POJOKSATU.id, JEMBER – Teka-teki mengenai kelanjutan proyek pembangunan flyover atau jalan layang di perempatan Mangli, Kabupaten Jember, perlahan makin menemui titik terang.
Pembangunan proyek yang ditujukan sebagai pengurai kemacetan ini dipastikan terus berjalan sesuai jadwal.
Bupati Jember, Gus Fawait, secara langsung membeberkan progres terbaru proyek tersebut dalam acara "Gus Bupati Menjawab" yang digelar pada Minggu (20/9/2026) malam.
Baca Juga: Erwan Setiawan Dorong SMK Pastikan Lulusan Langsung Kerja: Jangan Ada yang Menganggur
Gus Fawait menegaskan bahwa pembangunan flyover Mangli saat ini dalam kondisi aman dan terus berproses.
"Tapi yang jelas flyover kita sudah on the track, perkembangannya sudah on the track" ungkap Gus Fawait.
Bahkan, bupati muda ini menyebut pemerintah pusat sangat agresif dalam mendorong percepatan proyek infrastruktur ini.
Baca Juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Kapolres Purwakarta, Warga Diminta Tidak Mudah Percaya
Pemkab Jember pun terus mengebut berbagai persiapan teknis agar tidak tertinggal.
"Kami memang agak sedikit kewalahan ya, mulai menentukan FS (Feasibility Study), DED (Detail Engineering Design) dan lain-lain, kita sudah berproses ini," jelasnya menambahkan.
Sebagai informasi, proyek jalan layang ini direncanakan akan membentang sepanjang 1,1 kilometer.
Baca Juga: Polemik Mutasi 'Nama Ajaib' Belum Reda, Suahasil Kini Lantik 14 Pejabat Kemenkeu Bawaan Sendiri
Tujuan utamanya tak lain untuk mengurai benang kusut kemacetan yang kerap terjadi di kawasan gerbang utama masuk Kota Jember tersebut.
Keseriusan pemerintah juga dibuktikan dengan kucuran dana yang fantastis.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menjadikan proyek ini sebagai prioritas nasional dengan memberikan dukungan anggaran hingga mencapai Rp800 miliar.
Lebih lanjut, Gus Fawait memaparkan bahwa pemerintah juga tengah mengkaji skenario penyesuaian terkait kawasan Pasar Mangli seiring dengan jalannya proyek.
Skenario itu termasuk mengevaluasi dua opsi panjang bentang flyover yang berkisar antara 700 meter hingga lebih dari 1 kilometer.
Baca Juga: Cara Bikin SKCK untuk Daftar Kerja 2026, Cek Syarat, Biaya dan Lama Proses
Ia menekankan bahwa proyek jalan layang ini bukanlah sekadar proyek fisik biasa, melainkan simbol lompatan Jember menuju daerah yang lebih maju.
"Flyover ini bagian dari simbol bahwa Jember sudah menjadi kabupaten atau kota besar dengan infrastruktur modern," tegasnya.
Gus Fawait menyadari pembangunan fisik berskala masif ini mungkin akan menimbulkan ketidaknyamanan sementara bagi warga sekitar dan pengguna jalan. Namun, ia menjamin hasil akhirnya akan sangat solutif.
Baca Juga: Suahasil Buka Suara soal Mutasi Purbaya: 'Sudah Sah', Lalu Apa yang Disempurnakan?
"Keberadaan flyover bukan untuk nambah masalah, keberadaan flyover adalah untuk memecahkan masalah kalau sudah jadi," tegasnya.
Mengenai target penyelesaian, bupati menargetkan fasilitas jalan layang perempatan Mangli ini bisa dinikmati masyarakat Jember dalam waktu sekitar dua tahun ke depan.
"Perkiraan jadi adalah di akhir tahun 2028," pungkasnya. ***



