POJOKSATU.id — Program Pemagangan Nasional atau MagangHub 2026 menjadi salah satu kesempatan yang menarik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin menambah pengalaman profesional sekaligus mendapatkan uang saku selama mengikuti program.
Melalui program tersebut, peserta akan memperoleh uang saku selama menjalani kegiatan pemagangan.
Masa pemagangan sendiri dapat dilaksanakan dengan durasi maksimal enam bulan sesuai ketentuan yang berlaku.
Nominal uang saku yang diberikan kepada peserta tidak seragam di setiap wilayah.
Baca Juga: Karhutla Kalimantan Kembali Picu Kabut Asap, Sekolah hingga Penerbangan Terdampak
Besarannya disesuaikan dengan upah minimum yang berlaku di daerah tempat peserta ditempatkan untuk mengikuti pemagangan.
Aturan terkait pemberian uang saku bagi peserta tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Kepmenaker) Nomor 65 Tahun 2026.
Berdasarkan ketentuan tersebut, uang saku peserta Magang Nasional 2026 berada pada kisaran Rp3,5 juta hingga Rp6 juta setiap bulan.
Baca Juga: Hotspot Karhutla Tembus 518 Titik di Kalimantan, Ribuan Personel Dikerahkan
Perbedaan nominal dipengaruhi oleh lokasi pemagangan dan besaran upah minimum yang berlaku di wilayah tersebut.
Artinya, peserta yang mendapatkan penempatan di daerah dengan standar upah minimum lebih tinggi berpotensi menerima uang saku lebih besar dibandingkan peserta yang menjalani pemagangan di wilayah dengan upah minimum yang lebih rendah.
Sebagai contoh, peserta yang ditempatkan di DKI Jakarta memperoleh uang saku sekitar Rp5,7 juta per bulan.
Baca Juga: Beasiswa Garuda 2026 Kirim 515 Siswa ke Kampus Top Dunia, Australia Jadi Tujuan Terbanyak
Sementara itu, peserta yang menjalani pemagangan di wilayah Bekasi maupun Karawang berada pada kisaran Rp5,9 juta per bulan.
Besaran tersebut mengikuti standar upah minimum yang telah ditetapkan untuk masing-masing daerah sehingga nominal yang diterima peserta dapat berbeda sesuai lokasi penempatannya.
Apabila seorang peserta mengikuti program selama enam bulan secara penuh, total uang saku yang diperoleh secara sederhana dapat berada di kisaran Rp21 juta sampai Rp36 juta.
Baca Juga: ATM MBG Usulan Romy Soekarno Segera Dibahas Komisi IX DPR, Bantuan Rp15 Ribu per Langsung ke Siswa
Meski demikian, jumlah sebenarnya tetap bergantung pada besaran uang saku yang berlaku di lokasi pemagangan masing-masing peserta.
Program Magang Nasional 2026 juga tidak hanya berfokus pada pemberian uang saku.
Peserta mendapatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman bekerja secara langsung sekaligus mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan di dunia profesional.
Selama mengikuti program, peserta juga memperoleh perlindungan berupa jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Ada Dua Insiden Tertemper KRL, KAI Tutup Permanen Perlintasan Liar Kalideres-Tebet
Peserta turut mendapatkan pendampingan dari mentor selama menjalani pemagangan.
Selain itu, tersedia kesempatan untuk memperoleh sertifikasi kompetensi yang disesuaikan dengan bidang pemagangan dan ketentuan program.
Dengan adanya uang saku, pengalaman kerja, pendampingan, serta perlindungan sosial tersebut, Program Pemagangan Nasional 2026 dapat menjadi salah satu pilihan bagi lulusan perguruan tinggi untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja.***




