POJOKSATU.id — Saat hujan deras disertai badai, kita hampir selalu melihat kilatan petir terlebih dahulu sebelum mendengar suara guntur.

Fenomena ini sering dianggap biasa, padahal ada penjelasan ilmiah yang sangat sederhana di baliknya.

Penyebab utama petir terlihat lebih dulu adalah karena cahaya bergerak jauh lebih cepat dibandingkan suara.

Baca Juga: Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang Resmi Dibuka, Begini Cara Masuk dan Akses Transportasi Umumnya

Kilatan petir menghasilkan cahaya yang melesat dengan kecepatan sekitar 300 ribu kilometer per detik.

Dengan kecepatan tersebut, cahaya hampir seketika mencapai mata manusia meski lokasi sambaran petir berada beberapa kilometer jauhnya.

Sebaliknya, suara guntur merambat melalui udara dengan kecepatan sekitar 343 meter per detik pada suhu normal.

Kecepatannya jauh lebih lambat dibandingkan cahaya sehingga telinga baru menangkap bunyi guntur beberapa saat setelah kilatan petir terlihat.

Baca Juga: Serangan Terbaru AS ke Iran Terjadi Saat Prosesi Pemakaman Ali Khamenei Masih Berjalan

Sebagai contoh, jika petir menyambar pada jarak sekitar 3 kilometer dari lokasi Anda, kilatan cahayanya akan langsung terlihat.

Namun, suara guntur baru akan terdengar sekitar 9 hingga 10 detik kemudian.

Semakin jauh lokasi sambaran petir, semakin lama pula jeda waktu antara kilatan dan suara guntur.

Fenomena ini juga bisa dimanfaatkan untuk memperkirakan jarak petir.

Baca Juga: Menghafal vs Memahami, Mana yang Membuat Belajar Lebih Efektif?

Caranya cukup menghitung jumlah detik sejak melihat kilatan hingga mendengar suara guntur.

Hasilnya kemudian dibagi tiga untuk mendapatkan perkiraan jarak dalam satuan kilometer.

Misalnya, jika selisih waktunya 12 detik, berarti petir diperkirakan berada sekitar 4 kilometer dari lokasi Anda.

Meski terlihat sederhana, cara ini hanya memberikan perkiraan karena kecepatan rambat suara dapat dipengaruhi oleh suhu, kelembapan, serta kondisi atmosfer saat itu.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah 20 Tahun Terakhir, Kenapa Dulu Rp9.000 Kini Tembus Rp18.000 per Dolar?

Perlu diingat, jika jeda antara kilatan petir dan suara guntur kurang dari 30 detik, berarti sambaran petir berada dalam jarak sekitar 10 kilometer atau kurang.

Pada kondisi tersebut, risiko tersambar petir masih cukup tinggi sehingga sebaiknya segera mencari perlindungan di dalam bangunan atau kendaraan yang tertutup.

Jadi, alasan petir selalu terlihat lebih dulu daripada terdengar bukan karena keduanya terjadi pada waktu yang berbeda.

Baca Juga: CEO on Field OVOC Internasional Singgah di Sekolah Kopi Lampung Barat, Peserta Belajar Langsung dari Sentra Kopi Unggulan

Kilatan cahaya dan suara guntur muncul hampir bersamaan saat terjadi sambaran petir.

Perbedaannya hanya terletak pada kecepatan rambat cahaya yang jauh melampaui kecepatan rambat suara.***