POJOKSATU.id - Siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra Roxa Potifera alias Ocha, mengungkap hasil pertemuannya dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka usai polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat viral di media sosial.

Pertemuan berlangsung di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Ocha hadir bersama sembilan siswa dan tiga guru dari SMAN 1 Pontianak.

Dalam pertemuan tertutup tersebut, Ocha mengaku mendapat banyak motivasi dari Gibran agar tetap semangat belajar dan terus berkembang.

Baca Juga: Resep Sop Iga Rumahan Kuah Gurih, Hangat dan Cocok Jadi Menu Keluarga

"Di dalam tadi, kami diberi motivasi sama Pak Wapres untuk terus belajar," ujar Ocha kepada awak media, dikutip Kamis (14/5/2026).

Menurut Ocha, Gibran juga memberikan berbagai tips penting, terutama terkait kemampuan berbicara di depan umum dan berdebat.

"Kami diberi motivasi dan tips and trick juga bagaimana caranya nanti untuk ber-public speaking atau untuk berdebat di muka umum," terangnya.

Baca Juga: Uang Rp50 Ribu RI Masuk Jajaran Teraman di Dunia, BI Sebut Punya 17 Unsur Pengaman Canggih

Mengaku Kaget Dipanggil ke Istana
Ocha dan tim mengaku tidak menyangka akan mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Wakil Presiden RI di tengah polemik yang sedang ramai diperbincangkan publik.

"Kami dan tim sangat kaget karena informasinya tiba-tiba," katanya.

Ia menilai pertemuan tersebut menjadi penyemangat baru bagi dirinya dan rekan-rekan satu tim setelah menghadapi tekanan akibat polemik final LCC Empat Pilar.

Baca Juga: Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan, Puan Maharani Minta Penjelasan dan Soroti Prosedur Penindakan

"Ini menjadi suatu harapan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang," ucap Ocha.

Polemik Jawaban “Artikulasi” Viral
Sebelumnya, polemik Final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat menjadi sorotan setelah cuplikan video babak final viral di media sosial.

Dalam sesi rebutan, MC acara Shindy Luthfiana membacakan pertanyaan terkait lembaga yang memberi pertimbangan dalam pemilihan anggota BPK oleh DPR.

Ocha dari Regu C2 SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menekan tombol dan menjawab pertanyaan tersebut.

Baca Juga: Sejarah Panjang Universitas Raharja, Kampus Teknologi yang Tumbuh dari Lembaga Kursus di Tangerang

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," jawab Ocha.

Namun, dewan juri yang dipimpin Dyastasita Widya Budi justru menyatakan jawaban tersebut salah dan memberikan pengurangan nilai minus lima poin.

Tak lama kemudian, jawaban serupa disampaikan oleh regu lain dari SMAN 1 Sambas dan justru dinyatakan benar dengan tambahan 10 poin.

Baca Juga: Bus Sekolah Gratis di Depok Tambah Rute, Dishub Siapkan Layanan hingga Depok Timur

Keputusan tersebut memicu protes dari peserta dan menjadi viral di media sosial. Salah satu juri, Indri Wahyuni, sempat menyinggung pentingnya artikulasi dalam menjawab pertanyaan.

"Begini ya, sudah diingatkan dari awal, artikulasi itu penting ya. Jadi, biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas ya," ujar Indri.

Polemik tersebut kemudian memicu kritik luas terhadap profesionalitas dewan juri dan penyelenggara lomba.

Baca Juga: Kulit Berminyak dan Beruntusan? Ini Kandungan Sabun Cuci Muka yang Sebaiknya Dipilih

MPR Minta Maaf dan Final Akan Diulang
Ramainya sorotan publik membuat Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permintaan maaf.

MPR RI juga disebut telah menonaktifkan dua juri dan MC yang terlibat dalam polemik tersebut.

Selain itu, babak final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar dikabarkan akan digelar ulang sebagai bentuk evaluasi penyelenggaraan lomba. ***