POJOKSATU.id - Bagi orang yang baru mulai belajar investasi atau trading, tampilan grafik harga sering kali terlihat membingungkan.
Deretan batang berwarna hijau dan merah lengkap dengan garis tipis di bagian atas maupun bawahnya tampak rumit untuk dipahami.
Padahal, grafik tersebut menyimpan informasi penting mengenai pergerakan harga suatu aset.
Grafik itu dikenal dengan nama candlestick, salah satu jenis grafik yang paling banyak digunakan dalam analisis teknikal karena mampu menampilkan data harga secara ringkas dan mudah dipahami.
Baca Juga: 14 Ide Lomba 17 Agustus untuk Anak SD yang Seru, Edukatif, dan Mudah Disiapkan di Sekolah
Lantas, apa itu candlestick, bagaimana cara membacanya, dan pola apa saja yang perlu diketahui investor maupun trader? Berikut penjelasannya.
Apa Itu Candlestick?
Candlestick adalah grafik yang digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga suatu aset dalam periode waktu tertentu.
Setiap batang atau "lilin" mewakili satu periode perdagangan sesuai timeframe yang dipilih, mulai dari hitungan menit, jam, hingga harian.
Grafik ini membantu investor dan trader menganalisis kondisi pasar, membaca kekuatan pembeli maupun penjual, serta memperkirakan kemungkinan arah pergerakan harga berikutnya.
Baca Juga: Hanya 26,4 Persen Publik yang Berpersepsi Positif atas Penegakan Hukum di Masa Prabowo
Metode candlestick pertama kali berkembang di Jepang dan digunakan oleh para pedagang beras untuk memantau perubahan harga di pasar.
Seiring berkembangnya dunia investasi, grafik ini kemudian diadopsi secara luas pada berbagai instrumen keuangan, seperti saham, forex, hingga aset kripto.
Bagian-Bagian Candlestick
Agar lebih mudah memahami grafik candlestick, penting untuk mengenali setiap bagian yang menyusunnya.
Baca Juga: Pilot Muda Asal Karawang Jadi Terdakwa di Papua, Orang Tua Sebut Anaknya Korban Konspirasi
1. Body Candlestick
Body merupakan bagian utama berbentuk kotak atau batang yang menunjukkan selisih antara harga pembukaan (open) dan harga penutupan (close).
Body yang panjang menandakan pergerakan harga berlangsung kuat karena terdapat selisih yang cukup besar antara harga pembukaan dan penutupan.
Sebaliknya, body pendek menunjukkan perubahan harga yang relatif kecil sehingga momentum pasar cenderung lemah.
2. Shadow atau Ekor Candlestick
Selain body, candlestick memiliki garis tipis yang disebut shadow atau ekor.
Baca Juga: Survei Terbaru SMRC, Hanya 13,5 Persen Publik Menilai Kondisi Politik Saat Ini Baik
Upper shadow merupakan garis di bagian atas body yang menunjukkan harga tertinggi (high) yang sempat dicapai sebelum harga kembali turun.
Sementara itu, lower shadow berada di bagian bawah body dan menunjukkan harga terendah (low) sebelum akhirnya harga kembali naik.
3. Warna Candlestick
Warna menjadi salah satu elemen paling mudah dikenali pada candlestick.
Umumnya, platform menggunakan warna hijau dan merah.
Candlestick hijau menunjukkan harga penutupan lebih tinggi dibanding harga pembukaan sehingga menggambarkan dominasi pembeli atau kondisi bullish.
Sebaliknya, candlestick merah menunjukkan harga penutupan lebih rendah dibanding harga pembukaan yang menandakan tekanan jual atau kondisi bearish.
Cara Membaca Candlestick
Setelah memahami bagian-bagiannya, langkah berikutnya adalah mengetahui cara membaca candlestick secara menyeluruh.
Dalam satu candlestick terdapat empat informasi penting, yaitu harga pembukaan (open), harga tertinggi (high), harga terendah (low), dan harga penutupan (close).
Keempat data tersebut menjadi dasar bagi investor untuk menilai kekuatan pasar.
Baca Juga: Hampir 100 Persen Publik Tahu MBG, Tapi Mayoritas Masyarakat Tak Puas dengan Pelaksanaannya
Perhatikan Warna Candlestick
Langkah pertama adalah melihat warna candlestick.
Candlestick hijau menunjukkan harga bergerak naik selama periode tersebut, sedangkan candlestick merah menunjukkan harga mengalami penurunan.
Amati Ukuran Body
Ukuran body menggambarkan besarnya perubahan harga.
Semakin panjang body, semakin kuat momentum kenaikan maupun penurunan harga.
Sebaliknya, body pendek menunjukkan pasar bergerak relatif datar.
Baca Juga: Usia 55 Tahun Tak Jadi Halangan, Jurnalis iNews TV Ini Raih Predikat Wisudawan Terbaik UBP Karawang
Lihat Panjang Shadow
Shadow menunjukkan seberapa jauh harga sempat bergerak sebelum akhirnya ditutup.
