POJOKSATU.id - Bullying atau perundungan di sekolah adalah masalah serius yang dapat mengganggu proses belajar, psikologis, serta perkembangan anak.
Untuk menjamin hak anak dalam lingkungan pendidikan, maka sangat penting bagi sekolah untuk menjadi ruang aman dan ramah anak, bukan sekadar tempat belajar, namun tempat tumbuh dan berkembang secara sehat.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyebutkan sekolah ramah anak merupakan model pendidikan yang memastikan setiap anak berada dalam lingkungan yang aman secara fisik, sosial, dan psikologis, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi.
Baca Juga: MA Nuuru Zamzam: Mencetak Generasi Berilmu dan Berakhlak Mulia di Garut
Namun, perlu diperhatikan pencegahan bullying di sekolah memerlukan langkah kolaboratif antara seluruh warga sekolah: siswa, guru, orang tua, dan pihak sekolah.
Untuk mewujudkan sekolah ramah anak dan menekan angka bullying, berikut beberapa langkah nyata yang bisa dilakukan di sekolah:
1. Membangun lingkungan sekolah yang inklusif dan mendukung nilai-nilai menghormati sesama serta keberagaman. Lingkungan seperti ini dapat mengurangi potensi munculnya tindakan perundungan.
2. Melakukan edukasi menyeluruh tentang bullying: apa yang dimaksud, jenisnya (fisik, verbal, sosial, cyberbullying), dampaknya, serta bagaimana anak dan guru dapat melapor dan menghentikannya.
3. Menetapkan kebijakan anti-bullying yang jelas, lengkap dengan prosedur pelaporan dan sanksi bagi pelaku, serta dukungan untuk korban. Transparansi dan konsistensi adalah kunci.
4. Melibatkan orang tua secara aktif: mendukung anak di rumah, berkomunikasi dengan sekolah, serta membimbing anak dalam memahami empati dan menghormati sesama.
5. Meningkatkan keterampilan sosial siswa, seperti cara menyelesaikan konflik secara damai, penghormatan terhadap teman, dan mengelola emosi—sehingga anak tidak mudah menjadi pelaku atau korban.
6. Pemberdayaan siswa sebagai agen perubahan: siswa-sebagai teman sebaya (peer support), kampanye anti-bullying, dan ruang dialog terbuka membantu menciptakan budaya sekolah yang lebih sehat.
Baca Juga: Tak Perlu Antre Panjang, Begini Cara Booking Online Pendaftaran di Mal Pelayanan Publik Garut
7. Evaluasi dan pemantauan secara berkala terhadap program anti-bullying dan kondisi lingkungan sekolah agar bisa diperbaiki secara sistematis.
Melalui langkah-langkah tersebut jika dijalankan secara konsisten, sekolah dapat bergerak dari sekadar institusi akademik menjadi “rumah besar” yang ramah dan mendukung perkembangan anak secara utuh.
Dengan komitmen bersama dari pihak sekolah, guru, orang tua, dan siswa, serta dukungan kebijakan yang kuat, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang aman dari bullying.
Baca Juga: 3 Hotel Hidden Gem di Bogor yang Murah Tapi Nggak Murahan!
Saat sekolah menjadi tempat yang ramah anak, maka hak setiap anak untuk tumbuh, belajar, dan berpartisipasi secara wajar bisa terwujud dengan lebih baik. ***




