POJOKSATU.id, MENJADI Menjadi orang tua tentu penuh dengan cinta sekaligus tanggung jawab yang besar. Bukan hanya memastikan kebutuhan fisik anak terpenuhi, tetapi juga menjaga agar si Kecil tumbuh sehat secara emosional.
Nah, salah satu kondisi emosional yang belakangan ramai diperbincangkan dan perlu diwaspadai orang tua, khususnya bagi anak perempuan, adalah Daddy Issues.
Kondisi ini bisa memengaruhi kepercayaan diri anak hingga caranya membangun hubungan dengan orang lain di masa depan.
Baca Juga: Klarifikasi Video Viral, Kepala BKN : Tidak Ada Sedikitpun Maksud Merendahkan PPPK
Wajib Tahu Apa Itu Daddy Issues?
Daddy Issues adalah istilah psikologis untuk menggambarkan masalah emosional seorang anak—terutama anak perempuan—yang disebabkan oleh hubungan kurang baik dengan ayah.
Kondisi ini bisa muncul saat anak merasa kurang mendapatkan perhatian, kasih sayang, atau dukungan dari figur ayah.
Biasanya hal ini terjadi karena ayah terlalu sibuk, jarang hadir secara emosional maupun fisik, atau adanya konflik keluarga yang menghambat komunikasi.
Akibatnya, anak perempuan bisa tumbuh dengan rasa kurang percaya diri, sulit membangun hubungan sehat, hingga mencari validasi berlebihan dari orang lain.
Dampak Daddy Issues pada Anak Perempuan
Jika tidak ditangani sejak dini, Daddy Issues bisa membawa beberapa dampak serius, seperti:
1. Sulit Membangun Hubungan Sehat
Anak perempuan yang mengalami Daddy Issues sering kali kesulitan mempercayai orang lain, khususnya pria, di kemudian hari.
Mereka bisa ragu menjalin hubungan yang stabil karena tidak memiliki contoh nyata hubungan yang sehat dengan ayah.
2. Rendahnya Rasa Percaya Diri
Kurangnya perhatian dari ayah bisa membuat anak merasa tidak berharga.
Si Kecil akhirnya mencari pengakuan dari luar, yang justru bisa mengganggu perkembangan rasa percaya dirinya.
Baca Juga: Pegawai Disdukcapil Kota Bandung Dilatih Berkomunikasi
3. Mencari Figur Ayah dalam Hubungan Romantis
Saat dewasa, anak perempuan mungkin mencoba mencari sosok ayah dalam hubungan asmara.
Sayangnya, hal ini kerap berujung pada hubungan tidak sehat, karena pasangan yang dipilih belum tentu benar-benar membawa kebahagiaan.
Cara Membantu Anak Mengatasi Daddy Issues
Meski terdengar serius, ada banyak cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah maupun membantu anak yang berpotensi mengalami Daddy Issues:
1. Beri Perhatian dari Kedua Orang Tua
Kehadiran ayah dalam kehidupan sehari-hari sangat penting loh .
Tidak harus hal besar saja, kita cukup dengan bermain bersama, mendengarkan cerita anak, atau menunjukkan dukungan nyata bisa membuat si Kecil merasa dicintai.
Baca Juga: Meluncur ke Unesa Surabaya, CoreLab Promedia 2025 Ajak Mahasiswa Selami Dunia Content Creator
2. Ajak Anak Mengungkapkan Perasaan
Dorong anak untuk berani berbicara tentang perasaannya.
Dengan komunikasi terbuka, anak merasa didengar, dan orang tua bisa memberikan dukungan emosional yang ia butuhkan.
3. Jadilah Role Model Positif
Hubungan harmonis antara ayah dan ibu adalah contoh nyata bagi anak.
Saat orang tua menunjukkan kasih sayang dan saling menghargai, anak akan belajar bagaimana menjalin hubungan yang sehat.
4. Dukung Ayah Lebih Terlibat
Kadang ayah merasa canggung atau terlalu sibuk sehingga kurang dekat dengan anak perempuan.
Ibu bisa mendorong ayah untuk meluangkan waktu dan terlibat aktif dalam momen kecil maupun besar kehidupan anak.
Menjaga Kesehatan Fisik dan Emosional Anak
Selain dukungan emosional, kesehatan fisik anak juga berperan besar dalam menunjang perkembangan psikologisnya.
Anak yang sehat secara fisik akan lebih aktif, memiliki energi untuk belajar, dan lebih siap menjalin hubungan sosial yang positif.
Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan orang tua untuk menjaga kesehatan fisik sekaligus emosional anak antara lain:
-Pola makan sehat dan bergizi untuk mendukung pertumbuhan tubuh sekaligus suasana hati yang stabil.
-Tidur yang cukup agar anak merasa segar dan mampu mengendalikan emosinya.
Baca Juga: Butuh Pengadaan Barang, Pastikan di Toko Perkakas Online Terpercaya!
-Aktivitas fisik rutin seperti olahraga ringan atau bermain di luar untuk menyalurkan energi sekaligus meningkatkan kebahagiaan.
-Lingkungan yang aman dan nyaman, bebas dari konflik, agar anak merasa terlindungi dan dicintai.
Saat anak merasa nyaman secara fisik, ia akan lebih mudah tidur nyenyak, tenang, dan memiliki suasana hati yang stabil.
Kondisi ini sangat berpengaruh pada perkembangan emosionalnya.
Anak yang tumbuh dalam keadaan nyaman biasanya lebih terbuka, mudah diajak berkomunikasi, dan siap menjalin ikatan emosional yang kuat dengan kedua orang tuanya, bahkan sejak bayi.
Karena itu, menjaga kenyamanan si Kecil—baik secara fisik maupun emosional—merupakan langkah penting untuk memastikan tumbuh kembang yang sehat serta mencegah munculnya masalah emosional di kemudian hari.
Daddy Issues memang bukan gangguan mental, tetapi kondisi psikologis yang nyata dan bisa berdampak besar pada anak perempuan.
Dengan memberikan perhatian penuh, dukungan emosional, serta menjaga kesehatan fisiknya, orang tua bisa membantu si Kecil tumbuh dengan percaya diri dan bahagia.
Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;
Nah, yuk mulai dari sekarang lebih peka terhadap kebutuhan emosional anak, agar mereka tumbuh tanpa beban masa lalu yang bisa memengaruhi masa depannya. ***




