POJOKSATU.id — Perusahaan pelat merah PT Produksi Film Negara (Persero) atau PFN tengah memperluas rencana bisnisnya ke sektor pemutaran film dengan menyiapkan jaringan bioskop bernama Sinewara.

Bioskop tersebut direncanakan mulai diperkenalkan kepada publik pada 2027.

Jika terealisasi sesuai target, Sinewara akan menjadi salah satu jaringan bioskop yang dikelola oleh perusahaan BUMN di tengah dominasi operator swasta di Indonesia.

Baca Juga: Pelatihan Non Gelar ke Tsinghua dan Zhejiang University 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Saat ini, bisnis bioskop nasional masih banyak diisi oleh perusahaan swasta.

Beberapa nama yang telah dikenal masyarakat antara lain PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (CNMA) melalui Cinema XXI serta PT Graha Layar Prima Tbk. (BLTZ) yang menjalankan jaringan CGV Cinemas.

Direktur Utama PFN Riefian Fajarsyah mengatakan, proyek Sinewara belum memasuki tahap akhir karena masih melalui serangkaian pembahasan dan persiapan.

Meski demikian, PFN memasang target agar bioskop tersebut dapat diluncurkan pada tahun depan.

Baca Juga: Dorong Tasikmalaya Bebas Sampah, Pertamina JBB Salurkan Puluhan Tong dan Gerobak Pemilah

"Insyaallah tahun depan," kata Riefian.

Menurut pria yang biasa disapa Ifan itu, PFN tidak ingin terburu-buru membawa Sinewara ke pasar.

Konsep dan berbagai kebutuhan pendukung masih terus disusun supaya ketika diperkenalkan, bioskop tersebut sudah memiliki kesiapan yang memadai. Ia menyebut proses pengembangan Sinewara masih berjalan.

Baca Juga: Dosen UNAIR Paparkan Riset Anoda Silikon untuk Baterai Berkapasitas Tinggi di Forum Internasional

PFN kini tengah menggodok rancangan produk tersebut agar dapat memberikan pengalaman hiburan yang sesuai bagi masyarakat ketika resmi diluncurkan.

"Sinewara still on progress, masih dalam penggodokan, kita mematangkan dulu agar produk ini begitu keluar sudah menjadi produk yang matang dan siap dirilis. Jadi still on process," jelasnya.

Dalam proses persiapannya, PFN juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh dukungan dari sejumlah daerah yang nantinya berpotensi menjadi bagian dari pengembangan Sinewara.

Baca Juga: Bawa Dana Rp 3 Triliun dari Pusat, Gus Fawait Pastikan Proyek JLS Jember Berlanjut Akhir Tahun Ini

Ifan mengungkapkan, komunikasi dengan beberapa kepala daerah telah dilakukan.

Bahkan, sejumlah kabupaten disebut sudah mulai menunjukkan ketertarikan untuk berkomunikasi mengenai rencana pengembangan bioskop tersebut.

"Insyaallah tahun depan. Sudah ada beberapa kabupaten, kepala daerah sudah ada yang beberapa berkomunikasi dengan saya," ungkap Ifan.

Baca Juga: Dosen UNJ Kembangkan Batik Motif Rusa dan Ecoprint untuk Perkuat Ekonomi Kreatif Desa Wisata Cisaat

Meski target peluncuran telah ditetapkan pada 2027, PFN sejauh ini belum membeberkan detail mengenai lokasi bioskop Sinewara, jumlah layar yang akan tersedia, maupun bentuk konsep yang nantinya diterapkan.

PFN masih memiliki waktu untuk menyelesaikan berbagai persiapan sebelum Sinewara resmi diperkenalkan.

Rincian mengenai jaringan bioskop tersebut kemungkinan akan diumumkan setelah proses pengembangan konsep dan aspek operasionalnya dinyatakan siap.***