POJOKSATU.id - Korban bencana banjir di wilayah Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan saat ini tengah diliputi kecemasan.

Pasalnya hingga saat ini mereka belum juga mendapat kepastian terkait tempat tinggal jika masa tanggap darurat terlewati.

Seperti dituturkan Masari Pasaribu kepada tim Gerakan Anak Negeri, pada Minggu 14 Desember 2025.

Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui  teks ini ==> Gerakan Anak Negeri

Masari menuturkan, di pengungsian bantuan makanan dan logistik relatif mencukupi karena terus berdatangan dari berbagai daerah.

Namun persoalan utama yang belum terjawab adalah terkait tempat tinggal para korban setelah masa darurat berakhir.

"Katanya masa darurat cuma dua minggu. Kalau sudah lewat, kami yang rumahnya rusak atau hanyut ini mau ke mana," katanya.

Baca Juga: Gibran Kini jadi Pendiam, Rumahnya Hilang yang Tersisa Tasbih di Tangan

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi rumah-rumah para penyintas banyak yang berupa puing-puing.

Kalaupun masih ada rumah yang tidak hanyut, tapi kondisinya kini sangat memprihatinkan.

Di sisi lain, material lumpur dan pepohonan yang dibawa banjir juga masih belum sepenuhnya dibersihkan.

Baca Juga: Belasan Korban Banjir di Sumbar Dilarikan ke RS, Dugaan Keracunan Makanan di Pengungsian

"Kami ingin tinggal di tempat yang layak," tutur dia.

Selain belum adanya kejelasan terkait perbaikan rumah, Masari menyebutkan kondisi psikologis warga juga belum pulih sepenuhnya.

Trauma masih membayangi, terlebih setelah sempat terjadi banjir susulan di wilayah tersebut.

"Setiap hujan kami langsung ketakutan," ungkap dia.

Harapan Masari pun menjadi harapan para penyintas bencana di sana.

Baca Juga: AHY Samakan Bencana Sumatera dengan Tsunami 2004, Skala Kerusakan Dinilai Lebih Meluas

"Harapannya, pemulihan ini bisa lebih cepat dan ada kejelasan, supaya masyarakat bisa keluar dari trauma," harap dia.

Karena itu, ia memohon pemerintah dan pihak terkait agar bisa memberikan kepastian.

Baik terkait skema perbaikan rumah, pembangunan hunian sementara, maupun solusi jangka panjang bagi warga terdampak.

Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui  teks ini ==> Gerakan Anak Negeri

"Kalau tidak ada kepastian, kami juga tidak tahu harus ke mana," tandas dia.***