POJOKSATU.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mewaspadai potensi.
demonstrasi yang berujung anarkis menjelang satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sebagai daerah penyangga Ibu Kota, Tangsel dinilai memiliki posisi strategis dan berpotensi terdampak aksi massa yang bisa mengganggu kondusivitas wilayah.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menegaskan pihaknya telah mengambil langkah antisipatif untuk memastikan situasi keamanan tetap terkendali.
Perkuat Koordinasi dengan Aparat dan Intelijen
Pilar mengatakan telah menginstruksikan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk berkoordinasi dengan TNI, Polri
Badan Intelijen Negara (BIN), dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) guna memetakan potensi kerawanan di wilayah Tangsel.
“Kami juga minta para camat dan lurah ikut mendeteksi dini potensi kerawanan di lingkungannya, terutama agar anak muda dan pelajar tidak terlibat dalam aksi melanggar hukum,” jelasnya.
Baca Juga: Jadi Objek Vital Nasional, BRIN Alihkan Jalan di Puspitek Serpong
Pilar menegaskan, Pemkot Tangsel tidak melarang masyarakat menyampaikan aspirasi lewat aksi unjuk rasa, selama dilakukan secara damai dan bertanggung jawab.
“Silakan menyampaikan aspirasi, kritik, atau masukan kepada pemerintah. Tapi jangan sampai aksi itu dicederai oleh tindakan anarkis,” tegasnya.
Menjelang lima hari sebelum genap setahun pemerintahan Prabowo–Gibran, Pilar menyebut belum ada indikasi aksi besar yang berpotensi berujung rusuh. Meski demikian, langkah antisipatif tetap dijalankan.
“Aksi menyampaikan aspirasi itu wajar, bagian dari demokrasi. Tapi kalau informasi soal aksi anarkis, sejauh ini belum ada. Meski begitu, kita harus tetap siaga,” tandasnya.***
