POJOKSATU.ID- Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengungkapkan kekesalannya terhadap para elite yang melupakan akar rumput.

Kekesalan Megawati itu diungkapkan dalam pidato politiknya di perayaan HUT ke-51 PDIP yang digelar di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2024).

Mulanya, Megawati bercerita saat dirinya bertanya kepada capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD terkait kesediaannya dicalonkan sebagai capres dan cawapres.

Baca Juga: Puluhan Kernet Truk Sampah Kota Binjai Minta Kenaikan Gaji, DLH Binjai: Sudah Dinaikkan Rp1,5 Juta Perbulan

"Kalau saya memang berkeinginan Pak Ganjar saya tanya dulu, 'kalau kamu ditugasi, nanti marah juga orang bilang saya tugasi, memang saya harus menugasi (karena) beliau kader," kata Megawati.

"Kalau Pak Mahfud saya tanya juga, kalau nanti saya jadikan presiden dan apresiasi harus jalankan ya, yang namanya rencana untuk bagaimana memimpin bangsa dan negara ini," sambungnya.

Menurut Megawati, komitmen kebangsaan dan kerakyatan para calon pemimpin harus selaras dengan cita-cita luhur para pendiri bangsa dan kehendak rakyat Indonesia.

Baca Juga: Penyebab Meninggalnya Penyanyi Sinead O'Connor Terungkap, Pengadilan Hentikan Kasus

Presiden kelima RI itu lantas mengenang masa-masa saat kedua anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo, masih berusia kanak-kanak.

Dirinya selalu mengajarkan mereka untuk tidak melupakan akar rumput.

"Saya bawa Mbak Puan, Mas Nanan dari sejak masih TK kalau pergi ke TMP saya sebagai bawa bunga yang berlebih, saya bilang pada mereka, "setelah kita keluarga kita, kita tabur bunga, kamu cari nisan-nisan yang tidak bernama",” tutur Megawati.

Atas dasar itulah, Megawati mengaku geram jika ada elite yang melupakan akar rumput. Menurutnya, akar rumput tidak boleh dilupakan.

Baca Juga: Warga Temukan Jasad Perempuan Tergeletak di Pinggir Jalan Karawang

"Sekarang para elitenya, orang-orang yang berkelayakan melupakan yang namanya akar rumput, yang namanya wong cilik yang masih sengsara, yang tidak berkeadilan," pungkasnya. ***