POJOKSATU.id - Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman almarhum Anggit Bima Wicaksana di Perumahan Graha Raya, Bintaro.

Kelurahan Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, setelah jenazah tiba dan langsung disambut isak tangis keluarga serta kerabat.

Jenazah almarhum yang berada di dalam peti dibawa dengan pengawalan langsung oleh Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman. 

Baca Juga: Awal Mula Kereta Cepat Muncul ke Indonesia, Gara-gara Jokowi Terpesona Diajak Xi Jinping

Menteri menyampaikan bahwa almarhum dikenal sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas kenegaraan.

“Banyak hal yang berkesan dari almarhum. Kepemimpinannya luar biasa dan pengabdiannya sangat tinggi. Kami berharap almarhum husnul khotimah,” ujar Muhammad di rumah duka, Rabu (20/10/2025).

Muhammad menyebut, Kementerian Transmigrasi akan memberikan penghargaan atas jasa almarhum yang telah berjuang demi negara, meskipun sebelumnya sempat dicegah oleh keluarga untuk berangkat ke Papua.

Baca Juga: Tiang Listrik Nyaris Roboh, Petugas Gerak Cepat Relokasi Kabel di Jalan Raya Serpong

“Kami sedang mempertimbangkan pemberian penghargaan atas jasa-jasa almarhum. Ayahanda almarhum sempat mencegah keberangkatannya, tetapi almarhum tetap teguh ingin mengabdi,” ungkap Muhammad.

Menurut Muhammad, almarhum Anggit pernah menyampaikan keinginannya untuk mengamalkan ilmu demi masyarakat Papua. Pesan tersebut menjadi warisan terakhirnya bagi Kementerian Transmigrasi.

“Beliau mengatakan ingin mengamalkan ilmunya untuk rakyat Papua. Ini pesan yang sangat menginspirasi para patriot transmigrasi,” katanya.

Baca Juga: KDM Bantah Dana Jabar Rp4,1 Triliun Ngendap di Bank, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Anak Buahnya Ngibulin Dia

Dengan wafatnya almarhum saat menjalankan tugas, Kementerian Transmigrasi memberikan penghormatan tinggi tidak hanya untuk almarhum, tetapi juga untuk seluruh patriot yang mengabdi di daerah transmigrasi.

Argan Yoga, kakak almarhum, menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Transmigrasi yang telah menerima adiknya untuk mengabdi demi negara.

“Saya berterima kasih kepada tim kementerian dan tim ekspedisi patriot yang telah menerima adik saya berjuang di Papua,” ujar Argan.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas pengantaran jenazah adiknya hingga tiba di rumah duka dengan lancar.

“Terima kasih atas penjemputan dan pengawalan jenazah adik saya. Ini adalah bentuk penghormatan yang sangat berarti bagi keluarga,” tambah Argan.

Baca Juga: Daerah yang Siap Cairkan Tambahan 100 Persen Tunjangan Sertifikasi Guru

Diketahui, Anggit Bima Wicaksana meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di kawasan transmigrasi Bomberey, Tomage, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua.

Saat itu, almarhum tergelincir akibat kondisi jalan licin dan tertabrak truk dari arah berlawanan.

Jenazah almarhum rencananya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.***