POJOKSATU.id — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta berencana meniadakan secara permanen dua perlintasan liar yang berada di Kalideres, Jakarta Barat, dan Tebet, Jakarta Selatan.

Kedua lokasi tersebut sebelumnya menjadi tempat terjadinya insiden warga tertemper kereta rel listrik (KRL).

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat aspek keselamatan perjalanan kereta sekaligus mengurangi risiko bagi warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar rel.

Baca Juga: Pemkab Jember Kucurkan Hibah Rp500 Juta ke Kemendagri, Amankan Stok 50 Ribu Blangko KTP-el

Menurut Franoto, proses penutupan kedua akses tersebut akan segera dilakukan dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

KAI juga telah memberikan pemahaman kepada warga melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi, walaupun upaya tersebut sempat mendapat keberatan dari masyarakat.

Ia menambahkan, seluruh perlintasan tidak resmi yang berpotensi mengganggu operasional kereta api serta mengancam keselamatan pengguna akan menjadi perhatian KAI untuk ditutup.

Pelaksanaannya akan dikoordinasikan bersama pemerintah dan unsur kewilayahan di sekitar lokasi.

Baca Juga: Money Smart, Life Free: Strategi Membangun Financial Freedom di Usia Muda

Franoto memastikan kedua perlintasan yang menjadi titik terjadinya insiden tersebut sebenarnya sudah tercatat sebagai lokasi yang masuk rencana penutupan.

KAI pun sebelumnya telah melakukan sosialisasi kepada warga yang berada di sekitar perlintasan.

Dua kejadian orang tertemper KRL tersebut berlangsung dalam waktu yang berdekatan, sekitar pukul 06.30 WIB.

Baca Juga: Contoh Teks Pidato Lucu untuk Lomba Maulid Nabi, Bikin Suasana Ceria tapi Tetap Penuh Makna

Meski waktunya hampir bersamaan, kedua insiden terjadi di jalur perjalanan yang berbeda, yakni lintasan Bogor-Jakarta Kota serta Duri-Tangerang.

Peristiwa pertama terjadi di Kalideres, tepatnya di area antara Stasiun Rawa Buaya dan Batu Ceper, Jakarta Barat.

Seorang pelajar SMA berinisial DK, 18 tahun, meninggal dunia setelah tertemper KRL.

Polisi menyampaikan bahwa korban tengah dalam perjalanan menuju sekolah dengan membonceng ayahnya menggunakan sepeda motor.

Baca Juga: Pigai Berkata: MBG Itu Mulia yang Menolak Berarti Ingin Mati

Kendaraan tersebut kemudian mengalami insiden dengan KRL yang melintas.

Kejadian kedua berlangsung di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, dan menyebabkan seorang warga lanjut usia meninggal dunia setelah tertemper KRL pada jalur Bogor-Jakarta Kota.

Petugas kepolisian selanjutnya mendatangi dan memeriksa lokasi kejadian yang berada di Jalan Kebon Baru RT 06 RW 06, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Kasi Humas Polres Jakarta Selatan AKP Joko Adi mengatakan korban bernama Ishak.

Baca Juga: 5 dari 7 Fraksi Setujui Pinjaman Daerah Rp786 Miliar, Ketua DPRD Jember Janji Kawal Ketat Postur dan Eksekusi Anggaran

Pria tersebut diketahui berusia 80 tahun.

Dengan ditutupnya kedua perlintasan liar tersebut, KAI berharap potensi kecelakaan di sekitar jalur kereta dapat ditekan.

Langkah ini juga ditujukan untuk menciptakan perjalanan KRL yang lebih aman sekaligus meningkatkan perlindungan bagi masyarakat di sekitar rel.***