POJOKSATU.id, JAKARTA— Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terbaru ke Iran di saat prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei masih berjalan.

Serangan terbaru ini diluncurkan pada Selasa (7/7) menyasar beberapa kota di pinggiran Selat Hormuz yaitu Sirik City, Port Abbas, dan Qeshm Island.

Diketahui, Pemerintah Iran telah menetapkan upacara pemakaman bagi Ali Khamenei mulai 3 Juli hingga 9 Juli 2026 di berbagai lokasi di Iran dan Irak.

Serangan baru AS pada Selasa dilancarkan buntut serangan terhadap tiga kapal komersial yang melintas maupun berada di dekat Selat Hormuz.

Baca Juga: Ada Unjuk Rasa Simpatisan Pendukung MBG Hari Ini, Polisi: Pengalihan Arus Bakal Dilakukan Secara Situasional

Kapal-kapal itu di antaranya milik Qatar dan Arab Saudi.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar dan Saudi telah mengecam serangan tersebut dan menuduh Iran dalang di balik insiden.

Juru bicara Kemlu Iran Esmail Baghaei tak mengelak soal serangan namun mengatakan tuduhan tersebut "bertentangan dengan prinsip bertetangga yang baik."

Ia juga kembali menggaungkan pernyataan Iran bahwa kapal-kapal yang tidak menggunakan rute terkoordinasi dengan Iran atau yang memanipulasi pelacakan akan menghadapi risiko serangan.

Baca Juga: Dubes Iran Ungkap AS yang Memohon Gencatan Senjata, Mereka Kalah Perang

Serangan-serangan baru AS ini utamanya menargetkan wilayah pesisir Iran yang terletak di sekitar Selat Hormuz. Televisi pemerintah Iran melaporkan rentetan ledakan terdengar di Kota Sirik, Bandar Abbas, dan Pulau Qeshm.

Serangan AS dilancarkan tepat ketika Iran sedang mengadakan prosesi pemakaman untuk mendiang Ali Khamenei.

Pada Selasa (7/7), jenazah Khamenei dibawa ke Kota Qom selaku pusat pendidikan Islam Syiah di Iran sekaligus salah satu kota paling suci bagi umat Syiah.

Dari sana, jenazahnya dijadwalkan berangkat ke Irak untuk dibawa ke dua kota suci, yakni Najaf dan Karbala.

Menurut laporan CNN, jenazah Khamenei sudah tiba di Bandara Internasional Najaf sejak Selasa malam.

Jenazah Khamenei selanjutnya akan dibawa ke Karbala, sebelum dikembalikan ke Kota Mashhad, Iran, untuk dimakamkan pada 9 Juli.

Pada Rabu (8/7) dini hari, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dikabarkan langsung pergi meninggalkan Najaf setelah serangan udara AS ke beberapa kota di Iran ini.***