POJOKSATU.id - Selama 4 hari berturut-turut beberapa wilayah di Sumatera Utara (Sumut) dilanda hujan tanpa henti hingga Kamis (27/11/2025), salah satunya Kabupaten Langkat.

Akibatnya, Sungai Tualang meluap dan berubah menjadi banjir besar yang merendam ribuan rumah di Kecamatan Besitang dan membuat Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Aceh lumpuh total.

Di beberapa titik, air naik hingga lebih dari satu meter. Truk besar masih bisa memaksa lewat, tapi mobil pribadi dan sepeda motor menyerah.

Baca Juga: Jelang Penghapusan Honorer 2026, Ini Aturan Penting PPPK Paruh Waktu, Hak Hingga Kewajiban Yang Harus Ditaati

Puluhan kendaraan terpaksa berhenti di bahu jalan atau memilih putar balik.

Situasi makin sulit karena akses komunikasi ikut tumbang. Camat Besitang, Restra Yudha, menyebut sinyal telepon hanya tersisa di sekitar Simpang Pangkalansusu.

“Sebagian wilayah benar-benar blank spot sejak banjir datang,” ujarnya.

Baca Juga: Siswi SD di Karawang Patah Tangan Usai Menolak Pinjamkan Kipas, Orangtua Minta Pelaku Dihukum

Tiga Desa dan Satu Kelurahan Tenggelam
Besitang menjadi titik terdampak paling parah. Tiga desa dan satu kelurahan Sekoci, Bukit Kabu, Kampung Lama, dan Pekan Besitang, terendam banjir dengan ketinggian bervariasi.

“Perkiraan warga terdampak sekitar dua ribu jiwa,” kata Restra.

Akses masuk kecamatan ikut terputus. “Menuju Aceh tidak bisa. Masuk Besitang hanya sampai Kampung Lama.” sambungnya.

Baca Juga: Skandal MBG Mengguncang! 28 Yayasan Diduga Dekat Parpol, ICW Ungkap Temuan Mengejutkan

Posko penanganan banjir sudah dibuka sebagai pusat koordinasi dan distribusi bantuan.

Jalinsum Tenggelam di Banyak Titik
Tidak hanya Besitang, ruas Jalinsum di Desa Bukit Mas dan Halaban juga tenggelam dalam genangan setinggi pinggang orang dewasa.

Arus deras dari luapan Sungai Besitang membuat kendaraan yang nekat melintas berisiko terseret.

“Ketinggiannya sekitar satu meter dan arusnya kuat,” ujar Surbakti, warga Bukit Mas.

Baca Juga: 4 Pesan Penting Walkot Blitar untuk 108 PPPK Paruh Waktu, Dalam Rangka Perkuat Reformasi ASN

Di Kelurahan Tangkahan Durian, Kecamatan Brandan Barat, jalan lintas kembali terendam hingga 80 sentimeter. Menurut Camat Brandan Barat, Fathan Nur, kondisi banjir kali ini lebih buruk dari sebelumnya.

“Air bukan hanya tinggi, tapi arusnya deras,” katanya.

Beberapa pengendara motor yang mencoba menerobos justru mogok di tengah jalan dan harus dievakuasi warga sekitar.

Baca Juga: Kenapa NIP PPPK Paruh Waktu Belum Terbit? Ini Penyebab Resminya Menurut BKPSDM

Besitang–Aceh Terputus, Warga Menunggu Air Surut
Hingga malam, tidak ada kepastian kapan Jalinsum bisa kembali dibuka. Arus air masih kuat, hujan belum sepenuhnya berhenti, sementara petugas terbatas akibat akses dan jaringan komunikasi yang ikut terputus.

Besitang kini menghadapi situasi ganda, jalan utama terendam, sinyal hilang, dan ribuan warga menunggu bantuan. ***