POJOKSATU.id, JAKARTA—Akademisi Indonesia yang berkarier di Singapura, Prof Sulfikar Amir PhD, membeberkan asal mula kereta cepat Whoosh muncul ke Indonesia.

Menurutnya, kereta cepat yang belakangan bermasalah dengan tumpukan utangnya mencapai Rp 116 triliun, bermula dari Presiden ketujuh Jokowi yang terpesona saat diajak Presiden China Xi Jinping.

Jokowi diajak Xi naik kereta cepat di China, dia pun terpesona dengan kereta ini dan berusaha membangunnya di Indonesia kala itu

Utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang ditanggung melalui konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) diketahui mencapai Rp116 triliun atau sekitar 7,2 miliar dolar AS.

Baca Juga: Cari Solusi Utang Whoosh, AHY Tak Ingin Jadi Polemik Pemerintah dengan Swasta dan Danantara

Prof Sulfikar Amir mengatakan, kereta cepat yang saat ini membebani negara bermula dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi berkunjung ke China pada periode awal kepemimpinannya sebagai Presiden RI.

Dia terpukau dengan kereta cepat yang dinaikinya bersama Presiden China, Xi Jinping.

"Jadi Jokowi waktu berkunjung ke Cina, saya enggak tahu, saya lupa tahun berapa mungkin 2015 atau 2017, diajak sama Xi Jinping naik kereta cepat, dan di situlah dia terpesona," kata Sulfikar dikutip melalui tayangan YouTube di Abraham Samad SPEAK UP, Rabu (22/10).

Baca Juga: Tiang Listrik Nyaris Roboh, Petugas Gerak Cepat Relokasi Kabel di Jalan Raya Serpong

Akademisi Nanyang Technological University (NTU), Singapura, menyebut Jokowi naif akan teknologi. Sehingga Jokowi menganggap kereta cepat China yaang terbaik.

"Jokowi kan agak naif soal teknologi. Jadi dia pikir kereta cepat buatan China sudah yang paling maju," sambungnya.

Sulfikar mengatakan, saat Jokowi meresmikan operasional KCJB di Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta Timur, pada Senin 2 Oktober 2025, di Beijing (Ibukota Negara China) berlangsung pesta meriah.

"Orang-orang di Beijing sangat bangga sekali, karena ini adalah pertama kali mereka berhasil mengalahkan Jepang," kata Sulfikar. ***