POJOKSATU.id, PENELITI di Institut Pertanian Bogor (IPB) University mengungkapkan temuan mengejutkan terkait manfaat sarang tawon pengangkut (Eumenes coarctatus).

Ya, sarang tawon pengangkut yang keberadaannya kerap dianggap menganggu, lantaran membentuk gumpalan tanah di sudut rumah, ternyata berpeluang dijadikan bahan penyembuh luka.

Adalah Ivone Wulandari Budiharto, peneliti di IPB University dan tim yang mengungkap temuan potensi antimikroba yang terkandung dalam sarang tawon ini.

Baca Juga: Kemenag Gagas Program Sekolah Relasi Suami Istri 'SERASI', Kenali Apa saja Layanannya

Ivone dan tim peneliti IPB dalam penelitiannya menggunakan tikus sebagai objek percobaan dengan sayatan. Hasilnya menunjukkan adanya respons penutupan luka yang cepat saat sarang tawon pengangkut diaplikasikan.

Hal ini menunjukkan adanya aktivitas antimikroba dalam sarang tawon, yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses penyembuhan luka.

Ia mengatakan penelitian ini bukan tanpa tantangan. Ivone menyebutkan bahwa pengambilan sampel sarang tawon cukup sulit karena beberapa faktor seperti sengatan tawon, kerusakan sarang yang terbuat dari tanah, dan faktor lingkungan yang dapat memengaruhi komposisi sarang.

Baca Juga: Catat Jadwal Rekrutmen CPNS 2025, Batas Usia Diperpanjang: Peluang Bagi Profesional Berpengalaman

Tidak hanya itu, pengambilan sarang tawon juga harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak komposisi yang ada.

Penelitian tentang sarang tawon penganggu berawal dari kearifan lokal masyarakat Jawa yang telah lama memanfaatkan sarang tawon angkut-angkut untuk menyembuhkan luka, terutama pada bekas sunat.

Dimana, masyarakat biasanya mencairkan sarang tawon yang berupa gumpalan tanah dengan sedikit air, lalu menempelkannya pada luka sunat.

Baca Juga: Buntut Kasus Oknum Guru Lecehkan Sejumlah Siswi, Kepsek SMA Negeri 3 Depok Nonaktifkan Pelaku

Dalam waktu 7 hingga 13 hari, luka akan mengering tanpa menimbulkan nanah. Kearifan lokal inilah yang mendorong Ivone untuk meneliti kandungan yang ada di dalam sarang tawon angkut tersebut.

“Harapannya ke depannya, sarang tawon ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan gel antiseptik untuk luka gores dan luka bakar,” ujar Ivone dilansir dari laman resmi IPB, Kamis, 22 Mei 2025.

Pun demikian, Ivone mengungkapkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif dalam sarang tawon dan kemungkinan adanya simbion mikroba dari tawon itu sendiri yang dapat meningkatkan manfaatnya bagi kesehatan.

Baca Juga: Unesa Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Prestasi dan Disabilitas, Simak Persyaratannya

Dia menyadari, perlunya pengujian antimikroba yang lebih mendalam, termasuk pengujian terhadap bakteri dan jamur, untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif yang ada.

Ivone juga menegaskan uji keamanan juga penting jika sarang tawon ini akan digunakan secara luas sebagai bahan antimikroba. ***