POJOKSATU.id — Banyak orang masih menganggap bahwa belajar identik dengan menghafal.

Tidak sedikit pelajar yang rela menghabiskan waktu berjam-jam membaca dan mengulang materi agar dapat mengingatnya saat ujian.

Cara ini memang bisa membantu mengingat informasi dalam waktu singkat, tetapi belum tentu menjadi metode belajar yang paling efektif untuk jangka panjang.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah 20 Tahun Terakhir, Kenapa Dulu Rp9.000 Kini Tembus Rp18.000 per Dolar?

Karena itulah muncul pertanyaan, apakah belajar sebaiknya lebih mengutamakan menghafal atau memahami materi?

Pada dasarnya, memahami dan menghafal bukanlah dua hal yang saling bertentangan.

Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi dalam proses belajar.

Namun, jika harus menentukan mana yang menjadi dasar utama, memahami materi adalah langkah yang lebih penting.

Baca Juga: Genre Film yang Mulai Ditinggalkan Penonton, Pernah Jadi Primadona di Bioskop

Ketika seseorang benar-benar memahami suatu konsep, proses menghafal akan menjadi lebih mudah karena informasi tersebut sudah memiliki makna dan hubungan yang jelas di dalam pikiran.

Saat seseorang memahami sebuah materi, otak tidak hanya menyimpan informasi sebagai fakta yang berdiri sendiri.

Informasi tersebut akan dihubungkan dengan pengetahuan, pengalaman, maupun konsep lain yang sudah dimiliki sebelumnya.

Baca Juga: Ada Unjuk Rasa Simpatisan Pendukung MBG Hari Ini, Polisi: Pengalihan Arus Bakal Dilakukan Secara Situasional

Hubungan inilah yang membuat materi lebih mudah diingat kembali ketika dibutuhkan, baik saat mengerjakan soal ujian maupun ketika menghadapi situasi nyata yang membutuhkan penerapan pengetahuan tersebut.

Sebaliknya, menghafal tanpa memahami sering kali hanya menghasilkan ingatan jangka pendek.

Seseorang mungkin masih mampu mengingat materi ketika ujian berlangsung, tetapi beberapa hari atau beberapa minggu setelahnya informasi tersebut perlahan menghilang.

Hal ini terjadi karena materi yang dihafalkan tidak memiliki keterkaitan yang kuat dengan pengetahuan lain sehingga lebih mudah terlupakan.

Baca Juga: Insentif Guru dan Tendik Non-ASN 2026 Segera Cair, Ini Tahapan Pencairan yang Wajib Diselesaikan

Perbedaan tersebut juga terlihat ketika seseorang diminta menjelaskan kembali materi yang telah dipelajari.

Orang yang benar-benar memahami konsep biasanya mampu menjelaskan dengan kalimatnya sendiri, bahkan memberikan contoh yang berbeda dari buku.

Sebaliknya, mereka yang hanya menghafal cenderung kesulitan ketika pertanyaan disampaikan dengan cara yang berbeda atau membutuhkan penalaran lebih lanjut.

Meski demikian, bukan berarti menghafal tidak memiliki peran penting dalam proses belajar.

Baca Juga: CEO on Field OVOC Internasional Singgah di Sekolah Kopi Lampung Barat, Peserta Belajar Langsung dari Sentra Kopi Unggulan

Ada sejumlah materi yang memang harus diingat secara langsung agar dapat digunakan dalam kegiatan belajar berikutnya.

Misalnya kosakata dalam bahasa asing, tabel perkalian, simbol unsur kimia, rumus dasar, maupun berbagai istilah dalam bidang kedokteran, hukum, dan anatomi.

Pada materi seperti ini, menghafal menjadi langkah awal sebelum pengetahuan tersebut benar-benar dipahami dan diterapkan dalam praktik.

Baca Juga: Resmi Dirilis, Inilah Alur Lengkap 6 Tahapan Seleksi Program Presiden Pemimpin Masa Depan P3MD 2026

Perbedaan antara memahami dan menghafal dapat dilihat dari contoh sederhana dalam pelajaran matematika.

Seseorang yang hanya menghafal rumus luas lingkaran mungkin mampu mengerjakan soal yang bentuknya sama seperti contoh di buku.

Namun ketika soal dimodifikasi atau disajikan dalam bentuk yang berbeda, ia bisa mengalami kesulitan karena tidak memahami alasan penggunaan rumus tersebut.

Sebaliknya, siswa yang memahami konsep luas lingkaran akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan berbagai variasi soal karena mengetahui prinsip yang mendasarinya, bukan sekadar mengingat rumus.

Baca Juga: Program P3MD, Seleksi Calon Pemimpin Masa Depan Mulai Digulirkan Setelah KDKMP dan KNMP

Hal serupa juga berlaku dalam pelajaran sejarah.

Menghafal tanggal dan nama tokoh memang diperlukan, tetapi memahami hubungan sebab dan akibat dari sebuah peristiwa akan membuat seluruh rangkaian cerita menjadi lebih mudah dipahami.

Ketika alur peristiwa sudah dipahami, tanggal maupun nama tokoh biasanya akan lebih mudah diingat tanpa harus dipaksakan melalui hafalan semata.

Agar proses belajar menjadi lebih efektif, sebaiknya pemahaman dan hafalan digunakan secara berurutan.

Langkah pertama adalah memahami konsep utama dari materi yang dipelajari.

Baca Juga: Lupakan KDKMP dan KNMP, BP BUMN dan Danantara Indonesia Luncurkan Program P3MD Arahan Presiden

Setelah itu, cobalah menjelaskan kembali materi tersebut menggunakan bahasa sendiri seolah-olah sedang mengajarkannya kepada orang lain.

Cara ini dapat membantu mengetahui apakah konsep yang dipelajari benar-benar sudah dipahami atau masih ada bagian yang belum dikuasai.

Setelah pemahaman terbentuk, barulah informasi yang memang harus diingat, seperti rumus, istilah, atau kosakata, dihafalkan secara bertahap.

Pengetahuan tersebut kemudian diperkuat melalui latihan soal, diskusi, maupun praktik sehingga tidak hanya tersimpan sebagai hafalan, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai situasi.

Baca Juga: Tampil di Pameran Industri Terbesar Dunia, Indonesia Resmi Menjadi Partner Country di INNOPROM 2026

Selain itu, mengulang materi secara berkala juga jauh lebih efektif dibandingkan belajar dalam waktu lama hanya sehari sebelum ujian karena dapat membantu memperkuat daya ingat jangka panjang.

Pada akhirnya, belajar bukan sekadar memasukkan sebanyak mungkin informasi ke dalam kepala, melainkan memahami makna di balik informasi tersebut.

Pemahaman akan membantu seseorang mengingat materi lebih lama, menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mengembangkan pengetahuan yang dimiliki.

Oleh karena itu, jika harus memilih antara menghafal atau memahami, sebaiknya utamakan memahami terlebih dahulu.

Setelah konsep benar-benar dipahami, proses menghafal akan terasa lebih mudah dan hasil belajar pun menjadi lebih efektif serta bertahan lebih lama di dalam ingatan.***