POJOKSATU.id - Kejanggalan dalam data penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menjadi perhatian.

Perbedaan angka antara jumlah penduduk miskin dan cakupan program dinilai tidak sinkron dan memunculkan pertanyaan publik.

Sorotan ini disampaikan oleh Mahfud MD dalam podcast Terus Terang di YouTube Mahfud MD Official.

Baca Juga: Mahfud MD Bongkar Dugaan Rente Politik di MBG, Elite Kuasai Dapur Program!

Ia mempertanyakan logika di balik besarnya jumlah penerima MBG yang disebut jauh melampaui data resmi kemiskinan.

“Katanya orang miskin hanya 24 juta kok ini menjangkau 80 juta.” kata Mahfud MD dikutip Pojoksatu.id dari YT Mahfud MD Official.

Menurut Mahfud, ketidaksesuaian ini harus dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Baca Juga: Disney PHK Massal 1.000 Pekerja, Restrukturisasi Besar di Era CEO Josh D’Amaro

“Ini gak ketemu.” ucapnya

Ia menilai jika program ini memang ditujukan untuk kelompok yang membutuhkan, maka harus ada kejelasan basis data yang digunakan pemerintah.

Tak hanya itu ia juga menyinggung bahwa cakupan program yang terlalu luas berpotensi membuat bantuan tidak tepat sasaran.

Baca Juga: Ide Bisnis Keripik Pare Modal Receh, Mudah Dibuat dan Bisa Jadi Cuan

“Yang tidak butuh dapat juga.” katanya

Mahfud juga mengingatkan bahwa data kemiskinan selama ini sudah memiliki standar pengukuran yang jelas, sehingga kebijakan publik seharusnya mengacu pada data tersebut.

“Katanya orang yang butuh bantuan itu yang disebut orang miskin.” tegasnya

Dengan kondisi ini ia menilai pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan dan distribusi program MBG agar lebih akurat dan tepat sasaran.

Menurutnya tanpa kejelasan data, program sebesar MBG berisiko menimbulkan pemborosan sekaligus ketimpangan penerimaan manfaat.

Baca Juga: Disney PHK Massal 1.000 Pekerja, Restrukturisasi Besar di Era CEO Josh D’Amaro

Karena itu transparansi data dan akurasi penerima menjadi kunci agar program ini benar-benar efektif membantu masyarakat yang membutuhkan.***