POJOKSATU.id - Turnamen bulu tangkis wondr by BNI Indonesia Masters 2025 siap digelar di Medan, 21-26 Oktober 2025 di GOR PBSI Sumut, Jalan Pancing, Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut).

Bagi penikmat bulu tangkis tanah air, Indonesia Masters 2025 menjadi turnamen yang menarik untuk disaksikan. Oleh karena itu, sebaiknya mengetahui detail harga tiket yang dibanderol panitia sebelum ke venue.

Penjualan tiket wondr by BNI Indonesia Masters 2025 dipatok mulai dari harga Rp30.000 dan tiket dapat dibeli setiap hari pada saat tiket box dibuka sebelum pertandingan dimulai.

Baca Juga: Targetkan Juara Umum, Sebut Tiga Negara Ini Rival Terkuat, Berikut Daftar Lengkap Pebulu Tangkis Tuan Rumah yang Berlaga di Indonesia Masters 2025

Rincian harga tiket; untuk Selasa (21 Oktober 2025) dengan Rp30 ribu, Rabu (22 Oktober 2025) Rp30 ribu, Kamis (23 Oktober 2025) Rp40 ribu. Selanjutnya, Jumat (24 Oktober 2025) Rp40 ribu, Sabtu (25 Oktober 2025) Rp50 ribu dan final pada Minggu (26 Oktober 2025) Rp60 ribu.

Sekretaris Umum Pengprov PBSI Sumut, Kusprianto menjelaskan bahwa penjualan dilakukan langsung di lokasi untuk mengantisipasi lonjakan penonton, dengan kuota sekira 1000 orang yang bisa ditampung di GOR PBSI Sumut.

“Tiket online sudah kami tutup supaya tidak terjadi kekecewaan penonton. Kapasitas stadion sekitar seribu orang, jadi pembelian bisa langsung di tiket box,” ujarnya pada konferensi pers, Senin, 20 Oktober 2025.

Baca Juga: Indonesia Masters 2025 di Medan: 15 Negara dan 232 Pebulu Tangkis Siap Bertarung, Total Hadiah Rp1,8 Miliar

Kusprianto mengatakan optimis pelaksanaan tahun ini berjalan lancar. "Walau musim hujan, kami sudah menyiapkan segala antisipasi agar transportasi dan jadwal pertandingan tetap aman,” sebutnya.

Kusprianto, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan PBSI Pusat dan BWF kepada Sumatera Utara sebagai tuan rumah Indonesia Masters 2025.

“Alhamdulillah, kami merasa bersyukur sekali lagi Pengprov PBSI Sumut dipercaya menyelenggarakan Indonesia Masters 2025. Mudah-mudahan kegiatan ini bermakna positif bagi generasi atlet yang akan datang,” sebutnya.

Baca Juga: Prabowo Sumringah: Kejagung Serahkan Uang Hasil Korupsi CPO Senilai Rp13,2 triliun

Ia berharap penyelenggaraan turnamen internasional ini dapat memberi efek domino bagi pembinaan atlet muda daerah.

“Kegiatan ini bukan hanya pertandingan, tapi juga edukasi dan pengalaman. Dampaknya bisa langsung dirasakan oleh atlet-atlet di Sumatera Utara,” tambahnya.

Kusprianto mengungkapkan bahwa Sumatera Utara siap mengejar bidding untuk menjadi tuan rumah turnamen level yang lebih tinggi di masa depan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ungkap Hasil Survei Penilaian Integritas, Mayoritas Pemda Masuk Kategori Merah

“Kami tetap akan mengejar bidding tahun depan. Dari sisi sarana dan prasarana, kami sudah memenuhi standar nasional dan internasional. Jadi kalau nanti ada kesempatan menggelar level Super 300 atau 500, kami siap,” tegasnya.

Selain fokus pada turnamen internasional, PBSI Sumut juga berupaya menghidupkan kembali kejuaraan Sirkuit Nasional (SIRNAS) di wilayah barat Indonesia sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang.

“Kami ingin setelah Indonesia Masters ini, ada lanjutan berupa SIRNAS nasional. Itu penting untuk pembinaan atlet usia dini, anak-anak, remaja, hingga taruna,” jelasnya.

Baca Juga: Nasib PPPK di Ujung Kontrak, Ketidakpastian Formasi Bikin Pegawai Waswas

Kusprianto menambahkan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan PP PBSI untuk menggelar seleksi pelatihan wilayah barat pada November mendatang untuk menambah jam terbang atlet Sumut menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. ***