POJOKSATU.id - Baitulmaal Muamalat (BMM) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) memberangkatkan tim untuk memberikan bantuan ke masyarakat Gaza dalam Ekspedisi to Palestina – Ekspedisi Batch 2: Winter Survival.
Kepala Perwakilan BMM Sumut, Budi Syahputra, menjelaskan bantuan yang dibawa dalam Ekspedisi Palestina – Winter Survival senilai Rp3,5 miliar. Dan tim sudah berangkat mulai 10 Desember dan akan selesai pada 17 Desember 2025.
Budi Syahputra memahami akan banyak pertanyaan terkait memberangkatkan tim kemanusiaan ke Palestina di tengah bencana banjir dan longsor di Sumatra.
Dia memastikan BMM tidak melupakan masyarakat dalam negeri atau yang terdekat. BMM Sumut telah turun sejak 28 November 2025 dengan membuat dapur umum di tiga titik di Sumut. Begitu juga secara nasional.
Budi juga mengatakan, keberangkatan Ekspedisi Palestina – Winter Survival telah diagendakan jauh hari dan sempat ditunda akibat banjir Sumatra akhir November lalu, hingga memutuskan misi ini tetap dijalankan pada Desember 2025, untuk menyalurkan donasi amanah untuk warga Gaza.
"Rasa empati yang besar untuk saudara-saudara kita di Sumatra, yang tidak kita tinggalkan. Ini dari hari pertama kita untuk memenuhi panggilan saudara-saudara kita," ujarnya di Medan beberapa hari lalu, dalam acara konsolidasi dan silaturahmi akbar dengan mitra, sekaligus pelepasan relawan yang akan bertugas mendistribusikan bantuan musim dingin bagi warga Palestina.
Budi menjelaskan, dalam tim relawan Ekspedisi Palestina-Winter Survival terdiri dari 8 orang dari seluruh Indonesia, dan BMM Sumut memilih Kamal Khan Lubis sebagai relawan perwakilan Sumut.
“Bang Kamal telah bermitra dengan BMM selama kurang lebih tiga tahun. Kontribusi dan konsistensinya dalam aktivitas filantropi sangat signifikan. Jejak digital dan komitmennya pun sangat baik,” jelasnya.
Baca Juga: Bulan Desember 2025 Guru ASN Terima 6 Kali Gaji Pokok? Begini Ternyata Faktanya!
Budi menambahkan bahwa proses pemilihan relawan dilakukan melalui mekanisme penyaringan yang ketat dan terstandar secara nasional.
“Relawan yang diutus adalah mereka yang memiliki komitmen, rekam jejak, serta kesiapan terbaik dalam menjalankan misi kemanusiaan,” tegasnya.
Budi memastikan BMM memberikan yang terbaik dalam mempersiapkan tim ini termasuk keamanan, mulai dari persiapan visa.
"Eksepedisi transit di Jordan. Mudah-mudahan bisa masuk di Al Quds. Kita kerja sama dengan biro di Al Quds, seperti di tempat lain terjadi penjarahan dan penipuan bantuan, kita gunakan biro yang sudah berpengalaman. Dan daerah yang dituju disterilkan. Kita ada tim atau biro di sana untuk membantu," ungkapnya.
Sementara itu, Kamal Khan Lubis, Founder Sahabathijrahku, menyampaikan, tak menyangka akan terpilih sebagai salah satu relawan ke Palestina.
Dia menjelaskan, berangkat ke Palestina adalah hadiah dari Allah SWT, yang tak akan disia-siakannya untuk membantu saudara di Gaza.
"Bagi saya pribadi, ini hadiah tak disangka-sangka dari Allah. Mudah-mudahan, Allah berikan kesehatan. Dan jangan pernah meninggalkan saudara kita di Gaza. InsyaAllah saya jalankan amanah ini," ucapnya.
Pria yang akrab disapa Ustaz Kamal ini dikenal seorang aktivis kemanusiaan sejak zaman kuliah. Dia menuntaskan pendidikannya di Fakultas Pertenakan Universitas Sumatera Utara (USU), dan kini memiliki usaha kuliner dan suvenir Palestina.
Baca Juga: Gibran Kini jadi Pendiam, Rumahnya Hilang yang Tersisa Tasbih di Tangan
Ustaz Kamal menyempatkan berangkat ke Aceh Tamiang sebelum berangkat eskpedisi ke Palestina. Ini bukti, bahwa tidak melupakan saudara yang sedang dilanda banjir di dalam negeri.
“Isu Palestina sering kali ramai hanya pada saat momen tertentu. Padahal, kebutuhan mereka berlangsung setiap hari. Apapun kontribusi yang bisa kita lakukan untuk membantu, maka lakukanlah semampunya,” tuturnya.
Dia menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat Palestina sangat berat, terutama memasuki musim dingin.
Bahkan, gencatan senjata pun tak menghentikan kekejian zionist penjajah terhadap penduduk Gaza.
“Tidak ada kondisi yang benar-benar aman bagi warga Palestina. Cuaca ekstrem, keterbatasan kebutuhan pokok, dan situasi yang tidak stabil membuat bantuan kemanusiaan menjadi sangat penting,” tambahnya.
Sebagai penutup, Kamal menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk terus menjaga kepedulian terhadap Palestina.
“Teruslah berbicara tentang Palestina, sebarkan informasi yang benar, doakan mereka, serta meningkatkan kesadaran untuk menghindari produk yang terindikasi berkontribusi pada pelanggaran kemanusiaan," pungkasnya. ***
