POJOKSATU.id = Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) sejak Jumat (31/10) sore membuat sejumlah kawasan kembali dilanda banjir.
Genangan air dengan ketinggian bervariasi terjadi di sedikitnya lima titik yang tersebar di beberapa kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel mencatat, wilayah-wilayah yang terendam antara lain Jalan Tembok Bolong RT 006/RW 12 Rempoa, Ciputat Timur.
Baca Juga: Penampakan Tanggul Jebol Yang Bikin Pondok Kacang Permai Kebanjiran
Perumahan Pondok Kacang Prima, Pondok Kacang Timur; PBI RW 22 Kelurahan Jombang; Jalan Masjid Darussalam, Gang Damam RT 009/RW 04, Pamulang; dan Jalan Flamboyan Adiraga RT 09/RW 12, Kelurahan Rempoa.
Kepala Regu Satuan Tugas Penanganan Bencana BPBD Tangsel, Dian Wiryawan, mengatakan bahwa banjir terparah terjadi di kawasan Perumahan Pondok Kacang Prima, Pondok Kacang Timur.
Menurutnya, jebolnya tanggul kali di sekitar kawasan tersebut menjadi penyebab utama meluapnya air ke permukiman warga. Akibat kejadian itu, air setinggi 65 sentimeter merendam rumah-rumah warga di sana.
“Warga yang terdampak di Pondok Kacang Prima tercatat sebanyak 180 kepala keluarga.
Selain itu, di wilayah PBI RW 22 Kelurahan Jombang, ketinggian air mencapai 30 hingga 60 sentimeter dengan jumlah warga terdampak sekitar 120 kepala keluarga,” ujar Dian saat dikonfirmasi, Jumat (31/10).
Dian menjelaskan, selain karena tanggul jebol, curah hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama juga menjadi faktor utama munculnya genangan di sejumlah titik.
Baca Juga: Polres Cirebon Kota Hadirkan Layanan SKCK Full Online Lewat Polri Super APP
Beberapa kawasan, lanjutnya, berada di daerah cekungan yang memang rawan tergenang bila hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Intensitas hujan yang cukup lama, ditambah kondisi topografi berupa cekungan, serta penyempitan saluran drainase di beberapa titik membuat air sulit mengalir. Akibatnya, banjir tidak bisa dihindari,” katanya.
BPBD Tangsel pun telah menurunkan puluhan personel untuk melakukan penanganan di lapangan.
Sejumlah peralatan seperti pompa air, perahu karet, hingga kendaraan operasional juga telah disiagakan guna membantu proses evakuasi dan penyedotan air.
“Tim sudah kami kerahkan ke beberapa lokasi sejak sore hingga malam.
Baca Juga: Ternyata ini Penyebab Perbedaan Data Keuangan Pemda dan Pusat
Kami terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan banjir, terutama yang dekat aliran kali dan saluran air besar,” ujar Dian menambahkan.
Hingga malam hari, genangan air di beberapa lokasi disebut mulai berangsur surut, meskipun di beberapa wilayah masih terlihat tinggi.
Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Dian juga meminta masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air agar tidak memperparah kondisi drainase.
“Kita sudah berupaya semaksimal mungkin, tapi partisipasi masyarakat juga penting agar banjir bisa diminimalisir. Jangan buang sampah ke got atau kali, karena bisa bikin mampet,” tegasnya.
Banjir kali ini menjadi pengingat bahwa persoalan drainase dan tata kelola air di Tangsel masih perlu perhatian serius.
Selain faktor alam, perilaku masyarakat dan perencanaan wilayah juga memiliki andil besar dalam munculnya genangan di musim hujan.
BPBD pun berjanji akan terus melakukan langkah antisipatif agar banjir serupa tak kembali terjadi di kemudian hari.***
