POJOKSATU.id - Viral di media sosial, video yang memperlihatkan air di Kali Jalan Artowijoyo, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).
Berubah menjadi merah pekat sontak membuat warganet heboh.
Dalam video tersebut, aliran air tampak berwarna seperti darah yang mengalir deras di sepanjang saluran kali.
Baca Juga: Kapolsek Purwasari Suapi Danramil Klari di Kebun Jagung, Rayakan HUT TNI ke-80
Menimbulkan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran masyarakat sekitar.
Banyak warga yang langsung merekam dan membagikan momen itu ke berbagai platform media sosial.
Hingga menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen.
Baca Juga: Resep Rumahan Ayam Woku Khas Manado: Pedas, Gurih, dan Bikin Ketagihan
Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan segera turun tangan untuk menyelidiki penyebab fenomena tersebut.
Tim pengawasan lingkungan diterjunkan ke lokasi untuk mengambil sampel air dan menelusuri sumber perubahan warna di sepanjang aliran kali.
Berdasarkan hasil observasi awal, DLH menduga kuat bahwa perubahan warna air itu disebabkan oleh limbah cair dari industri makanan.
Bukan dari limbah bahan kimia atau tekstil seperti yang sempat diduga oleh warga.
Dugaan ini muncul karena di kawasan tersebut tidak terdapat pabrik besar, melainkan sejumlah usaha kecil-menengah yang bergerak di bidang makanan dan minuman.
Menurut Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan DLH Tangsel, Carsono.
indikasi limbah pewarna makanan menjadi penyebab paling mungkin karena warna merah yang tampak di permukaan air.
Menyerupai zat pewarna yang biasa digunakan dalam produk pangan.
DLH juga menegaskan bahwa tidak ditemukan bau menyengat ataupun indikasi bahan kimia berbahaya yang biasa berasal dari limbah industri berat.
Meskipun begitu, petugas tetap melakukan uji laboratorium untuk memastikan komposisi zat yang mencemari air kali tersebut.
Warga sekitar sempat panik dan khawatir air yang berwarna merah itu bisa mencemari lingkungan sekitar.
Terutama karena aliran sungai melewati area pemukiman dan sawah kecil di sekitar Ciater dan Rawa Buntu.
Beberapa warga juga melaporkan adanya ikan yang mati di sekitar aliran air tersebut, meski jumlahnya tidak terlalu banyak.
DLH Tangsel terus menelusuri aliran air mulai dari Tandon Ciater hingga kawasan Kencana Loka BSD, untuk memastikan dari titik mana limbah berwarna merah itu berasal.
Pemerintah Kota Tangsel juga berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti membuang limbah sembarangan ke saluran air.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan limbah industri.
Termasuk skala kecil seperti rumah produksi makanan, perlu lebih diperhatikan agar tidak mencemari lingkungan.
Selain itu, DLH mengimbau masyarakat untuk aktif melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan, terutama pembuangan cairan berwarna atau berbau ke sungai dan drainase umum.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung dan DLH Tangsel menegaskan bahwa hasil uji laboratorium akan diumumkan setelah analisis selesai dilakukan.
Meskipun air di kali tersebut sudah mulai memudar warnanya setelah beberapa jam, fenomena ini tetap menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat.
Peristiwa air kali berwarna merah di Serpong bukan kali pertama terjadi.
Baca Juga: UIP JBT Berikan Kontribusi Peningkatan Kualitas Pendidikan di SDN Sarinagen
Dalam beberapa tahun terakhir, insiden serupa sempat muncul di beberapa daerah di Jabodetabek akibat limbah rumah tangga dan industri rumahan.
Karena itu, DLH Tangsel berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap kegiatan industri agar kejadian serupa tidak terulang.
Fenomena ini bukan hanya menyoroti soal pencemaran air, tetapi juga menjadi refleksi penting tentang kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.
Air kali yang berubah merah mungkin memudar dalam waktu singkat, tetapi dampaknya terhadap kepercayaan warga dan ekosistem di sekitar bisa bertahan lama jika tidak segera ditangani dengan serius.
"Ada dua kemungkinan. Jadi dari pewarna makanan sama pewarna pakaian.
Cuman saya bingung kalau pewarna pakaian emang di Tangsel ada industri tekstil? Nggak ada.
Baca Juga: Kado Manis HUT Banten ke-25, Gubernur Andra Soni Bangga Persita Tangerang Tambah Tiga Poin
Nah itu makanya saya ragu kalau terkait dengan pewarna pakaian," Kepala Pengendalian, Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan (PPKL) Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Carsono kepada wartawan, Senin (6/10/2025).
"Kemungkinan pewarna makanan ini.
Karena kalau Tangsel terkenalnya kulineran wilayahnya. Kalau pakaian, kalau ada pewarna pakaian," tambahnya.
Baca Juga: Istri Wapres Keempat Umar Wirahadikusuma Berpulang di Usia 95 Tahun, Dimakamkan di TMP
Carsono meminta warga aktif jika melihat ada pihak yang membuat lingkungan tercemar. Dia menyebut pihaknya belum menemukan sumber utama yang membuat kali itu berwarna merah.
"Lapor aja ke 112 atau ke Dinas Lingkungan Hidup. Sampaikan aja, sumber titiknya ada di mana. Nanti kita turunkan tim pengaduan.
Kita udah kerjasama dengan kewilayahan kok. Jadi bisa lapor ke RT RW atau ke kelurahan," katanya.
Baca Juga: Benda Antariksa Diduga Meteor Jatuh di Cirebon Timbulkan Dentuman Keras, Begini Penjelasan BRIN
Sebelumnya, video menunjukan air di Kali Jalan Artowijoyo, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) berwarna merah viral di media sosial.
Belum diketahui penyebab air berwarna merah.
Dilihat detikcom, perekam video mengatakan kali itu dekat Rawabuntu. Dia mempertanyakan penyebab air berwarna merah.
Baca Juga: Kuota 400 Mahasiswa, Ini Cara Daftar KIP Kuliah UIN Sumut 2025, Lengkap dengan Syarat dan Jadwal Lengkapnya
"Di Rawabuntu, ih serem banget. Apa ini ya kira-kira. Airnya jadi merah," ujar perekam.
Tampak air berwarna merah pekat. Tidak terlihat adanya aktivitas di aliran kali tersebut.***
