POJOKSATU.id, BUNDA pernah enggak sih merasa gemas saat si Kecil cuma mau makan itu-itu aja? Apalagi kalau sudah mulai nolak sayur atau buah.

Duh, bikin khawatir banget soal gizinya ya. Nah, kondisi ini ternyata wajar banget lho, Bun.

Biasanya disebut picky eater alias anak yang suka pilih-pilih makanan.

Fenomena ini sering terjadi pada anak usia 2–5 tahun, bahkan bisa muncul sejak mulai MPASI.

Meski begitu, jangan anggap sepele ya, Bun, karena kalau dibiarkan bisa mengganggu tumbuh kembang Si Kecil.

Baca Juga: Siapa Pejabat yang Didampingi Muhammad Athaya Helmi Nasution di Austria? Berasal dari DPR, OJK, Hingga BI

Yuk, kita kulik lebih dalam penyebabnya dan tips mengatasinya biar Bunda nggak bingung lagi.

Kenapa Anak Bisa Jadi Picky Eater?

Bunda harus tahu ini karena ada beberapa faktor yang bikin anak jadi susah makan atau maunya makanan tertentu aja:

1. Pola makan enggak teratur

Banyak anak picky eater yang sebenarnya kebanyakan ngemil.

Akibatnya, pas jam makan utama mereka sudah kenyang duluan.

Makanya, penting banget bikin jadwal makan teratur: 3 kali makan utama ditambah 2 kali camilan sehat.

2. Rasa makanan terasa aneh di lidah anak

Tahukah Bunda, lidah anak punya lebih banyak papila pengecap dibanding orang dewasa? Jadi wajar kalau mereka lebih sensitif dengan rasa.

Baca Juga: 15 Ribu Peserta Hadiri Jambore Pramuka Muslim Dunia di Buperta, Polisi Imbau Hindari Exit Tol Cibubur

Ditambah lagi, dari bayi sudah terbiasa dengan rasa ASI atau susu formula yang manis, begitu dikasih rasa baru mereka langsung menolak.

3. Anak nggak lapar atau masih kenyang

Kadang, simpel aja, Bun.

Kalau anak belum lapar ya memang nggak mau makan.

Atau kalau pun mau, pilihannya ya makanan favoritnya aja.

Tenang, kalau tumbuh kembangnya normal, nggak perlu terlalu panik.

4. Makanan terlihat kurang menarik

Anak-anak itu gampang banget tertarik sama tampilan.

Kalau makanannya monoton, jangan heran kalau mereka bosan.

Penelitian bahkan bilang, tampilan makanan yang menarik bisa banget bikin anak lebih doyan makan, terutama sayur dan buah.

Baca Juga: Minimalisir Pernyataan Bikin Gaduh, Ini Pesan Penting dr Tirta untuk Para Menteri yang Baru Dilantik

Ini dia Tips Menghadapi Anak Picky Eater

Menghadapi anak picky eater memang butuh ekstra sabar.

Tapi tenang, Bun, ada beberapa trik yang bisa dicoba:

1. Jangan paksa anak makan

Memaksa justru bikin trauma makan, lho.

Ingat, butuh 10–15 kali percobaan sampai anak mau terbiasa dengan makanan baru. Jadi, sabar dan konsisten aja ya.

2. Sajikan makanan dengan variasi menarik

Coba bentuk nasi jadi bola-bola lucu, potong sayur jadi bintang, atau kasih nama unik seperti “sup jagoan”. Dijamin bikin anak penasaran.

3. Biarkan anak menyentuh makanannya

Anak biasanya menolak sesuatu yang asing.

Jadi kasih kesempatan mereka menyentuh, mencium, bahkan main-main dulu dengan makanannya. Itu proses kenal yang penting.

Baca Juga: PENGUMUMAN, Cek Hasil Lengkap UKPPPG Guru Tertentu Periode 2 Tahun 2025 : Peserta Dinyatakan Lulus Berhak Mendapatkan Sertifikat Pendidik

4. Ciptakan suasana makan menyenangkan

Gunakan piring warna-warni, sendok lucu, atau nyalakan lagu favoritnya saat makan.

Bisa juga trik kasih makanan yang kurang disukai di awal, lalu akhiri dengan makanan favoritnya.

5. Jadi role model

Anak itu peniru ulung. Kalau lihat Bundanya lahap makan sayur, besar kemungkinan ia juga ikut penasaran.

Jadi jangan lupa kasih contoh nyata.

Kapan Harus Khawatir?

Kalau Si Kecil masih picky eater tapi berat badan, tinggi badan, dan perkembangannya normal, Bunda nggak perlu panik.

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Tapi kalau sudah sering sakit, berat badan stagnan, atau makin menolak makanan, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi.

Jadi, Bun, anak picky eater itu wajar dan bisa diatasi asal kita sabar dan kreatif. Ingat, makan bukan cuma soal kenyang, tapi juga pengalaman yang menyenangkan untuk anak.

Yuk, jadikan waktu makan sebagai momen bonding yang asik, bukan medan perang. ***