POJOKSATU.id - Usaha lokal seperti merchant tak lagi bisa dianggap sebelah mata. Di banyak wilayah Sumatera Utara (Sumut), bisnis tersebut kini menjalankan peran yang lebih besar dari sekadar tempat berbelanja.
Di zaman teknologi yang menyasar aktivitas harian, merchant menjadi titik layanan keuangan yang paling dekat, mudah diakses, dan dipercaya untuk melakukan berbagai transaksi harian, mulai dari tarik tunai, transfer, hingga pembayaran.
Fenomena inilah yang memotivasi Muhammad Arya Noval membangun usaha Agen Cell di salah satu sudut kawasan Pasar Sore, Deliserdang.
Kemudian, Arya memutuskan ekspansi dengan membuka cabang kedua usahanya di kawasan Pasar Sore, Deliserdang. Di sini, dia tidak hanya melihat peluang bisnis, melainkan juga kebutuhan nyata warga di sekitar.
Baca Juga: Daftar 3 Kampus Terbaik di Ambon Versi EduRank 2026, Universitas Pattimura Pimpin Peringkat
Wilayah yang ramai dari siang hingga malam itu membutuhkan akses transaksi keuangan yang mudah dan dekat. Namun saat itu, cabang keduanya belum memiliki mesin EDC sehingga belum dapat melayani berbagai kebutuhan transaksi yang kerap dicari masyarakat.
Perubahan mulai terjadi pada Desember 2024 ketika Arya bergabung dengan BukuAgen. Sebelum memiliki EDC, layanan di cabang kedua masih terbatas pada e-wallet, mobile banking, pembelian voucher, kartu perdana, dan aksesori.
Pelanggan yang ingin tarik tunai atau transaksi dengan kartu ATM sering kali belum dapat terlayani. Kehadiran mesin EDC membuka peluang baru bagi Arya untuk menjawab kebutuhan yang sebelumnya belum bisa dipenuhi.
Baca Juga: Terkait Tudingan TV Nasional Tak Beritakan Demo Mahasiswa 12 Juni, Begini Klarifikasi KPI
Layanan tarik tunai yang awalnya hanya sekitar lima transaksi per hari meningkat menjadi 10 hingga 15 transaksi per hari, terutama pada jam-jam sibuk menjelang malam. Total transaksi harian di tokonya pun kini mencapai sekira 300 transaksi per hari.
Seiring pertumbuhan transaksi, Arya juga memperoleh akses ke program Buku Modal dengan limit Rp10 juta. Tambahan modal kerja ini membantu menjaga ketersediaan saldo operasional sehingga toko tetap dapat melayani transaksi bernilai besar tanpa hambatan.
Dampaknya terlihat jelas dalam pertumbuhan bisnisnya. Pada periode September hingga Desember 2025, total transaksi di Agen Cell tercatat sebanyak 1.029 transaksi. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 2.066 transaksi pada periode Januari hingga Mei 2026.
Pertumbuhan ini menunjukkan bagaimana akses terhadap layanan keuangan dan modal usaha dapat memperkuat kapasitas merchant dalam melayani kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
Namun, bagi Arya, perubahan terbesar bukan hanya soal peningkatan transaksi. Yang paling terasa justru kepercayaan dari masyarakat.
"Sekarang bukan hanya pelanggan yang datang, tapi juga pemilik warung dan konter lain di sekitar sini yang membutuhkan saldo atau layanan tarik tunai. Mereka tahu kalau di sini selalu tersedia dan bisa diandalkan," ujar Arya.
Kini, Arya mengelola tiga outlet dengan tiga mesin EDC dan tengah mempersiapkan ekspansi berikutnya ke kawasan pasar mahasiswa dan area sekitar kampus di Kota Medan.
Langkah tersebut tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
Kisah Arya menunjukkan bahwa inklusi keuangan tidak selalu dimulai dari kantor cabang bank atau institusi besar.
Baca Juga: Megawati Bela Demo BEM UI yang Diadang ke Bundaran HI, Anggap Mahasiswa Masih Takut
Melalui peran tersebut, merchant seperti Arya tidak hanya mengembangkan usahanya sendiri, tetapi juga membantu memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat di sekitarnya.
Kepercayaan warga terhadap bisnis yang dikembangkan Arya tumbuh secara alami karena kedekatan merchant dengan komunitas di sekitarnya.
Warga mengenal pemilik usaha secara langsung, berinteraksi setiap hari, dan merasa nyaman melakukan transaksi di tempat yang sudah mereka percayai.
Hal ini sejalan dengan visi BukuWarung dalam memperluas inklusi keuangan di Sumatera.
Head of Region Sumatera BukuWarung, Rolly Kirman, mengatakan di banyak wilayah di Sumut, tantangan akses layanan keuangan bukan hanya soal jarak ke bank, tetapi juga soal kepercayaan dan kemudahan.
Baca Juga: Temui Prabowo di Hambalang, Menkeu Purbaya Akui Bahas Kondisi Ekonomi
"Karena itu, kami melihat merchant lokal memiliki peran yang sangat penting sebagai penghubung antara masyarakat dan layanan keuangan," jelasnya.
"Ketika warga bisa melakukan transfer, tarik tunai, pembayaran, hingga mengakses berbagai layanan keuangan di toko yang mereka kenal dan percaya, maka inklusi keuangan dapat tumbuh secara lebih alami dan berkelanjutan di tingkat komunitas," pungkasnya. ***
