POJOKSATU.ID - Pojoksatu dan MagangHub mempertemukan saya pada dunia yang sebelumnya terasa jauh dari jalur akademik yang saya tempuh.

Sebagai mahasiswa lulusan Fisika, saya terbiasa berbicara tentang sistem, variabel, dan hubungan sebab-akibat.

Namun ketika saya ditempatkan di divisi bisnis digital PT Pojok Satu Indonesia melalui Program Magang Nasional MagangHub, variabel itu berubah menjadi engagement, conversion, dan revenue.

Baca Juga: PERHATIAN: Batas Akhir Pendataan Anak Penerima KPJ untuk PPDB 2026 Segera Berakhir!

Di sini saya belajar bahwa pola pikir ilmiah ternyata bisa bertahan di tengah dinamika industri media yang cepat dan kompetitif.


Keputusan yang Tidak Linear, Dari Fisika ke Bisnis Digital

Sebagai mahasiswa Fisika, saya terbiasa dengan teori dan praktikum.

Namun saya juga mencoba berbagai kegiatan di luar akademik.

Baca Juga: MagangHub dan Pojok Satu Indonesia, Ruang Belajar Nyata Lulusan Baru Menaklukkan Dunia Media Digital

Yakni terlibat dalam pengabdian masyarakat, program wirausaha, dan beberapa pengalaman lainnya.

Melalui proses itu, saya mulai tertarik pada bagaimana sebuah proyek dikelola secara lebih terstruktur.

Serta bagaimana strategi digital dapat digunakan untuk mengembangkan suatu produk atau ide.

Baca Juga: Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid, Muslimah Wajib Tahu Agar Ibadah Sah

Ketertarikan inilah yang kemudian mendorong saya untuk mencoba bergabung dan belajar langsung di divisi bisnis digital.


Ditempa dari Nol, Materi, Pitch Deck, dan Fondasi Strategi

Hari-hari awal di divisi bisnis digital tidak langsung berfokus pada target.

Saya terlebih dahulu mempelajari dasar-dasar bisnis digital bersama mentor.

Mulai dari menyusun Business Model Canvas (BMC), membuat pitch deck presentasi, hingga strategi dalam bisnis.

Proses tersebut membantu saya memahami bagaimana sebuah layanan diposisikan, ditawarkan, dan dijelaskan secara jelas kepada calon klien.

Baca Juga: Penerima Kartu Pekerja Jakarta (KPJ) Wajib Lakukan Pendataan Anak

Dari situ saya menyadari bahwa bisnis digital bukan hanya tentang menjual jasa.

Tetapi tentang memastikan solusi yang ditawarkan benar-benar relevan dengan kebutuhan klien.


Tanggung Jawab Baru di Main ke Bogor dan Good Bogor

Saya kemudian ditempatkan sebagai PIC untuk dua akun, yaitu Main ke Bogor dan Good Bogor.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Bakal Gelar Bazar Ramadan Serentak di 7 Kecamatan, Tekan Lonjakan Harga Sembako

Keduanya merupakan media digital yang mempromosikan lifestyle, kuliner, coffee shop, wisata, hingga hotel di Bogor.

Semua itu harus dengan konsep integrasi media sosial dan website sebagai nilai utama yang ditawarkan kepada brand.

Dalam peran ini, saya bertanggung jawab pada proses penawaran kerja sama.

Baca Juga: Strategi Video Marketing Cerdas: Memanfaatkan Online Video Editor untuk Meningkatkan Hasil Bisnis

Mulai dari mengirim DM, menyusun proposal, hingga mempersiapkan materi pitching kepada calon klien, dengan arahan dan evaluasi dari mentor saya, Kak Ayul.

Pada tahap awal, tim kami masih terbilang kecil dan bekerja dengan pembagian peran yang sederhana antara tim produksi, tim artikel, dan sisi bisnis.

Melalui bimbingan Kak Ayul, saya belajar bagaimana membangun komunikasi yang lebih terarah dengan klien.

Serta bagaimana menyusun penawaran yang tidak hanya menarik, tetapi juga relevan.

Justru di fase inilah saya merasa paling tertantang sekaligus menikmati prosesnya.

Dikarenakan saya bisa melihat secara langsung bagaimana sebuah kerja sama dibangun dari komunikasi awal hingga eksekusi.

Baca Juga: 1 Tahun Bandung Utama, Farhan Tancap Gas: MBG Meluas, 151 Koperasi Berdiri, 1.785 Rutilahu Tuntas

Ketika klien pertama berhasil saya dapatkan melalui penawaran yang saya susun sendiri, disitulah momennya.

