Waktu imsak yang umum dikenal di Indonesia biasanya ditetapkan sekitar 10 menit sebelum Subuh.

Penetapan ini bukan bagian dari rukun puasa dan tidak memiliki konsekuensi hukum membatalkan sahur atau niat.

Imsak berfungsi sebagai pengingat dan bentuk kehati-hatian, agar umat Islam bersiap menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa ketika waktu Subuh benar-benar tiba.

Baca Juga: Sumbawa Masuk Daftar Nasional, Siap Bangun Sekolah Terintegrasi SD–SMA

Dengan demikian, ketika tanda imsak telah berkumandang, seseorang masih diperbolehkan berniat puasa.

Bahkan, dalam kondisi tertentu, seperti terlambat bangun sahur, masih dibolehkan makan dan minum selama diyakini belum masuk waktu Subuh.

Dalil Hadits Sahih tentang Batas Waktu Sahur

Ketentuan ini diperkuat oleh hadits sahih Rasulullah SAW. Dalam riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Umar dan Aisyah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah SAW bersabda:

“Bilal mengumandangkan azan pada malam hari, maka makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan.”

Aisyah radhiyallahu ‘anha menjelaskan bahwa Ibnu Ummi Maktum tidak mengumandangkan azan Subuh kecuali setelah terbit fajar.

Baca Juga: THR ASN 2026 Segera Cair, Ini Para Penerimanya dan Besarannya

Hadits ini dengan jelas menunjukkan bahwa selama azan Subuh belum dikumandangkan, makan, minum, dan niat puasa masih diperbolehkan.

Anjuran Menyempurnakan Sahur dan Niat

Meski secara hukum niat puasa masih sah setelah imsak, umat Islam tetap dianjurkan untuk menyelesaikan sahur dan memantapkan niat sebelum waktu imsak. Anjuran ini bertujuan menjaga kehati-hatian serta kesempurnaan ibadah puasa.

Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadits riwayat Imam Ahmad:

“Bersahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.”

Hadits ini menegaskan pentingnya sahur, namun tidak menjadikannya terikat dengan waktu imsak, melainkan dengan masuknya Subuh.

Baca Juga: Ribuan Guru Madrasah Swasta Tuntut Kehadiran Negara, PGM Indonesia Siap Aksi Nasional Besok, Pernyataan Ini Ikut Memicu

Meluruskan Pemahaman yang Keliru

Penegasan ini diharapkan dapat meluruskan pemahaman yang keliru di tengah masyarakat yang menganggap imsak sebagai batas akhir niat dan sahur.

Dalam praktik syariat Islam, batas utama puasa adalah masuknya waktu Subuh, bukan tanda imsak. ***