POJOKSATU.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul terus mematangkan program Sekolah Rakyat sebagai solusi konkret bagi masyarakat miskin ekstrem.

Program strategis ini dirancang khusus untuk menjangkau anak-anak yang selama ini terpaksa putus sekolah karena kendala biaya maupun akses.

Berbeda dengan instansi pendidikan formal, Sekolah Rakyat mengusung konsep unik yaitu skema multi entry–multi exit yang sangat fleksibel.

Melalui sistem ini, calon siswa dapat mulai menempuh pendidikan kapan saja tanpa harus terikat pada kalender tahun ajaran baru.

Baca Juga: Cara Mudah Daftar dan Urus Kartu Layanan Gratis Transjakarta Secara Online!

Pendekatan utama yang diterapkan adalah sistem berasrama agar para siswa dapat belajar dengan tenang dan fokus.

Gus Ipul menekankan bahwa asrama diperlukan guna memutus rantai ketergantungan ekonomi keluarga terhadap anak.

Pemerintah memandang bahwa anak-anak dari keluarga tidak mampu sering kali diminta bekerja untuk membantu orang tua jika tidak ditempatkan di asrama.

Dengan demikian, pendidikan ini diharapkan mampu mengubah status anak dari sekadar sumber penghasilan jangka pendek menjadi investasi masa depan.

Baca Juga: Penjelasan Camat Kotabaru soal Mobil Dinas Parkir di Depan PT Inoac Karawang

Target ambisius pun telah ditetapkan dengan jangkauan sebanyak 46 ribu siswa pada tahun 2026 ini.

Angka tersebut direncanakan akan terus meningkat hingga menyentuh ratusan ribu peserta didik pada tahun-tahun mendatang.

Keberhasilan program besar ini sangat bergantung pada integrasi data kemiskinan yang akurat dari tingkat paling bawah.

Oleh karena itu, penguatan peran operator desa menjadi prioritas utama Kemensos dalam memastikan sasaran program tidak meleset.

Sehingga setiap program dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.***