Saya merasakan kepuasan tersendiri karena proses tersebut benar-benar saya jalani dari awal dengan pendampingan yang konsisten.

Pengalaman itu menjadi salah satu titik yang membuat saya semakin yakin untuk terus berkembang di proyek ini.

Baca Juga: Menu MBG Ramadan Disorot Orang Tua, Kepala BGN Tegaskan Perbedaan Paket Sudah Sesuai Jenjang Pendidikan


Bulan yang Sepi dan Pelajaran Tentang Konsistensi

Tidak semua bulan berjalan sesuai harapan.

Saya masih mengingat bulan Desember ketika respons campaign menurun.

Sementara target DM untuk dua akun tetap harus dijalankan setiap hari, dan di tengah tekanan itu rasa cemas sempat muncul.

Baca Juga: Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang Digaji Pakai Dana BOS, Nominalnya Setara Honorer

Situasi tersebut membuat saya dan tim harus mengevaluasi ulang pendekatan serta memperbaiki strategi yang kami gunakan.

Pitching Dadakan dan Telepon Pertama yang Mengubah Segalanya.

Salah satu momen paling menegangkan terjadi ketika saya harus pitching secara mendadak tanpa persiapan yang benar-benar matang.

Waktu itu suasana kantor cukup ramai, saya menyiapkan materi dengan cepat lalu mulai menjelaskan benefit yang kami tawarkan sambil menyesuaikannya dengan kebutuhan klien.

Di kesempatan lain, saya juga menerima telepon langsung dari klien saat pemahaman saya terhadap proyek masih terbatas.

Disertai percakapan yang awalnya terasa canggung itu justru berakhir dengan kesepakatan kerja sama.

Baca Juga: Fix! Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Kulonprogo Cuma Rp1 Juta, Tapi Masih Bisa Terima Tambahan Penghasilan


Setiap Campaign adalah Eksperimen

Saya tidak menyangka bahwa kebiasaan mengamati pola dan mencari hubungan sebab-akibat di ruang praktikum ternyata kembali saya temukan di ruang rapat bisnis digital.

Di sini, engagement, hook konten, boosting, komentar, hingga performa campaign bukan sekadar angka, tetapi sinyal yang perlu dibaca dengan cermat.

Kami berdiskusi, menguji ide, melihat respons audiens, lalu menyesuaikan strategi ketika hasilnya belum sesuai harapan.

Baca Juga: Akhirnya Keluar! Hasil Seleksi Administrasi PPPK Guru SMA Unggul Garuda Baru 2026, Ini Link Pengumuman dan Jadwal Sanggah

Setiap campaign terasa seperti percobaan kecil, dan setiap evaluasi membantu kami memahami pola yang sedang terbentuk.


Tim, Kepercayaan, dan Pertumbuhan yang Nyata

Jika ada satu hal yang paling membekas dari perjalanan ini, itu adalah tim Main ke Bogor dan Good Bogor.

Saya tidak berjalan sendiri.

Ada tim produksi yang turun melakukan visit, tim artikel yang menyusun cerita untuk setiap brand, koordinasi dan diskusi-diskusi kecil yang saling menguatkan di balik layar.

Baca Juga: Petir India

Dari setiap evaluasi, perbedaan pendapat, hingga keputusan yang kami ambil, saya merasakan bahwa kami tidak hanya bekerja sebagai rekan satu proyek.

Tetapi saling menguatkan dan tumbuh dalam proses yang sama.

Perjalanan ini mungkin tentang bisnis project main kebogor dan good bogor, tetapi yang akan selalu saya ingat adalah orang-orang yang ada di dalamnya.


Refleksi dan Langkah ke Depan

Program Magang Nasional MagangHub bersama PT Pojok Satu Indonesia memberi saya lebih dari sekadar pengalaman kerja.

Tetapi membentuk cara saya melihat tanggung jawab dan profesionalitas.

Baca Juga: Hilangkan Nyawa Siswa MTsN, Bripda Mesias Dipecat Polri, Maksimal Kurungan 15 Tahun Saja

Saya memahami bahwa jalur karier tidak selalu linear, dan latar belakang Fisika tidak membatasi saya untuk berkembang di bisnis digital.

Pengalaman ini membuat saya lebih percaya diri dalam mengambil peran, berkomunikasi, dan beradaptasi di lingkungan yang dinamis.

Saya bersyukur pernah berada di fase ini, karena dari setiap proses yang saya jalani, saya tahu saya sedang bertumbuh menjadi versi yang lebih siap untuk langkah berikutnya.***