Shadow yang panjang biasanya menandakan adanya tarik-menarik antara pembeli dan penjual sehingga pasar masih mencari arah.
Analisis Kombinasi Bentuk Candlestick
Cara membaca candlestick tidak cukup hanya melihat warna atau ukuran body saja.
Investor perlu menggabungkan informasi dari body dan shadow untuk memahami kondisi pasar.
Sebagai contoh, body hijau yang panjang dengan shadow pendek menunjukkan dominasi pembeli sepanjang sesi perdagangan.
Baca Juga: Suhu Politik
Sebaliknya, body merah panjang mengindikasikan tekanan jual yang lebih kuat sehingga harga terdorong turun.
Pola Candlestick yang Sering Digunakan
Selain membaca satu candlestick, investor juga perlu mengenali pola yang terbentuk dari satu maupun beberapa candlestick.
Pola-pola ini sering digunakan sebagai petunjuk kemungkinan kelanjutan tren atau pembalikan arah harga.
Namun, penggunaannya sebaiknya dikombinasikan dengan indikator teknikal lainnya agar analisis menjadi lebih akurat.
1. Marubozu
Marubozu memiliki body panjang dengan sedikit atau tanpa shadow.
Baca Juga: Kinerja BRI Tuai Apresiasi, Penyaluran KUR Perumahan Tembus 167 Persen dari Target Unit
Marubozu hijau menunjukkan tekanan beli yang sangat kuat sehingga sering dikaitkan dengan kelanjutan tren naik.
Sementara Marubozu merah menunjukkan dominasi tekanan jual yang mengindikasikan tren turun masih berlanjut.
2. Doji
Doji terbentuk ketika harga pembukaan dan penutupan berada pada level yang sama atau hampir sama.
Body terlihat sangat tipis sehingga mencerminkan keseimbangan antara pembeli dan penjual.
Pola ini sering menjadi sinyal bahwa pasar sedang menunggu arah baru.
Baca Juga: Kuasa Hukum TR Pertanyakan Kecukupan Alat Bukti, Minta Gelar Perkara Khusus Digelar
3. Hammer
Hammer memiliki body kecil di bagian atas dengan lower shadow yang panjang.
Pola ini biasanya muncul setelah tren turun dan sering dianggap sebagai sinyal awal bahwa tekanan jual mulai melemah sehingga harga berpotensi berbalik naik.
4. Shooting Star
Shooting Star merupakan kebalikan dari Hammer.
Body kecil berada di bagian bawah dengan upper shadow yang panjang.
Pola ini umumnya muncul setelah tren naik dan dapat menjadi sinyal bahwa harga berpotensi mengalami pembalikan ke arah turun.
Baca Juga: Jakarta Job Fair 2026 Digelar di GOR Ciracas, 37 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja
5. Bullish Engulfing
Bullish Engulfing terdiri dari dua candlestick.
Candlestick hijau memiliki body yang menutupi seluruh body candlestick merah sebelumnya.
Pola ini menunjukkan tekanan beli yang lebih kuat dan sering diartikan sebagai sinyal pembalikan menuju tren naik.
6. Bearish Engulfing
Bearish Engulfing juga terdiri dari dua candlestick.
Pada pola ini, body candlestick merah menutupi seluruh body candlestick hijau sebelumnya.
Baca Juga: Kuasa Hukum TR Pertanyakan Kecukupan Alat Bukti, Minta Gelar Perkara Khusus Digelar
Kondisi tersebut menunjukkan dominasi penjual sehingga dapat menjadi indikasi awal perubahan tren ke arah turun.
7. Morning Star
Morning Star merupakan pola yang terdiri dari tiga candlestick.
Pola ini diawali candlestick bearish, dilanjutkan candlestick dengan body kecil, kemudian diakhiri candlestick bullish.
Morning Star sering dianggap sebagai salah satu sinyal pembalikan dari tren turun menuju tren naik.
Baca Juga: Sebanyak 61,1 Persen Publik Tak Yakin Koperasi Desa Merah Putih akan Maju
Memahami candlestick menjadi langkah awal yang penting bagi siapa pun yang ingin mendalami investasi maupun trading.
Melalui grafik ini, investor dapat melihat bagaimana dinamika antara pembeli dan penjual terbentuk dalam setiap periode perdagangan.
Meski demikian, candlestick sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.
Mengombinasikannya dengan indikator teknikal lain, analisis fundamental, serta manajemen risiko yang baik akan membantu menghasilkan keputusan yang lebih bijak.
Baca Juga: Festival Film Kampung 2026 Sukses Digelar, Lahirkan Karya yang Angkat Sejarah Kampung
Belajar membaca candlestick memang membutuhkan waktu dan latihan. Namun, setiap grafik yang dipahami akan menambah kemampuan dalam mengenali peluang sekaligus mengelola risiko di pasar.
Investasi bukan sekadar mengejar keuntungan, tetapi juga tentang membangun pengetahuan agar setiap keputusan diambil dengan lebih percaya diri dan penuh pertimbangan.***




