POJOKSATU.id, TAPSEL—Bocah perempuan yang duduk di kelas 1 SD ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam sumur di Desa Holbung, Angkola Muara Tais, Tapsel, Sumut.

Hasil autopsi sementara dari kepolisian menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang ditemukan di dalam sumur sedalam 2 meter pada Minggu (2/8/2026).

Lokasi sumur berada di belakang rumah seorang warga yang sedang dalam proses pembangunan.

Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan Iptu Bontor Desmon menjelaskan, peristiwa bermula pada Minggu siang (2/8) ketika warga menemukan seorang anak perempuan dalam kondisi meninggal di dalam sumur.

Baca Juga: Mantan Anggota Polisi Tewas di Asrama Brimob Palmerah, Kapuspen TNI Beri Pernyataan

Jenazah korban sempat dievakuasi oleh masyarakat dan dibawa ke rumah duka. Namun keluarga meminta agar jenazah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut karena merasa ada sejumlah hal yang perlu dipastikan terkait penyebab kematian korban.

Pada Senin (3/8/2026), keluarga mendatangi Polsek Batang Angkola untuk melaporkan peristiwa tersebut.

Setelah menerima laporan, polisi melakukan pengecekan awal di RSUD Pintu Padang.

“Dari hasil pengecekan, polisi memastikan jenazah telah berada di RSUD Pintu Padang setelah sebelumnya diantar oleh masyarakat. Atas permintaan keluarga, jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Sipirok untuk dilakukan autopsi,” ungkap Iptu Desmon, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: Pelaku Mutilasi Depok Ditangkap Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Pelakunya Diduga Gay

Menurut Desmon, hasil pemeriksaan medis menjadi salah satu dasar penting bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum berikutnya.

“Kami memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional, termasuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan medis dan keterangan para pihak yang mengetahui peristiwa tersebut,” ujar Desmon.

Hasil autopsi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, penyebab kematian disebut berkaitan dengan kondisi gagal napas akibat masuknya cairan ke saluran pernapasan.

“Meski demikian, kita belum menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab sebelum seluruh rangkaian penyelidikan dan penyidikan selesai dilakukan,” terangnya.

Penyidik saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi, mempelajari hasil autopsi, serta mendalami kemungkinan adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Korban merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan RN dan NH. Ia masih duduk di kelas satu sekolah dasar (SD).

RN, ayah korban, mengaku sangat terpukul mengetahui anak kesayangannya ditemukan meninggal di dalam sumur. Ia mengatakan korban tidak tidur di rumah pada malam sebelum ditemukan tewas.

“Putri kami itu tidurnya di sana (rumah dekat TKP). Kami berharap kepolisian segera mengungkap siapa pelakunya,” ujar RN.***