POJOKSATU.id - Hasil Polling delapan media Metropolitan Grup mengungkap, dari 7.005 responden, 4.427 menjawab bahwa MBG belum jadi solusi masyarakat.

Pendapat publik tersebut terungkap dalam hasil polling yang dilakukan selama periode 13-17 April 2026.

Polling dilakukan serentak melalui akun TikTok dan Instagram masing-masing media.

Antara lain Pojoksatu.id, Metripolitan.id, Metro Bogor, Radar Bandung, Radar Bekasi, Radar Depok, Radar Cianjur, dan Radar Sukabumi.

Baca Juga: Prabowo Tegas: Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Mangkrak, Target 60 Juta Penerima

Kali ini responden diberikan pertanyaan "Apakah program MBG sudah menjadi solusi bagi masyarakat?" dengan pilihan jawaban "Sudah" dan "Belum".

Sebanyak 7.005 responden berpartisipasi yang berasal dari kedua platform tersebut dengan total jangkauan 19.8127 tayangan.

Hasilnya, sebanyak 2.578 responden atau 36,80 persen memberikan jawaban "Sudah".

Akan tetapi responden yang menjawab "Belum" jumlahnya hampir dua kali lipat, yakni 4.427 atau 63,20 persen.

Baca Juga: Relaksasi SPT Badan 2025 Jadi Sorotan, Dinilai Kewajiban Negara Bukan Sekadar Opsi

Untuk rinciannya, total responden yang ikut berpartisipasi di platform Instagram mencapai 5.616.

Di Platform ini justru publik yang menjawab "Sudah" jumlahnya jauh lebih sedikit hanya 19.08 persen atau 265 saja.

Sementara yang menjawab "Belum" angkanya hampir empat kali lipat atau 1.124 (80,92 persen).

Sedangkan di platform TikTok suara responden antara "Belum" dan "Sudah" terpaut 1.000 lebih.

Rinciannya, akun yang menjawab "Sudah" sebanyak 2.313 (41,19 persen) dan yang menjawab "Belum" sebanyak 3.303 (58,81 persen).

Angka hasil polling Metropolitan Grup ini menunjukkan adanya sentimen negatif dari publik melalui media sosial.

Bahwa publik, meski di media sosial, masih belum melihat bahwa program MBG menjadi solusi bagi masyarakat secara keseluruhan.

Dengan demikian harus ada perbaikan yang harus dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam manajemen program MBG agar bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat.


Hasil Penelitian Kluster Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan

Hasil polling Metropolitan Grup ini sejalan dengan hasil penelitian Kluster Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan yang diungkap Pengamat Kemiskinan Universitas Indonesia, Prof Fentiny Nugroho.

Baca Juga: Menteri PPPA Minta Maaf soal Usul Gerbong KRL Wanita Dipindah ke Tengah

Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa implementasi MBG di Indonesia belum sepenuhnya optimal.

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan observasi di tiga wilayah, yakni Jakarta Timur, Depok, dan Tangerang Selatan.

Sebanyak 93 informan dilibatkan, mulai dari pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), relawan, masyarakat, pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, siswa, komite sekolah, orang tua, hingga Badan Gizi Nasional (BGN).

Menjawab pertanyaan apakah MBG sudah menjadi solusi bagi masyarakat, hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan, meski sudah memberikan sejumlah dampak positif.

Baca Juga: 11 Update Terbaru Konflik Iran-AS: Harga Energi Terancam Melejit, Dunia Kian Tegang

"Artinya, program ini on the track, tapi masih perlu banyak perbaikan agar manfaatnya lebih optimal," jelas dia, Kamis 30 April 2026.

Dari sisi ketepatan sasaran, MBG dinilai sebagian sudah tepat karena menjangkau masyarakat miskin.

Namun, pendekatan yang digunakan masih bersifat universal (universalistic), bukan selektif (selectivist), sehingga tidak seluruh penerima manfaat berasal dari kelompok yang paling membutuhkan.

"Kondisi ini membuat sebagian kelompok miskin yang seharusnya menjadi prioritas justru belum terjangkau secara maksimal," ungkapnya.

Permintaan Publik

Sementara, Ketua Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) Metropolitan Grup, Azam Munawar mengungkap, pihaknya mendapat banyak respon positif publik atas polling yang dilakukan.

"Sebelumnya, delapan media Metropolitan Grup juga melakuan polling terkait kinerja Kepala BGN Dadan Hindayana dengan cara yang sama dan responnya bagus," ujar Azam.

Dari polling awal itu, banyak pesan (direct message) yang disampaikan publik meminta polling dilanjutkan dengan berbagai isu lainnya yang sedang ramai.

Bukan saja mengangkat isu-isu nasional, tapi ada juga permintaan mengangkat isu-isu di daerah yang menjadi basis masing-masing media Metropolitan Grup.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Stop Jual Bahan Mentah, 40 Proyek Hilirisasi Siap Dikebut Tahun Ini

"Demikian juga pembaca koran, banyak yang menyampaikan langsung kepada kami. Intinya mereka meminta polling ini lebih sering dilakukan," tutur dia.

Bukan itu saja, tidak sedikit juga responden yang 'curhat' mengapresiasi suara atau pendapatnya akhirnya didengar lalu dituangkan melalui pemberitaan jurnalistik.

"Ya, karena dilakukan di media sosial sehingga mereka menjadi lebih mudah mengakses dan berpartisipasi langsung dalam polling," ucap Azam.

Karena itu, Azam mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalma polling yang digelar delapan media di bawah naungan Metropolitan Grup.

Baca Juga: Eks Komisaris KAI Bongkar Penyebab Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Sebut Ada Kelalaian Sistemik

"Tinggal cek Story TikTok atau Story Instagram lalu suarakan pendapat atau aspirasi Anda," tandas Azam.***