POJOKSATU.ID - Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Melalui sistem penerimaan siswa Sekolah Rakyat yang dirancang inklusif dan berfokus pada desil 1 dan 2 keluarga miskin ekstrem, pemerintah melangkah lebih jauh dengan melakukan renovasi pada 53 titik sekolah.
Selain infrastruktur, pemerintah juga memprediksi kebutuhan akan sekitar 1.600 tenaga pendidik, termasuk guru dan kepala sekolah, untuk mendukung program Sekolah Rakyat ini.
Baca Juga: Klaim Antusiasme Membludak! Sekolah Rakyat Kota Batu Jadi Pusat Harapan Pendidikan Gratis
Peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidik menjadi prioritas utama.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan pentingnya pelatihan peningkatan kompetensi bagi calon guru sebelum mereka bertugas di Sekolah Rakyat.
Penegasan ini disampaikan Gus Ipul usai penandatanganan Nota Kesepahaman penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kota Batu, Jawa Timur, pada Senin, 19 Mei 2025.
Langkah ini menunjukkan upaya terpadu dari pemerintah untuk memastikan bahwa anak-anak dari latar belakang ekonomi kurang mampu memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas.
Dengan renovasi fasilitas dan peningkatan kapasitas tenaga pengajar, diharapkan Sekolah Rakyat dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik, terlepas dari kondisi ekonomi keluarga mereka.***




