POJOKSATU.id, SUMUT - Dua tokoh Al-Washliyah diresmikan oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution sebagai nama jalan di ibu kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ini.

Kedua tokoh tersebut adalah H. Arsyad Thalib Lubis dan H. Abdul Halim Harahap.

Adapun nama jalan yang digantikan menjadi Jalan H. Arsyad Thalib Lubis adalah Jalan Mabar di Kecamatan Medan Perjuangan. Dan berikut profil H. Arsyad Thalib Lubis:

Baca Juga: Bakwan, Kuliner Tionghoa Paling Tersohor yang Banyak Namanya, Bermula dari Kisah Anak yang Berbakti

Profil
Tuan Syech Arsjad Thalib Lubis atau H. Arsyad Thalib Lubis, merupakan politikus Indonesia yang juga seorang penulis dan ulama serta tokoh pendiri Al Washliyah di Sumut.

Arsyad Lubis merupakan anak kelima dari delapan bersaudara. Ayahnya bernama H. Lebai Thalib Lubis bin Haji Ibrahim Lubis. Perkataan Lebai menunjukkan ia seorang ulama di daerahnya.

Ibunya bernama Markoyom binti Abdullah, kakek Muhammad Arsyad Thalib Lubis bernama Ibrahim Lubis yang berasal dari Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Baca Juga: Dugaan Korupsi PPPK : Begini Jawaban Polda Sumut Saat Ditanya Keterlibatan Kadisdik dan Bupati Langkat

Arsyad Lubis merupakan putra Mandailing kelahiran Tanah Melayu. Ia lahir di Stabat pada tahun 1908, dan meninggal dunia pada 6 Juli 1972.

Pendidikan Arsyad Thalib Lubis
Arsyad Thalib Lubis menjalani pendidikannya di berbagai daerah di Sumut. la mengenyam pendidikan sekolah umum di Sekolah Rakyat Stabat. Sedang Pendidikan agama la peroleh di Madrasah Islam di Stabat pada tahun 1917-1920.

Selanjutnya ia bersekilah di Madrasah Islam di Binjai (1921-1922), Madrasah Ulumil Arabiyah di Tanjung Balai, Asahan (1923-1924), dan Madrasah Hasaniyah Medan (1925-1930).

Kemudian ia mempelajari Ilmu Tafsir Hadis, Usul Fikih, dan Fikih kepada Syeikh Hasan Maksum (1884-1937) seorang ulama terkemuka di Medan.

Baca Juga: Terkenal di Asia Tenggara Berkat Campuran Pernikahan, Asal Laksa Banyak Versi, Kuliner Tionghoa Atau Persia?

la adalah seorang murid yang cerdas dan rajin sehingga ketika belajar di Madrasah Binjai, ia mendapat pekerjaan dari gurunya, H. Mahmud Ismail Lubis, untuk menyalin karangan yang akan dimuat di surat kabar.

Pekerjaan ini sekaligus menjadi latihan baginya dalam hal tulis-menulis yang menjadi salah satu profesinya di masa dewasa.

Pada awalnya Tuan Syekh H. Muhammad Arsyad Thalib Lubis mendapat pendidikan dari ayahnya yang sebagai ulama Stabat. Pendidikan Formal di dapat ia di sekolah rendah (Vervolg School) di Stabat.

Baca Juga: RESMI DARI BKN, Update Progres Penetapan NIP ASN 2023 per 29 Januari 2024: CPNS, PPPK Guru, PPPK Nakes dan PPPK Teknis Seluruh Indonesia

Setelah tamat tahun 1917 Tuan Arsyad melanjutkan pelajaran di Madrasah Islam Stabat bersama abangnya H. Baharuddin Thalib Lubis. Madrasah tersebut dipimpin oleh H. Zainuddin Bilah yang mendapatkan pendidikan di Mekkah.

Pada Tahun 1923-1924 Arsyad Lubis dan abangnya Baharuddin Thalib Lubis merantau ke Tanjung Balai Asahan untuk melanjutkan pelajaran mereka di Madrasa Ulum Arabiah dan Balaghah.

Syekh Abdul Hamid Muhammad adalah alumni dari Mekkah tahun 1916. Syekh Abdul Hamid inilah yang membuat reformasi kurikulum Madrasah dan Madrasah mulai belajar dibangku tidak lagi duduk bersilah.

Baca Juga: Usai Viral, Satu Dari Dua Orang Pelaku Pelecehan Seksual Berhasil Diamankan Polres Langkat

Setelah tamat dari Madrasah Ulumul Al Arabiyah, Arsyad Thalib Lubis melanjutkan ke Makhtab yang di pimpinan oleh Syekh Hasan Maksum di Medan.

Dari Hasan Maksum inilah Arsyad Thalib Lubis banyak dapat ilmu tambahan dalam bidang agama dan perbandingan agama.

Tokoh Al-Wahsliyah
Al Jamiyatul Washliyah di lahirkan pada tanggal 30 November 1930 di Medan, Sumatera Utara. Organisasi ini adalah penggembangan dari Debating Club para siswa di Maktab Islamiyah Tapanuli.

Baca Juga: Nikita Mirzani dan Rizky Irmansyah Dikabarkan Pacaran, Netizen Semangati Afnan Feby Kekasih Aspri Prabowo Itu

Pimpinan Debating Club itu adalah H. Aburrahman Syihab.

Abdurrahman memperhatikan kecerdasan Tuan Syekh H. Arsyad dan akhirnya mereka berdua dan H. Udin Syamsudin melahirkan organisasi Al Washliyah.

Disamping mereka bertiga ada seorang tokoh lagi dalam Al Washliyah yang sangat penting yaitu H. Ismail Banda yang wafat di Iran.

Dan berikut jabatan Syekh H. Muhammad Arsyad diinternal Al Washliyah :

Baca Juga: Lagi, Polda Sumut Ratakan Gubuk Sarang Narkoba di Medan Sunggal. Kabid Humas: Siapapun Ditindak Tegas!

1. Pendiri (Muassis) Organisasi Al Jamiyatul Washliyah.

2. Sekretaris Jenderal pertama Pengurus Besar Al Washliyah.

3. Utusan Al Washliyah ke Provinsi Sumatera Barat.

4. Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah.

5. Anggota Dewan Fatwa Al Washliyah di Medan.

6. Anggota Penguji Calon Guru Al Washliyah.

Baca Juga: Anies: Sepertinya Kampanye Joget- joget Sudah Mulai Berkurang Volumenya

7. Pimpinan Biro Dakwah (Zending Islam) bersama Guru Kitab Sibarani.

8. Guru Madrasah Tsanawiyah dan Al Qismul Al’Aly Al Washliyah.

9. Pendiri Universitas Al Washliyah.

10. Guru Besar Universitas Islam Sumatera Utara.

11. Guru Besar Universitas Al Washliyah. ***