POJOKSATU.id - Sebanyak 400 siswa kelas X SMK Muhammadiyah 3 Kota Tangerang Selatan melaksanakan kegiatan Observasi Pengenalan Lapangan (OPL) ke Kantor Radar Banten, Senin (8/12/2025).

Kunjungan ini menjadi bagian dari program pembelajaran berbasis pengalaman yang dirancang sekolah untuk membekali siswa sebelum memasuki dunia kerja maupun Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Para siswa datang dari beragam jurusan, mulai dari Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Broadcasting dan Perfilman (BP), Marketing, hingga Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Baca Juga: Kesempatan Emas Kuliah S3 di AS Lewat Beasiswa Fulbright, Pendaftaran Hingga Februari 2026

Melalui kegiatan ini, masing-masing jurusan diarahkan untuk memahami bagaimana kompetensi yang mereka pelajari diterapkan dalam lingkungan kerja profesional.

Wali Kelas TKJ 1, Bunaya, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut ditujukan untuk membuka wawasan siswa mengenai dinamika industri sebenarnya.

Tujuan kami agar anak-anak melihat langsung suasana perusahaan. Jadi ketika nanti mereka lulus, mereka tidak kaget saat terjun ke dunia kerja,” ujarnya, dikutip pojoksatu.id dari radar banten

Baca Juga: Alhamdulillah Lulus! Graduasi Penerima Bansos di Jakarta Meningkat Tajam Akhir 2025, Begini Dampaknya ke Warga

Menurutnya, penting bagi siswa untuk melihat secara langsung aktivitas perusahaan, agar mereka memiliki gambaran konkret mengenai budaya kerja dan proses operasional.

Ia menjelaskan bahwa pengalaman lapangan seperti ini dapat membantu siswa mengurangi rasa canggung ketika nantinya memasuki dunia kerja.

Dengan melihat langsung aktivitas yang berlangsung di kantor media, siswa dapat mempelajari bagaimana kedisiplinan, kerja sama tim, dan ketepatan waktu menjadi faktor penting dalam setiap proses produksi.

Baca Juga: Skema Single Salary Bagaimana Gaji Guru? Begini Potensi Terbesar Bikin Full Senyum!

Radar Banten dipilih sebagai lokasi kunjungan karena dinilai mampu memberikan gambaran utuh mengenai industri media masa kini.

Para siswa diajak mengenal proses pencetakan surat kabar, melihat alur kerja redaksi, hingga memahami bagaimana media konvensional kini bertransformasi ke platform digital.

Bunaya menambahkan bahwa perkembangan industri media perlu dipahami siswa sejak dini, terutama bagi jurusan yang berkaitan langsung dengan teknologi informasi, komunikasi, dan produksi konten.

Dengan demikian, mereka dapat menyesuaikan kemampuan agar tetap relevan di era digital.

Selain memperluas wawasan teknis, kunjungan ini juga menjadi sarana bagi siswa untuk menumbuhkan motivasi belajar.

Baca Juga: Satgas PKH Kejar Denda Rp 38 Triliun, 71 Korporasi Sawit dan Tambang Terancam Sanksi Berat

Lingkungan kerja nyata yang mereka lihat diharapkan mampu memantik semangat baru serta mendorong mereka lebih disiplin dalam mempersiapkan masa depan.

Bunaya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala, agar siswa memiliki pengalaman praktis yang memperkaya pembelajaran di sekolah.

Ia menekankan bahwa kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci penting bagi generasi muda dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.***