POJOKSATU.id — Pergerakan massa dalam aksi buruh di kawasan Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026), diperkirakan dapat memengaruhi kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan Jakarta.
Polda Metro Jaya pun mengerahkan 1.550 anggota Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) untuk membantu mengatur arus kendaraan sekaligus mengantisipasi terjadinya kemacetan.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah menjelaskan bahwa pola pengaturan maupun rekayasa lalu lintas akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.
Baca Juga: Warga Sering Ngeluh Macet dan Sampah, Pemkab Jember Akhirnya Rombak Total Aturan Pasar Tanjung
"Alih arus akan diterapkan apabila diperlukan berdasarkan kondisi di lapangan," ujar Firman.
Kepadatan kendaraan berpotensi muncul di beberapa ruas yang menjadi jalur pergerakan masyarakat maupun massa aksi.
Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain koridor Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, Jalan Gatot Subroto di sekitar kompleks Gedung DPR/MPR RI, serta kawasan Monumen Nasional (Monas).
Selain melakukan pengaturan arus kendaraan, Ditlantas Polda Metro Jaya juga menempatkan personel pada sejumlah kawasan yang dinilai strategis untuk mendukung pengamanan lalu lintas.
Baca Juga: Siap Pecahkan Masalah Macet, Flyover Mangli Jember Ditargetkan Rampung Akhir 2028
Lokasi penempatan petugas mencakup Semanggi, kawasan Sudirman, UOB, Senayan, Gedung DPR/MPR RI, Bundaran Patung Kuda, dan Monas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut aspek kelancaran perjalanan warga turut menjadi perhatian aparat dalam pelaksanaan pengamanan aksi tersebut.
"Mobilitas masyarakat turut menjadi perhatian. Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan 1.550 personel di sejumlah kawasan," kata Budi.
Baca Juga: CFD Jakarta Mau Ditambah Jadi Sabtu-Minggu, Ada Kekhawatiran Polusi dan Macet Pindah ke Jalan Lain
Budi menambahkan, perubahan pola lalu lintas akan dilakukan jika situasi di lapangan menunjukkan adanya peningkatan kepadatan kendaraan ataupun ruas jalan yang harus ditutup karena terdampak kegiatan.
"Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional apabila terjadi peningkatan kepadatan maupun penutupan ruas jalan akibat kegiatan di sejumlah lokasi," ujarnya.
Masyarakat yang hendak bepergian di tengah berlangsungnya aksi buruh dapat mempertimbangkan beberapa rute alternatif untuk menghindari kawasan yang berpotensi mengalami kepadatan.
Pengendara yang berangkat dari Jakarta Barat menuju Monas dapat melewati Jalan Tomang Raya, kemudian melanjutkan perjalanan melalui Jalan Suryopranoto, Harmoni, hingga kawasan Monas.
Baca Juga: 3 Kali Jember Krisis BBM Akibat Macet, Bupati Gus Fawait Desak Pertamina Reaktivasi Depo Lokal
Bagi pengguna jalan dari Jakarta Selatan yang ingin menuju Monas, rute yang dapat dipilih meliputi Jalan Tendean, Jalan HR Rasuna Said, Jalan HOS Cokroaminoto, Tugu Tani, dan selanjutnya menuju Monas.
Sementara pengendara dari Jakarta Timur dapat mengambil jalur Jalan Jatinegara, Jalan Kramat Raya, Tugu Tani, kemudian meneruskan perjalanan ke Monas.
Adapun kendaraan dari Simpang Semanggi yang hendak menuju Slipi atau Tomang dapat menggunakan jalur Jalan Sudirman, Bendungan Hilir, Pejompongan, hingga Jalan Letjen S. Parman.
Pengguna jalan yang melintasi Jalan Gatot Subroto juga dapat menghindari kawasan tersebut dengan mengambil rute Jalan Gerbang Pemuda, Patal Senayan, Jalan Tentara Pelajar, kemudian menuju Jalan Letjen S. Parman.
Baca Juga: Hercules Bantah Terlibat Kerusuhan Usai Demo 27 Agustus, Sebaliknya Imbau Tak Ikut Demonstrasi
Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat yang tidak memiliki keperluan di sekitar lokasi aksi untuk memilih rute lain selama kegiatan berlangsung.
Penggunaan jalur alternatif diharapkan dapat membantu mengurangi beban lalu lintas di ruas jalan yang terdampak sekaligus menjaga kelancaran perjalanan warga.
"Kami mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi kegiatan untuk mempertimbangkan jalur alternatif agar perjalanan tetap nyaman dan lancar," kata Firman.***




