POJOKSATU.id, BINJAI - Puluhan kernet truk sampah yang berada di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai melakukan unjuk rasa pada Selasa, (9/1/2024).
Dalam unjuk rasa tersebut mereka meminta kenaikan upah yang masih di bawah standar atau upah minimum kota (UMK) Kota Binjai. Mereka melakukan unjuk rasa di Jalan Jenderal Sudirman, Binjai Kota, Kota Binjai.
Seorang pengunjuk rasa bernama Rizak mengatakan jika mereka melakukan aksi damai untuk meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Binjai untuk menaikkan gaji mereka yang sudah bertahun lamanya tidak naik.
Baca Juga: Penyebab Meninggalnya Penyanyi Sinead O'Connor Terungkap, Pengadilan Hentikan Kasus
“Sudah bertahun tahun gaji kami tidak mengalami kenaikan. Untuk itu, kami meminta kepada Pemko Binjai agar menaikkan gaji kami,” ujarnya.
Ditanya berapa gaji yang diterima, Rizal mengaku, sebesar Rp1,1 juta per bulannya. Sementara UMK Binjai tahun 2024 ini sebesar Rp2.887.667.
Selain menuntut kenaikan gaji, puluhan kernet juga meminta alat kelengkapan kerja diganti.
Baca Juga: Alam Ganjar Ceritakan Pengalamannya Geluti Usaha eSports Bersama Pemuda Yogyakarta
“Peralatan yang ada sudah tidak layak lagi,” ucap para pendemo.
Usai menyuarakan aksinya, para pengunjukrasa akhirnya diterima oleh Wali Kota dan Sekretaris Daerah, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai di Aula Pemko Binjai.
Kadis LH Binjai, Amas Mansyur Siregar menyebut, tuntutan para pendemo sudah diakomodir.
Baca Juga: Warga Temukan Jasad Perempuan Tergeletak di Pinggir Jalan Karawang
Pria yang akrab disapa Alex ini juga menegaskan, untuk gaji para kernet truk sampah yang sebelumnya Rp1,1 juta kini menjadi Rp1,5 juta setiap bulannya.
“Hasil dari pertemuan tadi, untuk gaji mereka dinaikkan sebesar Rp400 ribu setiap bulannya. Jadi nominal yang diterima sebesar Rp1,5 juta,” jelas Alex.
Begitu juga dengan peralatan perlengkapan kerja. Alex menyebutkan bahwa hal itu juga sudah dianggarkan pada tahun ini.
Baca Juga: Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Meningkat di Karawang, DP3A Dorong Kesadaran Masyarakat
“Untuk peralatan perlengkapan mereka sudah dianggarkan, di antaranya baju dan sepatu,” pungkasnya. ***


