POJOKSATU.id - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam kerap melantunkan doa Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya‘bana wa ballighna Ramadhan.
Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT memberikan keberkahan di bulan Rajab dan Sya‘ban, serta menyampaikan umat Islam hingga bertemu Ramadan.
Artinya, “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya‘ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.”
Doa tersebut telah lama dikenal dan diamalkan oleh banyak kaum Muslim sebagai bagian dari persiapan spiritual menghadapi bulan penuh ampunan.
Dalil dan Anjuran Membaca Doa Menyambut Ramadan
Dalam buku Doa dan Amalan di Bulan Rajab, Sya‘ban, dan Ramadan terbitan Zahra Publishing House, dijelaskan bahwa anjuran membaca doa menyambut Ramadan didasarkan pada kebiasaan para sahabat dan ulama terdahulu.
Tradisi ini dipandang sebagai bentuk kesiapan batin sebelum memasuki bulan ibadah.
Persiapan tersebut bukan hanya soal menunggu waktu, melainkan menata niat, memperbaiki kualitas iman, serta menumbuhkan kerinduan untuk kembali bertemu Ramadan.
Lafal Doa Menyambut Bulan Ramadan
Doa yang paling sering dibaca menjelang Ramadan berbunyi, Allāhumma bārik lanā fī Rajaba wa Sya‘bāna, wa ballighnā Ramaḍān.
Artinya, “Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya‘ban, serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadan.”
Karena singkat dan mudah dihafal, doa ini kerap diamalkan dalam doa harian, pengajian, maupun setelah salat.
Makna dan Keutamaan Membaca Doa Menyambut Ramadan
Setiap kalimat dalam doa tersebut mengandung makna mendalam. Selain memohon agar diberi umur panjang hingga Ramadhan, doa ini juga menjadi ungkapan syukur atas kesempatan hidup yang Allah berikan.
Permohonan keberkahan sejak bulan Rajab dan Sya‘ban mencakup harapan akan kesehatan, keteguhan iman, serta kesiapan lahir dan batin untuk menjalani Ramadan dengan amal ibadah yang maksimal.
Baca Juga: Rutin Membaca Buku, Ini Dampaknya bagi Perkembangan Otak dan Kemampuan Berpikir
Di dalamnya juga tersirat pengakuan bahwa usia dan kesempatan beribadah sepenuhnya berada dalam kehendak Allah SWT.
Dengan membaca doa ini, seorang Muslim diingatkan untuk mempersiapkan diri lebih awal, memperbaiki niat, dan menjadikan Ramadhan sebagai momentum peningkatan ketakwaan, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Apakah Doa Ini Bersumber dari Hadis Shahih?
Pertanyaan mengenai keabsahan doa ini kerap muncul di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, penceramah dan penulis Islam asal Arab Saudi, Syekh Muhammad Saleh Al-Munajjid, menegaskan bahwa tidak ada hadis shahih dari Nabi Muhammad SAW yang secara khusus menjelaskan keutamaan bulan Rajab.
Baca Juga: Komisi 10 DPR Desak Guru Honorer Diangkat PPPK Penuh Waktu, Bukan Paruh Waktu
“Tidak ada hadits sahih dari Nabi SAW yang berbicara tentang keutamaan bulan Rajab,” kata Syekh Al-Munajjid, dikutip dari aboutislam, Minggu, 1 Februari 2026.
Ia mengutip pendapat ulama besar Ibnu Utsaimin yang menyatakan bahwa bulan Rajab tidak memiliki keutamaan khusus dibanding bulan sebelumnya, selain termasuk dalam bulan haram.
Tidak ada puasa, salat, umrah, atau amalan khusus yang dianjurkan secara spesifik di bulan ini.
Status Hadis Doa Allahumma Barik Lana
Doa Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya‘bana diriwayatkan dari Anas bin Malik dan tercantum dalam beberapa kitab karya Imam Ahmad, At-Tabarani, dan Al-Baihaqi. Namun, para ulama hadis menilai sanad riwayat tersebut lemah.
Imam An-Nawawi dalam Al-Adhkar, Ibnu Rajab dalam Lata’if al-Ma‘arif, serta Syekh Al-Albani dalam Da‘if al-Jami‘ sepakat bahwa hadis tersebut berstatus dhaif.
Selain itu, tidak terdapat keterangan yang menunjukkan anjuran khusus membaca doa ini pada malam pertama bulan Rajab.
Syekh Al-Munajjid menegaskan, doa tersebut sejatinya adalah permohonan keberkahan secara umum. Karena itu, boleh dibaca kapan saja tanpa keyakinan adanya waktu tertentu yang disunahkan secara khusus.
Doa Bertemu Ramadan Tetap Dianjurkan
Meski tidak ada doa khusus yang benar-benar shahih dari Nabi SAW untuk menyambut Ramadan, para ulama sepakat bahwa memohon kepada Allah agar dipertemukan dengan Ramadan adalah amalan yang dibolehkan dan bernilai baik.
Baca Juga: Jadwal UTBK 2026 Resmi Ditetapkan, Ini Jadwal Lengkap dan Ketentuan Pendaftaran Mahasiswa Baru
Ibnu Rajab Al-Hanbali menyebutkan, para salaf terdahulu biasa berdoa selama enam bulan agar Allah mempertemukan mereka dengan Ramadan, dan enam bulan berikutnya agar amal mereka diterima.
Yahya bin Abi Katsir meriwayatkan salah satu doa mereka, “Ya Allah, lindungilah aku hingga Ramadhan, lindungilah Ramadhan bagiku, dan terimalah amal ibadahku.”
Dengan demikian, meskipun tidak ada doa menyambut Ramadan yang benar-benar shahih secara khusus, memperbanyak doa dan mempersiapkan diri secara spiritual tetap menjadi amalan yang dianjurkan. Wallāhu a‘lam. ***




