POJOKSATU.ID - Kemensos menegaskan bahwa fungsi utama sentra-sentra sosial di seluruh Indonesia sebagai pusat layanan rehabilitasi sosial tidak akan terganggu dengan adanya program Sekolah Rakyat.
Layanan perawatan, konseling, dan rehabilitasi sosial bagi masyarakat tetap menjadi prioritas dan akan terus berjalan seperti biasa.
Menteri Sosial menjelaskan bahwa sentra-sentra tersebut tetap berfungsi melayani individu yang membutuhkan perawatan, konsultasi, atau berbagai bentuk rehabilitasi sosial.
Program Sekolah Rakyat, yang dijadwalkan akan mulai beroperasi pada Juli mendatang, adalah inisiatif Kemensos yang bertujuan untuk memberikan akses pendidikan dasar bagi anak-anak dari keluarga rentan dan miskin ekstrem.
Baca Juga: Redistribusi Guru PPPK: Kabar Baik untuk Penempatan di Sekolah Swasta!
Meskipun sempat muncul kekhawatiran di masyarakat bahwa program pendidikan ini akan menggeser layanan utama sentra, Kemensos memastikan bahwa kedua fungsi tersebut akan berjalan secara harmonis.
Kehadiran Sekolah Rakyat tidak mengambil alih ruang atau mengurangi kapasitas layanan rehabilitasi, melainkan hadir sebagai pelengkap untuk menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pendidikan.
Inisiatif Sekolah Rakyat dipandang sebagai upaya konkret Kemensos dalam mengatasi masalah putus sekolah dan keterbatasan akses pendidikan dasar bagi anak-anak kurang mampu.
Program ini menargetkan pembangunan 100 titik Sekolah Rakyat hingga akhir tahun 2025.
Baca Juga: DAFTAR! Inilah Lokasi-lokasi Strategis Sekolah Rakyat yang Membutuhkan Guru!
Tahap pertama pembangunan sudah berjalan, dengan 63 titik telah masuk kontrak renovasi dan diharapkan beroperasi pada Juli 2025, melayani ribuan siswa.
Sementara itu, 37 titik lainnya sedang dalam proses survei untuk tahap kedua.
Seluruh kegiatan renovasi dan pembangunan Sekolah Rakyat dipastikan tidak akan mengganggu fungsi utama sentra sosial sebagai fasilitas rehabilitasi.
Hal ini menegaskan komitmen Kemensos untuk melayani baik individu yang membutuhkan layanan sosial maupun anak-anak yang memerlukan akses pendidikan dasar.
Respons cepat Kemensos terhadap isu-isu sosial di lapangan, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat dan keberlanjutan layanan rehabilitasi, mendapat apresiasi dari Komisi VIII DPR RI.
Langkah-langkah ini menunjukkan dedikasi Kemensos dalam memberikan dukungan konkret kepada kelompok rentan di Indonesia.
Slogan "Kemensos Selalu Ada" diwujudkan melalui tindakan nyata dalam menangani berbagai persoalan kemanusiaan, mulai dari bencana hingga isu putus sekolah.***




