POJOKSATU.id, KEMENTERIAN Agama mengusung program Sekolah Relasi Suami Istri (SERASI) untuk menekan angka perceraian dan memperkuat ketahanan keluarga.

Latar belakang diluncurkan program SERASI berdasarkan data Direktorat Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung, dalam lima tahun terakhir, tercatat 604.463 kasus perceraian pada pasangan dengan usia pernikahan 1 hingga 5 tahun, tertinggi dibanding periode pernikahan lainnya.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, Cecep Khairul Anwar, menjelaskan SERASI diperuntukkan bagi pasangan muda dengan usia pernikahan satu hingga lima tahun.

Baca Juga: Unesa Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Prestasi dan Disabilitas, Simak Persyaratannya

Cecep mengungkapkan SERASI mencakup dua layanan utama, yaitu Bimbingan Relasi Harmonis dan Bimbingan Literasi Keuangan Keluarga.

Relasi Harmonis merupakan layanan pasca-akad (after akad services) yang dirancang untuk mencegah perceraian, terutama pada usia pernikahan 1 sampai 5 tahun.

"Banyak perceraian disebabkan oleh konflik berkepanjangan. Karena itu, kami ingin membekali pasangan dengan keterampilan komunikasi dan penguatan relasi suami istri,” ujarnya dalam kegiatan Bimbingan Teknis Fasilitator Literasi Keuangan Keluarga di Jakarta, dilansir dari laman Kemenag, Kamis, 22 Mei 2025.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan 1.600 Guru Terbaik untuk Sekolah Rakyat, Wujud Nyata Komitmen Pendidikan

Dalam layanan Relasi Harmonis, pasangan akan dibimbing untuk mengenali persoalan rumah tangga, membangun komunikasi yang sehat, serta membiasakan musyawarah dalam menyelesaikan konflik.

“Diharapkan, suami dan istri dapat menjadi mitra yang saling mendukung dalam menghadapi dinamika kehidupan berkeluarga,” jelas Cecep.

Kemudian, Bimbingan Literasi Keuangan Keluarga ditujukan untuk meningkatkan kecakapan pasangan dalam mengelola keuangan.

Baca Juga: Siapa Ety Kuswandarini? Kepsek SMP Negeri 3 Depok Sebut Kasus Pelecehan Oknum Guru Penggiringan Opini

Materi yang diberikan meliputi penyusunan anggaran, pengelolaan dana darurat, hingga pemahaman investasi berbasis syariah.

“Di era digital, godaan keuangan sangat besar. Belanja online, pinjaman daring, dan perputaran uang digital yang cepat bisa menggoyahkan rumah tangga jika tidak dibarengi dengan kecakapan finansial,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Bina Keluarga Sakinah, Zudi Rahmanto, mengungkapkan, program SERASI akan melibatkan penghulu dan penyuluh agama yang telah mendapatkan pelatihan.

Baca Juga: Masih Ada Jamaah Haji Belum Sampai Jeddah Meski Ratusan Kloter Telah Tiba di Makkah!

Tidak hanya di Kantor Urusan Agama, penghulu dan penyuluh tersebut akan mendampingi keluarga muda di lingkungan masing-masing.

Program ini diharapkan dapat membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan adil. “Kami ingin problematika keluarga di Indonesia diselesaikan dengan baik, ketahanan keluarga meningkat, dan angka perceraian menurun,” tutup Zudi. ***